Bank Sumut

Parkir Ilegal di Taman Ahmad Yani Medan Rp 3.000

Selasa, 16 Mei 2017 00:40
Dibaca: 689 kali
drberita/istimewa
Parkir di Taman Ahmad Yani Medan.
DINAMIKARAKYAT - Praktik pungli dengan dalih parkir marak terjadi di taman-taman Kota Medan, salah satunya Taman Ahmad Yani, Jalan Sudirman.

Setiap pengunjung yang datang dan memarkirkan kendaraannya, dalam hal ini sepeda motor dipatok uang kutipan parkir sebesar Rp3.000.

Sebut saja Andi (34), salah seorang pengunjung Taman Ahmad Yani, yang menjadi korban pungutan liar (pungli) penjaga parkir di taman, Senin 15 Mei 2017.

Diceritakannya, saat masuk ke Taman Ahmad Yani, dia terlebih dulu memarkirkan motornya di area parkir taman. Karena berpikir setelah keluar dari taman, baru dia bayar uang parkir, makanya dia langsung nyelonong masuk.

Baru beberapa meter, seorang perempuan memanggilnya. Rupanya, perempuan itu merupakan penjaga parkir di taman tersebut. "Eh bang, bayar dulu uang parkirnya," ungkap perempuan berkisar 28 tahunan itu.

Karena dipanggil, Andi pun berbalik badan. "Nggak nanti saja bayarnya?" kata Andi kepada perempuan itu.

Mendengar itu, Andi langsung memberikan uang Rp100 ribu. Selanjutnya, perempuan itu memberi uang kembalian sebesar Rp97 ribu. Artinya, untuk parkir kereta di Taman Ahmad Yani dibanderol Rp3 ribu. "Iya bang, Rp3 ribu," kata perempuan itu.


Saat ditanya, ke mana setoran parkir tersebut, dengan entengnya perempuan itu mengatakan, mereka menyetor ke Dinas Perhubungan (Dishub) Medan.

"Ke perhubungan (Dishub) bang," ucapnya sambil berlalu melayani pengunjung lainnya yang akan memarkirkan keretanya.

Hal aneh dari kutipan uang parkir di Taman Ahmad Yani, itu. Pertama perempuan penjaga parkir itu tidak mengenakan atribut parkir yang biasa digunakan juru parkir (jukir) resmi.

Kedua, tidak ada tanda pengenalnya. Ketiga, tidak ada karcis parkir yang diberikan perempuan tersebut kepada pengunjung yang memarkirkan motornya.

Ketika praktik haram tersebut dikonfirmasikan ke kadis pertamanan dan kebersihan M. Husni, mengakui jika pengutipan uang parkir di taman yang menjadi lokasi tegak berdirinya patung pahlawan revolusi Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani itu adalah ilegal.

"Nggak ada itu setoran ke Dishub. Tapi kurang tau jugalah saya. Itu mungkin pemuda setempat (PS) sini," akunya.

"Ya PS-PS sini, itu juga yang kita pikirkan. Tapi nanti akan kita tertibkan, termasuk di taman-taman lainnya," katanya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:juru parkirpemko medanpunglitaman ahmad yani medan
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jul 2018 16:33

    PD Pasar Jadi Polemik Pembahasan Pansus LKPJ 2017 DPRD Medan

    Persoalan PD Pasar Kota Medan menjadi polemik. Pansus LKPJ 2107 DPRD Medan menilai Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Rusdy Sinuraya kurang bijak.

  • Selasa, 29 Mei 2018 03:06

    Toleransi Menjadi Ciri Khas Masyarakat Medan

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Henry Jhon Hutagalung menyebutkan ikut melaksanakan puasa. Hal ini telah berlangsung dalam lima tahun terakhir.

  • Senin, 28 Mei 2018 14:40

    Rapat Paripurna, Ini Hasil LKPj 2017

    Kemudian Pemko Medan diharapkan secara konsisten memperjuangkan bersama apa yang telah disepakati dalam forum musrembang tanpa mengesampingkan faktor top down dan politis.

  • Selasa, 24 Apr 2018 21:16

    Ketua Komisi C Heran dengan Pemko Medan

    Para pedagang menuntut ketegasan terhadap penunjukan pengelola Pasar Pringgan. Mereka meminta agar SK Walikota yang memberikan PT Parben's yang mengelola dan perbaiki pasar.

  • Senin, 16 Apr 2018 00:28

    Tak Ada Solusi, Bangunan Milik Besan Jokowi Resahkan Warga Sebelah

    Sampai saat ini tak ada solusi dari Pemko Medan untuk menertibkan bangunan milik besan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresahkan warga, khusunya yang tinggal di sebelah, di Jalan Pon 3, Medan, Sumut.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir