Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Tengku Erry Ternyata Tidak Seperti yang Dikira

Tengku Erry Ternyata Tidak Seperti yang Dikira

Oleh: Muhammad Artam
Selasa, 12 Des 2017 16:11
Dibaca: 1.155 kali
drberita/istimewa
Gubsu Tengku Erry Nuradi (tengah) Wagubsu Nurhazijah Marpaung, mantan Gubsu Syamsul Arifin, Pratisi Hukum Hamdani Harahap, mantan anggota DPRD Medan Martius Latuperisa, Moderator Joharis Lubis.
DINAMIKARAKYAT - Suara sumbang yang terus mengkritisi Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, yang katanya antikritik ternyata tidak benar.

Acara 'ngobrol bareng Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi' di Garuda Plaza Hotel, Senin 11 Desember 2017 malam, menjawab atas suara sumbang tersebut.

Digagas oleh LSM Gerbrak pimpinan Saharuddin, Tengku Erry Nuradi ternyata tidak seperti yang dikira oleh banyak orang.

Acara ngobrol bareng tersebut ternyata dibuat atas permintaan Tengku Erry Nuradi agar bisa secara langsung menjawab komentar-komentar warga tengtang Sumatera Utara.

"Acara ini sudah lama saya minta untuk dibuat. Saya orangnya aktif di media sosial, saya melihat semua kritikan di medsos, saya mau menjawabnya, kalau di medsos banyak jawab-jawaban, lebih baik langsung seperti ini," ujar Tengku Erry mengawali acara ngobrol bareng.

Tengku Erry datang ke lokasi acara bersawa Wakil Gubernur Nurhazijah Marpaung. Selain itu ada juga mantan Gubsu Syamsul Arifin, mantan Anggota DPRD Medan Martius Latuperisa dan praktisi hukum Hamdani Harahap.

Acara dimulai pukul 21.00 Wib sampai 23.30 wib. Tengku Erry dengan lugas menjawab semua pertanyaan yang disampaikan warga. Di antaranya soal jalan rusak, pendidikan sistem online dan soal Pasar Aksara.

Satu persatu pertanyaan warga dijawab Tengku Erry dengan detail. Soal jalan provinsi yang rusak, kata Erry, saat ini kondisinya tidak lebih dari 20 persen.

"Dibandingkan tahun 2013 sampai 2015, jalan kita sudah lebih baik saat ini, sejak 2016 sampai 2017. Kita (Pemprov Sumut) sudah melakukan perbaikan mencapai 84 persen. Jalan mantap kita sudah 84 persen," kata Erry.

"Kita melakukan perbaikan sesuai dengan kemampuan keuangan, provinsi kita ini memiliki jalan sepanjang 3000 kilometer lebih. Alhamdulillah, sejak tahun 2016 APBD kita terus naik, dan menjadi sejarah bisa tembus 10 triliun lebih," sebutnya.

Soal jalan provinsi menuju kawasan wisata Bukit Lawang, lanjut Erry, sudah bertahap perbaikkannya dilakukan. Kembali lagi dengan kemampuan keuangan provinsi, untuk tahun selanjutnya bisa ditanya langsung kepada Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi.

"Bisa tanya langsung kepada kadisnya, pak haris, dia ada di sini," kata Erry menjawab pertanyaan warga Kabupaten Langkat.

Tengku Erry tidak hanya cuap, tenyata dia juga membawa sejumlah kepala SKPD untuk langsung bisa ditanya oleh warga yang hadir di lokasi acara ngobrol bareng. Ada Kepala BPKAD Agus Tripriono, Kadis BMBM Haris Lubis, Kadis Kominfo Fitriyus, Kepala Biro Humas dan Keprotokolam Ilyas Sitorus serta lainnya.

Ngobrol semakin hangat ketika Tengku Erry menjawab persoalan yang sempat viral di medis sosial, yaitu soal penerimaan siswa melalui sistem online (PPDB). Erry menjawab dengan tegas persoalan itu sudah selesai.

"Kepala sekolahnya (SMA 2 dan SMA 13) sudah diganti. Dan siswanya sudah diperintahkan untuk pindah sekolah, ini keputusan yang pahit. Tapi harus kita lakukan untuk sebuah perubahan. Saya juga terkena imbasnya, banyak kawan-kawan kita tidak bisa lagi menitipkan anaknya disekolah favorit. Kita harus siap menghapus KKN dengan sistem ini, Alhamdulillah, anak orang miskin, anak petani dan nelayan, bisa masuk ke sekolah seperti SMA Negeri 1. Sekarang jaman semakin maju, sistem ini sudah terkoneksi dengan KPK, kita harus siap berubah, dengan cara ini kita menghapus sistem yang tidak benar, tapi masih ada yang mencoba. Ini yang pertama, ke depan akan lebih baik lagi kita lakukan untuk pendidikan di Sumut," terang Erry disambut moderator acara Joharis Lubis yang merupakan akademis Universita Negeri Medan. "Yang bertanya kurang browsing google, ketinggalan informasi," serunya sambil tertawa diikuti peserta acara lainnya.

Terakhir, Tengku Erry menjawab pertanyaan seorang ibu yang merupakan pedagang di Pasar Aksara Medan. Pasar Aksara terbakar beberapa waktu lalu, dan para pedagang menuntut pembangunan kembali.

Erry menjelasakan bahwa Pasar Aksara berada di atas lahan 9000 meter. Pemko Medan hanya memiliki lahan 3000 meter, sisanya 6000 meter milik developer.

"Waktu presiden Pak Jokowi datang acara munas Kahmi, ia bertanya soal ibu-ibu yang demo menangis, saya bilang soal kebakaran pasar aksara, Pak Jokowi ngajak ke sana, langsung saya telpon Walikota Medan Pak Dzulmi Eldin, memalui beliau Kepala PD Pasar Pak Rusdy Sinuraya datang ke lokasi. Mereka yang menjelaskan ke presiden," sebut Erry.

"Dari situ saya ketahui lahan Pasar Aksara 3000 meter, 6000 meter milik pengembang. Kan mau dibangan fly over, macet kali di situ (simpang empat). Makanya Pemko Medan sudah membeli lahan untuk relokasi pedagang, dananya untuk membangun sudah disiapkan, tinggal pengerjaannya dilakukan oleh Pemko Medan. Itu yang saya ketahui," sambungnya.

Tiga pertanyaan yang disampaikan warga semuanya telah dijawab dengan luwes oleh Gubernur Sumut tengku Erry Nuradi. Moderator Joharis Lubis kembali mengambilalih acara, namun karen waktu yang sangat singkat, Joharis menutup sesen pertanyaan.

Namun Joharis memastikan dua bulan ke depan ngobrol bareng dengan Gubernur Sumut ini akan dibuat kembali. "Maaf karena waktu yang tidak mendukung, ngobrol kita tutup. Dua bulan ke depan kita buat lagi seperti ini, iya kan Pak Gub," kata Joharis menyapa Tengku Erry.

Usai acara, terdengar Koordinator Acara Saharuddin bersuara pelan mengakui Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi ternyata pintar. "Pintar Gubsu ini," lirihnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:apbd sumuthotel garuda medanjalan rusakpasar aksarasaharuddin gerbraktengku erry nuradi
Berita Terkait
  • Senin, 24 Sep 2018 23:59

    Hati-hati, Aktivis Soroti KUA-PPAS APBD-P Pemprov Sumut

    Kalangan aktivis menengarai rencana penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan TA 2018, yang terlambat serta kesepakatannya harus ditandatangani dalam waktu sangat singkat, merupakan salah satu

  • Sabtu, 15 Sep 2018 00:11

    Tinjau Proyek Jalan Rusak, Ketua DPRD Binjai Datangi UPT Dinas PU Sumut

    Zainuddin Purba didampingi Anggota Dewan Maruli Malau dan Ambi, sempat terlihat ikut membantu mengurai kemacetan yang disebabkan truck BK 9899 CO bermuatan galian C masuk terperosok ke dalam lobang besar di tengah persimpangan Jalan Lincun.

  • Selasa, 31 Jul 2018 07:07

    Dugaan Kolusi Proyek Pendopo Rumdis Gubsu, MFH: Ok Henry dan Eric Aruan Harus Jujur

    Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz (MFH) meminta OK Henry selaku Kepala Inspektorat dan Eric Aruan selaku Kepala Biro Administrasi Pembangunan, harus jujur dan turut bertanggungjawab.

  • Senin, 30 Jul 2018 10:35

    DPRD Sumut Minta KPK Usut Proyek Pendopo Rumah Dinas Gubernur

    Aroma kolusi itu begitu kentara, saat proses lelang pekerjaan dengan harga penawaran sendiri (HPS) sebesar Rp 6.695.740.000,00 dan pagu Rp 6.696.000.000,00. KPK harus mengusut proyek ini.

  • Rabu, 18 Jul 2018 04:06

    Polda Sumut Janji Tangkap Pelaku Teror Jurnalis Medan dan 6 Pemain Judi di Hotel Garuda

    Polda Sumut berjanji akan menangkap pelaku teror terhadap Arif Tampubolon, jurnalis media online lokal di Medan dan menahan 6 pemain judi yang terekam dalam video penggerebekan di kamar Hotel Garuda Plaza Medan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir