Bank Sumut
  • Home
  • Suara Anda
  • Jika Bandit Berhasil Merebut KPK, Dipastikan Badan Antikorupsi Ini Akan Hancur

Jika Bandit Berhasil Merebut KPK, Dipastikan Badan Antikorupsi Ini Akan Hancur

Selasa, 13 Agu 2019 00:33
Dibaca: 106 kali
ilustrasi
Gedung Merah Putih KPK.
Oleh Asyari Usman (Wartawan Senior)

DRBerita - 
Proses pemilihan capim (calon pimpinan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini mendekati tahap akhir. Panitia seleksi (pansel) calon pimpinan KPK beberapa hari lalu mengumumkan 40 orang yang lulus tes psikologi.

Hasil tes ini dikritik keras oleh LSM antikorupsi, Indonesian Corruption Watch (ICW). ICW merasa tak puas. Tampaknya, mereka bisa melihat tanda bahaya pada komposisi 40 orang yang lulus itu. Ada indikasi KPK hendak digiring agar dipimpin oleh orang-orang yang ditengarai akan melindungi para koruptor tertentu.

Anehnya, anggota pansel, Hendardi (dari LSM Setara Institute), pasang badan. Dia balik mencela ICW. Dikatakannya, ICW nyinyir dan tidak bisa mengatasnamakan publik. Padahal, Hendardi paham bahwa ICW adalah LSM yang sudah dikenal lama dan memiliki integritas untuk berbicara tentang korupsi.

ICW banyak tahu tentang korupsi. ICW juga mengerti kesulitan yang dihadapi dalam upaya pemberantasan korupsi. Karena itu, ICW tidak bisa dianggap memiliki kepentingan pribadi (vested interest) dalam proses pemilihan pimpinan KPK. Hendardi sangat tendensius ketika mengatakan ICW punya kepentingan pribadi.

Hendardi menjadi sangat aneh. Ketika ICW mengutarakan ketidakpuasan publik terhadap ke-40 orang yang lulus tes psikologi, Hendardi menanggapinya dengan gaya yang mencurigakan. "Pansel bukan alat pemuas ICW," ujar Hendardi.

Sangat pantas banyak yang curiga terhadap bahasa Hendardi itu. Seolah dia sedang membawa misi tersendiri di pansel capim KPK. Sangat patut diduga Hendardi punya misi untuk mengantarkan orang-orang tertentu sampai ke kursi pimpinan KPK.

Kali ini, entah mengapa, banyak orang kuat yang mengincar posisi komisioner di KPK. Kelihatannya, ada pihak yang sedang bekerja keras untuk menggiring agar pimpinan KPK jatuh ke tangan mereka. Ketara sekali. Mudah dibaca apa yang sedang terjadi.

Tetapi, kalau para bandit itu berhasil merebut KPK, hampir pasti badan antikorupsi ini akan hancur berantakan. Akan menjadi alat pemerasan. Akan dijadikan alat untuk mencari duit besar.

Bersiap-siaplah melihat KPK akan berubah menjadi Komisi Pemerasan dan Kongkalikong (KPK).

Selain itu, KPK di tangan para bandit akan menjadi alat untuk melindungi berbagai kejahatan korupsi yang dilakukan oleh para pemegang kekuasaan, dan pencoleng kekayaan negara. KPK akan menjadi pelindung koruptor. Akan menjadi Komisi Pelindung Koruptor (KPK). Karena itu, seluruh rakyat harus terus-menerus memantau manuver para bandit yang pasti akan melakukan segala cara agar pimpinan KPK bisa mereka rebut.

Upaya mereka untuk mencaplok KPK harus dilawan oleh semua kekuatan publik. Termasuk para anggota DPR garis lurus dan ormas-ormas yang 'genuine' antikorupsi. Jangan biarkan KPK dijadikan alat untuk memeras para terduga atau tersangka koruptor. Atau sebaliknya menjadi alat untuk menghambat penyelidikan korupsi oleh orang-orang tertentu.

Pansel capim KPK kali ini, pantas dipertanyakan. Banyak keanehan yang terjadi dalam seleksi administrasi. Sebagai contoh, mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, dinyatakan tidak lulus seleksi admin. Tak bisa dimengerti apa kekurangan Pak Pigai. Semua orang tahu 'track record' (rekam jejak) beliau.

Publik tahu integritas Pigai. Bolak-balik dia menolak tawaran jabatan publik supaya dia tidak ribut. Pigai adalah orang yang tidak pernah berkompromi dengan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Ini mungkin kelemahan beliau.

Saya pribadi mengenal sejumlah pengacara dengan reputasi, kapasitas dan integritas tinggi yang tak lulus seleksi. Sangat mengherankan. Tapi, bisa juga tak mengherankan kalau para anggota panselnya berkepribadian seperti Hendardi.

Tak terbayangkan bagaimana jadinya KPK periode mendatang. Semoga saja masih ada waktu untuk mencegah konspirasi kekuatan jahat yang ingin merebut pimpinan KPK.

Editor: admin

Sumber: fnn.co.id

T#g:Capim KPKkorupsikpk
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Agu 2019 19:26

    Sujamrat Amro Tak Sendiri Lagi, Sudah Ada 1 Teman

    Setelah melakukan proses penyidikan yang panjang, Tipikor Polda Sumut menahan Direktur PT Rian Makmur Jaya (RMJ) Junaedi, Senin 19 Agustus 2019 malam.

  • Selasa, 13 Agu 2019 00:18

    Dana Bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara, Jaksa & Polisi Dimana?

    Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumatera Utara didesak segera mengusut tuntas dana miliaran rupiah yang digunakan untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dari 142 desa di Kabupaten Batubara.

  • Jumat, 09 Agu 2019 20:03

    Selamat Datang Asintel Andi Murji Machfud di Sumut

    Posisinya digantikan Andi Murji Machfud yang sebelumnya Kepala Sub Direktorat Pertahanan dan Keamanan pada Direktorat Ideoologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan Jamintel Kejagung RI.

  • Jumat, 09 Agu 2019 17:07

    Untuk Efek Jera Tindak Pidana Korupsi Hukuman Mati Harus Diperluas

    Perbuatan korupsi tidak menunjukkan angkat penurunan baik dari segi jumlah orang atau pelaku yang melakukan perbuatan perbuatan korupsi, maupun dari segi nilai rupiahnya.

  • Jumat, 09 Agu 2019 15:50

    2 Paket Proyek PUPR Jadi Korban Dinas Kesehatan Sergai

    Proyek pembangunan gudang Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Serdang Bedagai (Sergai) terkesan dipaksakan. Karena proyek tersebut mengorbankan dua aset yang dibangun pada tahun 2017.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir