Jokowi Datang ke Medan, Aktivis Antikorupsi Jadi Korban

Oleh: Muhammad Artam
Sabtu, 04 Nov 2017 07:45
Dibaca: 1.386 kali
drberita
Azhari Sinik.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Kisah teragis terjadi di Kota Medan. Paska kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Medan, beberapa waktu lalu, seorang aktivis antikorupsi Azhari Sinik menjadi korban kekerasan orang tak dikenal (OTK).

Azhari Sinik merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhari Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), yang konsen pada pemberantasan korupsi di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Jumat 3 November 2017 pagi, seusai sholat subuh, ia ditabrak OTK mengendarai mobil di Jalan AR Hakim Medan simpang Halat.

Saat itu pria berkulit hitam dan berambut putih ini mengendarai sepeda motor metic sepulang dari masjid dan mau membeli makanan untuk serapan pagi. Namun naas tidak terduga, pagi itu Azhari Sinik dengan luka parah di wajah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Madani, tidak jauh dari lokasi.

Azhari Sinik juga merupakan pencetus 'Medan Kota Sejuta Lobang' yang menentang penghargaan IAA kategori 'Medan Kota Terbaik'. Penghargaan itu diterima Walikota Medan Dzulmi Eldin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Seiring dengan pergerakan yang dilakukan Azhari Sinik dan kawan-kawan antikorupsi di Kota Medan, yang menentang penghargaan tersebut, Presiden Jokowi datang ke Kota Medan. Kedatangan Jokowi saat itu dalam rangka kunjungan kerja sekaligus bersilaturahim ke rumah calon menantunya Bobby Nasution di Komplek Perumahan Setia Budi Indah (Tasbi).

Dan tidak disangka-sangka oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin, esok paginya Presiden Jokowi berserta rombongan mengelilingi Kota Medan sebelum berangkat ke lokasi kunjungan kerja.

Jokowi saat itu melihat kondisi jalan di Kota Medan yang rusak parah dan berlobang-lobang. Hari itu juga Jokowi menyatakan 'Kalau tidak segera dikerjakan, saya duluan yang kerjakan'.

Spontan kondisi jalan di Kota Medan yang sudah tiga tahun terakhir dibiarkan rusak viral di media sosial. Hari itu juga ramai netizen membicarakan kondisi jalan berloang di Kota Medan.

Azhari Sinik dan kawan-kawan yang sejak awal sudah menetang penghargaan 'Medan Kota Terbaik' terus melakukan pergerakan dengan mengadakan diskusi publuk dan menyampaikan pernyataan sikap di sejumlah media cetak dan elektronik.

Tak hayal, Walikota Medan Dzulmi Eldin menjadi sorotan. Kedatangan Presiden Jokowi dan kritikan para aktivis antikorupsi membuat Dzulmi Eldin panik. Perbaikan jalan pun terus dilakukan oleh Walikota Medan dengan "membabibuta' di semua kecamatan.

Meski demikian, Azhari Sinik dan kawan-kawan antikorupsi di Kota Medan terus melakukan pergerakan untuk mengawal perbaikan jalan yang dilakukan Pemko Medan. Perbaikan jalan yang dilakukan itu jauh sekali perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kecurigaan pun muncul akan terjadinya kebocoran APBD tahun 2017 ini. Azhari Sinik dan kawan-kawan antikorupsi sudah mencium gejala itu. Mereka juga menyerukan warga Kota Medan untuk ikut mengawal perbaikan jalan yang dilakukan Pemko Medan.

Selain soal jalan, Azhari Sinik dan kawan-kawan juga menyoroti sejumlah persoalan di Kota Medan, di antaranya soal papan reklami yang tidak jelas pajak dan PAD nya. Begitu juga soal pembangunan podomoro deli city, parkir, sampah, listrik, air PDAM, dan lain sebagainya.

Azhari Sinik menduga aksi teror yang menimpa dirinya akibat dari pergerakannya dan kawan-kawan antikorupsi menyoroti jalan berlobang dan papan reklame yang mengemplang pajak di Kota Medan.

"Kalau filing saya, ini dari kasus jalan berlobang dan papan reklame. Dua ini (jalan dan papan reklame) yang banyak mafianya, filing saya itu," cetus Azhari Sinik, Jumat malam 3 November 2017, di rumah sepulang dari rumah sakit.

Meski wajah masih dalam kondisi luka diperban, Azhari Sinik tetap bersemangat mengaja kawan-kawan antikorupsi untuk mengawal kinerja Pemko Medan yang terindikasi melakukan korupsi.

"Ini baru awal permainan, kita tetap lanjutkan ini sampai ke ranah hukum," tegas Azhari. (art/drc)

Editor: admin

T#g:azhari sinikdzulmi eldinjalan berlubangjalan rusakjokowi datang ke medankorupsi apbdPresiden Jokowi
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Minggu, 22 Apr 2018 12:58

    Pilpres 2019: Jokowi Vs Gatot Bisa Terjadi

    Mantan Panglima TNI itu minimal harus mendapat dukungan dari gabungan partai yang memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional. Saat ini, Gatot hanya mengandalkan sejumlah kelompok relawannya.

  • Senin, 16 Apr 2018 01:46

    Mantan Bupati Tapteng Dipanggil Kejati Sumut

    DINAMIKARAKYAT - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung dipanggil penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam kasus dugaa korupsi dana hibah kepada

  • Senin, 16 Apr 2018 00:28

    Tak Ada Solusi, Bangunan Milik Besan Jokowi Resahkan Warga Sebelah

    Sampai saat ini tak ada solusi dari Pemko Medan untuk menertibkan bangunan milik besan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresahkan warga, khusunya yang tinggal di sebelah, di Jalan Pon 3, Medan, Sumut.

  • Senin, 16 Apr 2018 00:26

    Pemuda Lira Minta Kejati Sumut Usut APBD Deliserdang Tahun 2017

    Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Deliserdang Edi Anto meminta pihak Kejati Sumut mengusut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 yang diduga digunakan untuk dana sosialisasai calon incumben di Pilkda Deliserdang 2018.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir