Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Zainal Sinambela: Kamar Kelas 3 BPJS Kesehatan Harus Ditambah

Zainal Sinambela: Kamar Kelas 3 BPJS Kesehatan Harus Ditambah

Sabtu, 09 Nov 2019 13:40
Dibaca: 198 kali
drberita/istimewa
Korprov MP BPJS Sumut Zainal Sinambela.
DRberita | Efek dari kebijakan pemerintah menaikan iuran BPJS Kesehatan khususnya di kelas 1 dan 2 berdampak pada meningkatnya gerakan warga untuk pindah ke kelas 3.

Hal ini karena kelas 3 adalah iurannya termurah yakni Rp 42 ribu, dibanding kelas 1 Rp 160 ribu dan kelas 2 Rp 110 ribu.

Gerakan pindah kelas peserta BPJS kesehatan sudah terjadi di banyak daerah, sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Demikian disampaikan Zainal Sinambela Koordinator Provinsi Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Korprov MP BPJS) Sumut dalam keterangan persnya di Medan, 9 November 2019.

"Sikap warga saat ini nampaknya banyak turun kelas dari kelas 1 atau 2 pindah ke kelas 3. Itu bagi yang mampu, bagi yang tidak mampu ya akan menambah jumlah peserta menunggak saja," ucapnya terkait keputusan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Atas fenomena sosial itu Zainal Sinambela meminta kepada pemerintah untuk menambah jumlah fasilitas kamar kelas 3 di tiap RS mitra BPJS Kesehatan.

"Efek dari gerakan pindah kelas itu pasti membludaknya kebutuhan fasilitas kamar kelas 3, sekarang saja fasilitas kamar rawat inap sering penuh, apalagi dengan berpindahnya peserta BPJS Kesehatan dari kelas 1 dan 2 ke kelas 3, jumlah peserta BPJS Kesehatan kini tembus lebih dari 222 juta orang" katanya.

Hingga 1 Juli 2019, BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 2.341 rumah sakit mitranya telah terakreditasi. Data Kemenkes, kamar untuk kelas 1, luasnya minimal 12 meter persegi/tempat tidur. Kelas 2 minimal luas adalah 10 meter persegi/tempat tidur, dan 7,2 meter persegi/tempat tidur untuk kelas 3.

Pemerintah pun mewajibkan RS pemerintah memiliki minimal 30% kamar kelas 3 dan RS swasta punya minimal 20% kamar kelas 3. Berdasarkan data Kemenkes, kamar kelas 3 merupakan yang terbanyak.

Dari 310.710 tempat tidur di rumah sakit, sekitar 40%-nya berada di kamar kelas 3. Berikut perinciannya.

Kelas VVIP 11.037 tempat tidur (3,55%), Kelas VIP 24.936 tempat tidur (8,03%), Kelas 1; 48.018 tempat tidur (15,45%), Kelas 2; 61.529 tempat tidur (19,80%), Kelas 3; 126.696 tempat tidur (40,78%) dan Ruang rawat inap lainnya 38.494 tempat tidur (12,29%).

"Keterbukaan informasi, kepastian pelayanan kesehatan dan tersedianya kamar rawat inap menjadi sangat penting, jangan sampai iuran sudah naik 100% namun pelayanan masih buruk, kamar rawat inap selalu penuh, antrian pasien yang mengular, stok obat dan darah kosong, dan lainnya tidak boleh terjadi lagi itu," pungkas Zainal Sinambela. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: Pers Rilis

T#g:bpjs kesehataniuran bpjszainal sinambela
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Nov 2017 00:11

    BPJS Kesehatan Tidak Tanggung Biaya Perobatan 8 Penyakit Kronis

    Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berencana tidak akan tanggung semua biaya perobatan delapan penyakit kronis.

  • Rabu, 16 Agu 2017 00:44

    Waduh, RS Columbia Asia Belum Ada BPJS

    Rumah Sakit Columbia Asia di Jalan Listrik Medan ternyata tidak menjalin kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan. Padahal rumah sakit ini telah menjadi rujukan pasien dalam berobat.

  • Senin, 14 Agu 2017 22:17

    BPJS Medan Protes ke Rumah Sakit Siloam

    Kepala Cabang BPJS Kota Medan Ari Dwi Aryani meminta pihak rumah sakit bisa menyediakan lokasi bagi mereka yang lebih baik untuk melayani pasien.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir