Bank Sumut

Mereka Yang Sudah Merdeka!

Sabtu, 17 Agu 2019 12:02
Dibaca: 121 kali
ilustrasi
HUT RI ke 74.
By: Asyari Usman (Wartawan Senior)

DRBerita | Sebagaimana ritual mewah-meriah setiap tahun di Istana Negara, Istana Gubernur, Istana Bupati, Istana Walikota, hari ini juga akan berlangsung peringatan kemerdekaan RI ke-74. Dengan segala tayangan kehebatan segelintir orang. Mereka itulah yang sudah lama dan sudah banyak menikmati kemerdekaan.

Mereka datang ke Istana dengan kendaraan supermewah. Dengan busana serba baru dan 'high class'. Tas tangan puluhan juta. Sepatu belasan juta. Jam tangan ratusan juta.

Mereka telah lama menikmati kemerdekaan di atas penderitaan rakyat miskin. Ada yang menyandang sebutan konglomerat, pengusaha besar, presiden, mantan presiden, ketua DPR, menteri, mantan menteri, ketua MA, ketua MK, dirut BUMN, komisaris BUMN, gubernur, bupati, anggota badan-badan negara, para petinggi berbintang yang memiliki piaraan, dan banyak lagi.

Mereka memiliki kekayaan tunai miliaran, belasan miliar, puluhan miliar, ratusan miliar, sampai triliunan.

Mereka yang sudah merdeka! Merdeka dari kekurangan. Merdeka dari kesulitan hidup. Yang telah lama merdeka dari panas terik matahari. Merdeka menikmati fasilitas perawatan medis kelas dunia. Merdeka menggunakan pesawat jet pribadi, terbang dengan first class, business class. Duduk-duduk di lounge bandara dengan sajian makanan-minuman serba mewah dan melimpah-ruah.

Merekalah yang telah mengumpulkan kekayaan pribadi dengan berbagai cara. Cara yang halal, setengah halal, atau dengan segala cara. Banyak mereka yang mengumpulkan kekayaan dengan cara yang haram dan sangat tidak terhormat.

Merekalah yang bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke luar negeri. Membeli rumah atau apartemen mewah di kota-kota mahal. Memiliki rekening bank dalam dollar, pound-sterling, euru, yuan, yen, dll. Berliburan secara reguler dengan fasilitas serba luks.

Merekalah yang sudah lama merdeka. Telah lama merdeka menipu rakyat, memeras rakyat, menzalimi rakyat.

Tetapi, setelah 74 tahun, masih banyak rakyat Indonesia yang belum merdeka. Belum merdeka dari kemiskinan. Belum merdeka dari kesulitan hidup dan himpitan ekonomi. Belum merdeka dari profesi pemulung sampah. Belum merdeka dari status gelandangan.

Masih banyak yang meminta-minta di jalanan. Masih banyak yang terpaksa menghuni kandang hewan. Makan seadanya. Tidak bisa menikmati air bersih.

Masih banyak yang harus berdagang asongan pada usia sekolah. Atau terpaksa putus sekolah demi membantu keluarga.

Masih banyak yang belum merdeka di tengah kemeriahan upacara dan acara peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2019 ini.

Petani kecil, petani buruhan, petani sawit dan karet satu hektaran atau lebih kecil lagi, masih belum merdeka dari kesewenangan harga. Semua petani kecil masih belum merdeka dari apa yang disebut dengan bangga sebagai 'mekanisme pasar' oleh para liberalis-kapitalis.

Silih berganti pemeritah membanggakan prestasi mereka. Ada yang bangga dengan proyek-proyek infrastruktur utangan. Bangga dengan tol laut dan tol darat yang sama sekali tidak terkait dengan rakyat miskin. Bangga mengundang investor RRC yang membawa tenaga kerja mereka sendiri. Bangga dengan BUMN yang seharusnya memakmurkan rakyat tetapi malah menyusahkan.

Ada yang bangga membantu bank-bank pengkhianat dengan uang BLBI, tapi akhirnya ratusan triliun lenyap begitu saja dan kasusnya dianggap kedaluarsa. Ada yang bangga membantu Bank Century 6.7 tirliun tapi ternyata sebagian besar ditilap oleh penerima bantuan.

Hari ini, rakyat miskin tidak berubah. Mereka tak mampu meng-upgrade dan meng-update status hidup mereka. Mereka masih bergelut di sekitar beras 2 kilo sehari. Masih terus kucing-kucingan dengan penagih sewa rumpet (rumah petak) 600 ribu sebulan di daerah atau sejuta di Jakarta.

Itulah rakyat Anda, wahai para penguasa yang sedang merayakan hari kemerdekaan. Mereka itulah saudara sebangsa dan setanah air Anda, wahai para konglomerat, wahai para pengusaha kaya-raya.

Hari ini, sebagai basa-basi nasionalisme, kalian teriakkan "Merdeka!" dengan kepalan tinju. Tapi mereka, rakyat kecil itu, seseungguhnya belum merdeka seperti kalian.

Merdeka..!
17 Agustus 2019

Editor: admin

Sumber: fnn.co.id

T#g:hut rikemerdekaan republik indonesiankri
Berita Terkait
  • Minggu, 18 Agu 2019 20:09

    Rayakan HUT RI ke 74, 1.355 Karyawan PTPN3 Terima PMP

    Hadir dalam acara Direktur Produksi dan Pengembangan, Direktur Keuangan, Senior Executive Vice President, Kepala Divisi, Biro, Bagian, serta seluruh undangan.

  • Minggu, 18 Agu 2019 18:19

    AKRS di TMP Medan Terasa Berbeda: Edy Bicara Danau Toba

    Malam itu, seluruh lampu di TMP dimatikan. Suasana hening amat terasa. Hanya kegelapan yang terasa menyelimuti lokasi. Beberapa saat kemudian, cahaya dari api obor mulai menerangi lokasi.

  • Sabtu, 17 Agu 2019 12:46

    HUT RI ke 74, Koko Dapat Tugas Baca UUD di Kemenpora

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjuk Koko Ardiansyah sebagai petugas pembaca naskah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Koko bertugas dalam upacara HUT ke-74 RI di Kemenpora.

  • Sabtu, 17 Agu 2019 00:41

    Edy Rahmayadi Kukuhkan 66 Anggota Paskibraka

    66 anggota Paskibraka terlihat sudah siap menjalankan tugas mengibarkan bendera pusaka pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2019, di Lapangan Merdeka, Medan.

  • Sabtu, 17 Agu 2019 00:15

    Pemko Medan Rekayasa Jalan tuk Meriahkan HUT RI ke 74

    Sebanyak 80 kenderaan hias akan melintasi rute-rute yang telah ditetapkan dan dipastikan seputaran Jalan Diponegoro hingga Lapangan Merdeka akan dipenuhi warga menyaksikan pawai.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir