Bank Sumut

Siapa Hafid Bahtiar yang Ingin Menjadi Panglima TNI?

Jumat, 27 Jul 2018 01:39
Dibaca: 867 kali
drberita/istimewa
Hafid Bahtiar bersama kedua orangtuanya dan saudara-saudaranya.
Bobby Nasution Center
DINAMIKARAKYAT - Hafid Bahtiar lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) terdaftar pda peringkat ke 77 (Angkatan Darat) tahun 2018. Anak pedagang gorengan psang ini bercita-cita ingin menjadi Panglima TNI. Seperti apa perjalanannya hingga lulusan Akmil?

Hafid Bahtiar lahir di Tulungagung 30 Desember, 23 tahun silam. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Mujani dan Supriatin. Kedua orangtuanya merupakan pedagang gorengan pisang di sebuah desa kecil di wilayah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Dengan modal tubuh jangkung dan fisik kuat yang terbentuk dari kegiatan kesehariannya sebagai pemain basket di SMA Negeri 1 Campurdarat, Tulungagung, Hafid mendaftar sebagai taruna Akmil.

"Dia niat ingin menjadi taruna akmil. Dua kali ia mendaftar, gagal di pendaftaran pertama ia sempat ditawarin daftar ke secaba, tetapi dia tolak dan tetap semangat mendaftar ke akmil," ungkap Mujani dikutip okebung.com, Kamis 26 Juli 2018.

Mujani mengatakan anaknya itu tetap memaksa masuk taruna akmil meski kehidupan orangtuanya sangat memprihatinkan. "Los pak, bismilah saja. Nggak usah memikirkan biaya masuk taruna," tuturnya meniru ucapan Hafid saat mendaftar.

Hafid mendaftar taruna akmil dua kali, pertama pada tahun 2013 dan kedua tahun 2014. Hafid akhirnya dinyatakan lulus tahun 2014. Sebelum diterima sebagai taruna akmil, ia selau membantu orangtuanya mencari nafkah.

"Orangtua saya pernah berdagang bakso, gorengan pisang, jagung dan kacang rebus di pinggiran jalan. Masih ingat di memori saya, waktu sekolah di SD dan SMP membawa gorengan saya, jual di sekolah," ungkap Hafid.

Menginjak remaja, mantan siswa SMA Negeri 1 Campurdarat, ini ikut tukangan (kerja) batu marmer sepulang sekolah. Ia juga meluangkan waktu untuk latihan bola basket bersama teman-teman sekampungnya. "Honor yang didapat lumayan buat beli makanan sehari-hari dan uang saku sekolah saya," tuturnya.

Ia menagku selalu bersyukur kepada Tuhan YME atas segala karunia yang diberikan kepada dirinya dan keluarganya. "Semua yang kami dapat selalu kami syukuri untuk kebutuhan sehari-hari," sambung pria tampan bertubuh jangkung hobi bermain bola basket dan voli ini.

Hafid selalu ingat dengan pesan kedua orangtuanya, yaitu untuk selalu semangat dan tidak mudah putus asa. Jangan pandang siapa orangtuamu atau keluargamu, tetapi berbanggalah darimana keluargamu. "Itu pesan orangtua saya," serunya.

Meski tidak menonjol secara prestasi, tetapi Hafid menjabat Mayoret Taruna Drum Band saat menjadi taruna akmil.

Sempat keluarganya hampir gagal mengikuti Prasetya Perwira (Praspa) yang dilaksanakan di Istana Presiden. Soalnya, orangtua dan saudara-saudara Hafid tidak punya uang untuk berangkat ke Istana Presiden di Jakarta.

Namun Pangdam V/Brawijaya melalui Aspers Kasdam menyampaikan atensinya untuk memberikan perhatian kepada keluarga Hafid di Tulungagung. Langsung saja Danrem 081/DSJ dan Dandim 0807/Tulungagung memfasilitasi keluarga Hafid untuk berangkat ke Istana Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat itu melantik 724 Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri tahun 2018 di halaman depan Istana Merdeka Jakarta, Juli 2018 lalu. Salah satunya adalah Hafid Bahtiar yang resmi menjadi Perwira TNI AD Korps Artileri Medan (Armed).

Hafid bangga menjadi seorang prajurit dan ia bercita-cita ingin menjadi Panglima TNI. "Meski saya anak seorang pedagang gorengan pisang, saya punya cita-cita ingin menjadi Panglima TNI," ucapnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:hafid bahtiarpanglima tnitaruna akmiltni
Berita Terkait
  • Jumat, 10 Jan 2020 00:33

    TNI & Polri Jaga Kedaulatan NKRI di Kabupaten Mandailing Natal

    Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Dandim 0212/TS Letkol Inf Akbar Novrizal Yusananto datang mengunjungi Kantor Koramil 13 Panyabungan, Kelurahan Kayu Jati, Kamis 9 Januari 2020.

  • Senin, 23 Sep 2019 12:13

    Pesan Edy di HUT ke 54 Yonif Raider 100/PS

    Wilayah Sumatera Utara yang cukup luas dan sumber daya alam yang besar, namun infrastrukturnya yang masih terbatas serta sumber daya manusianya yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya merupakan tantangan khusus bagi aparatur di daerah, termasuk prajurit

  • Sabtu, 07 Sep 2019 14:37

    Imbas Festival Multi Etnis, 2 Anggota DPRD Medan Minta Eldin Copot Kadis Kebudayaan

    Hendra dan anggota Fraksi Golkar Ilhamsyah menganggap Dinas Kebudayaan tidak mampu menyajikan kesenian yang berkualitas. Tidak sekedar kesenian bersifat hiburan, akan tetapi memiliki fungsi pembinaan pada kesenian itu sendiri.

  • Jumat, 06 Sep 2019 20:22

    Masyarakat Belawan Dapat MCK dan Sumur Bor dari Persit KCK PD I Bukit Barisan

    MCK dan Sumur Bor dalam rangka bakti sosial Persit Kartika Chandra Kirana PD I Bukit Barisan, telah diresmikan di Jalan Taman Makan Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

  • Selasa, 03 Sep 2019 22:26

    Dewan Kesenian Medan Protes Festival Multi Etnis

    Anggaran kegiatan yang tergolong lumayan besar ini, jika dibandingkan dengan kondisi di lapangan tidak terlalu mewah. Sebaliknya, kegiatan kelihatan biasa-biasa saja.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir