Bank Sumut

Kisah Bang Is Tinggalkan "Dosa" di Labura

Oleh: Artam
Senin, 29 Jul 2019 01:05
Dibaca: 837 kali
drberita/istimewa
Kadis PU Medan Isa Ansyari.
Bobby Nasution Center
DINAMIKARAKYAT - Perjalanan karir Isa Ansyari sebagai pejabat pemerintah cukup mempesona. Namanya mulai terkenal sejak dirinya dipercaya menjadi Plt Kepala Dinas PU Labuhanbatu Utara (Labura)  tahun 2012 oleh Bupati Khairuddin Syah.

Saat itu dirinya menjabat Sekretaris Dinas PU Labura. Masuk tahun 2013, ia dilantik defenitif menjadi Kepala Dinas oleh Bupati Labura Kharuddin Syah alias Haji Buyung.

Seiring berjalannya waktu yang penuh dengan lika-liku, Isa Ansyari pun akhirnya ditendang oleh Haji Buyung. Tak ada lagi harapan mendapatkan kursi basah di Kabupaten Labura. Tahun 2017 Isa Ansyari nekatkan diri hijrah ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Meski dirinya sempat "parkir" di Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi. Namun keberuntung selalu datang menghampiri. Tak dapat jabatan basah di Provinsi Sumatera Utara, Isa Ansyari masih bisa bernapas lega.

Kedekatannya dengan seorang pengusaha yang selalu mendapatkan kue APBD, saat dirinya kepala dinas di Kabupaten Labura, membuat pria yang akrab disapa Bang Is ini kembali mendapatkan posisi basah dari penguasa.

Berkat bantuan sang pengusaha, tahun 2018 akhirnya Bang Is dilantik oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin menjadi Kepala Dinas Lingkungan.

Bang Isa ternyata punya hoki. Tak disangka Dzulmi Eldin senang padanya. Kemampuannya membangun komunikasi dengan pengusaha membuat Eldin merasa bahagia.

Awal 2019 pun kembali Bang Is mendapatkan posisi basah yang pernah diperankannya di Kabupaten Labura. Bang Is kembali dilantik menjadi Kepala Dinas PU Medan oleh Walikota.

"Bang Is itu punya talenta. Di Labura dia cukup capek pasang badan untuk bosnya (bupati), cukup cukup la dia diperiksa polda. Tapi akhirnya dia dibuang juga, mungkin karena KPK yang masuk dan memeriksa bupati," ucap Asril Hasibuan di Medan, akhir pekan.

Koordinator LSM Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Permak) ini cukup kenal dengan Bang Is. Asril merupakan putra daerah labura yang hidup di Kota Medan. Namun sejak Bang Is bertugas di Medan, belum pernah dirinya berkomunikasi dengan penentu kue APBD Dinas PU Medan itu.

"Aku asli anak Labura. Jadi aku tahu betul kisah "dosa" dan sepak terjangnya. BDB Sumut tahun 2013 yang ke Labura itu, dia yang memback-upnya. Makanya waktu diperiksa Polda dia masih ada di sana, sejak KPK memeriksa kasus pengembangan dari tersangka yang ditangkap di Jakarta itulah mulai muncul tanda-tanda bupati membuangnya," terangnya.

Asril mengaku mengetahui semua BDB Sumut tahun 2013 yang ke Pemkab Labura. "Ada semua datanya dengan kita BDB Sumut ke Labura, jadi kita tahu mana dan dimana celahnya. Paham kalilah Bang Is ini kalau soal BDB itu," cetusnya sambil tersenyum.

Soal fee 7% BDB Sumut 2013 yang diakui mantan Sekda Labura Fuad Lubis ke penyidik KPK dan Hakim Tipikor di Jakarta, kata Asril, Bang Is pun sudah paham. "Sudah pernah lah, jadi Bang Is itu pasti pahamlah harus bagaimana membagi kue-kue di PU Medan, tak mungkin ikan diajari berenang," kata Asril mengakhiri. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bdb sumutisa ansyarikue apbdpu laburapu medan
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Jan 2020 12:13

    Ayah Saksi, Mahyudi Terkejut Ada Transfer Rp200 Juta Masuk Rekening dari Isa Ansyari

    Dalam menutupi proses penyetoran uang untuk biaya perjalanan dinas tersangka Walikota Medan Dzulmi Eldin ke Jepang yang berasal dari Kadis PU Isa Ansyari, saksi menggunakan rekening orang tuanya.

  • Jumat, 17 Jan 2020 11:25

    Pengkuan Iswar, Suherman dan Emilia di Pengadilan Tipikor Medan

    Saksi di antaranya Kadis Perhubungan Iswar Lubis, Kadis BP2RD Suherman dan Kadis Ketahanan Pangan Emilia Lubis bersama sembilan orang saksi lainnya yang hadir dalam persidangan terdakwa Kedis PU Isa Ansyari.

  • Rabu, 15 Jan 2020 17:47

    Rekanan Minta Plt Kadis PU Medan Profesional Kelola Anggaran 2020

    Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap Kadis PU Isa Asyari dan Walikota Medan Dzulmi Eldin harus menjadi cermin Plt Kadis Zulfansyah untuk profesiaonal mengelola anggaran tahun 2020.

  • Jumat, 10 Jan 2020 03:12

    Fikri Harahap Ungkap Fee Proyek dari Kontraktor ke Isa Ansyari

    Kasi Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Medan Fikri Harahap, yang menjadi saksi di persidangan mengungkapkan bahwa Kadis PUPR Isa Ansyari menerima uang Rp 6 miliar dari kontraktor atau rekanan.

  • Rabu, 25 Des 2019 01:12

    Ternyata Selain Isa, Ada 5 Pimpinan OPD Pemko Medan yang Setor Uang ke Dzulmi Eldin

    Lalu dari, Benny Iskandar selaku Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang sejumlah Rp250 juta dan Johan selaku Sekretaris Dinas Pendidikan sejumlah Rp100 juta dan Edwin Effendi selaku Kepala Dinas Kesehatan sejumlah Rp 100 juta.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir