Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Sumut Masuk 6 Besar Provinsi Penerima Anugerah Nirwasita Tantra

Sumut Masuk 6 Besar Provinsi Penerima Anugerah Nirwasita Tantra

Selasa, 13 Agu 2019 21:20
Dibaca: 125 kali
drberita/istimewa
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Ketua Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan dan Kadis Lingkungan Hidup Binsar Situmorang.
DRBerita - Provinsi Sumatera Utara masuk 6 besar dari seluruh provinsi di Indonesia, sebagai calon penerima Anugerah Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah memaparkan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup (IKPLHD) Provinsi Sumut di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

Di hadapan para panelis, Musa memaparkan langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut menangani pengelolaan lingkungan.

Ke enam provinsi yang masuk 6 besar di antaranya, Provinsi Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Barat, Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan. Selain kepala daerah, penilaian juga dilakukan kepada pimpinan DPRD di masing-masing provinsi.

Turut hadir pada wawancara tersebut Ketua Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Panggaribuan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Binsar Situmorang.

Penghargaan diberikan atas dasar penilaian dari DIKPLHD yang disusun setiap tahun oleh provinsi, kabupaten-kota. Setelah itu, baru tim penilai melakukan wawancara kepada kepala daerah yang terpilih.

Musa memaparkan beberapa upaya pengelolaan lingkungan oleh Pemprov Sumut, salah satunya kegiatan mempromosikan gerakan 3R (reduce, reuse, dan recycle) melalui pengembangan bank-bank sampah. Jumlah bank sampah yang terdata sebanyak 26 unit yang tersebar di kabupaten/kota dengan volume tabungan 54 ton/bulan.

"Jumlah penabung 3000 orang dan menyerap 300 orang tenaga kerja dengan omset Rp75 juta/bulan," kata Musa kepada panelis.

Upaya lain yang gencar dilakukan, kata Musa adalah menyadarkan generasi muda melalui pembinaan sekolah adiwiyata. Di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018, terdapat 7 sekolah Adiwiyata Nasional, 9 sekolah Adiwiyata Mandiri, dan 142 sekolah Adiwiyata Provinsi.

Selain itu Pemprov Sumut telah menandatangani kerja sama dengan beberapa lembaga dan perusahaan dalam rangka pengolahan sampah. Salah satunya penandatanganan BUMD PT PPSU dengan HGNS Inc mengenai pengelolaan sampah.

"Pemprov Sumut juga sudah menyusun draft peraturan gubernur tentang kebijakan dan strategi daerah mengenai pengelolaan sampah rumah tangga," paparnya.

Musa juga mengatakan pada tahun 2018 dilakukan penghijauan dengan menanam 84.430 pohon dan reboisasi melalui penanaman 1 juta pohon lebih (1.019.230 pohon). Bahkan salah satu lembaga swadaya masyarakat di Sumatera Utara melakukan restorasi kawasan mangrove melalui penanaman pada areal seluas 625 ha, meliputi Kabupaten Deliserdang, Langkat, Serdang Bedagai dan Kota Medan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono pada pembukaan wawancara kepala daerah, mengatakan wawancara yang dilakukan adalah bentuk optimalisasi kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk melihat harmonisasi relasi eksekutif dan legislatif, yang sangat penting dalam menjaga stabilisasi pemerintahan yang menentukan bagaimana fungsi lingkungan hidup dan kebutuhan publik lainnya.

Melalui penghargaan Nirwasita Tantra, diharapkan dapat terwujud pengelolaan lingkungan hidup yang semakin baik di daerah. Selain itu pemerintah juga ingin mendorong munculnya Green Leadership, dimana tidak hanya kepala daerah, namun juga para wakil rakyatnya menjadi semakin peduli dengan lingkungan hidup, dan ikut berperan dalam pembangunan di daerahnya sesuai dengan kewenangannya.

Ketua Tim Panelis Hariadi Kartodihardjo menyatakan bahwa, Nirwasita Tantra juga ingin menggali wawasan lingkungan hidup pada setiap Kepala Daerah. "Bagaimana melihat inovasi bisa diwujudkan, karena mungkin kepala daerah mempunyai inovasi, tetapi untuk mewujudkannya membutuhkan upaya, termasuk salah satunya mendapatkan dukungan politik dari DPRD nya," jelasnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:binsar situmorangdanau tobadinas lingkungan hidupmusa rajekshahsutrisno pangaribuan
Berita Terkait
  • Kamis, 22 Agu 2019 23:22

    Soal Limbah B3: Gubsu Wajib Evaluasi Disiplin Ilmu Binsar Situmorang

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi harus segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemprovsu yang terkesan tidak bermartabat. Salah satunya adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara Binsar Situmorang.

  • Minggu, 18 Agu 2019 18:19

    AKRS di TMP Medan Terasa Berbeda: Edy Bicara Danau Toba

    Malam itu, seluruh lampu di TMP dimatikan. Suasana hening amat terasa. Hanya kegelapan yang terasa menyelimuti lokasi. Beberapa saat kemudian, cahaya dari api obor mulai menerangi lokasi.

  • Kamis, 08 Agu 2019 13:00

    Musa: Tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah

    Seluruh potensi yang ada akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dikembangkan, selain Danau Toba yang kini menjadi proyek strategis Nasional.

  • Rabu, 07 Agu 2019 11:29

    Pemerintah Harus Audit Limbah Ternak Babi di Danau Toba

    Audit lingkungan hidup adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab usaha dan kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

  • Minggu, 04 Agu 2019 23:08

    Kadis LH Sumut Bungkam Soal Limbah Babi PT Allegrindo ke Danau Toba

    Binsar yang dikonfirmasi melalui WhatApp (WA) sampai saat belum memberi tanggapan terkait kalangan DPRD Sumut yang meminta dirinya bersikap tegas terhadap limbah PT Allegrindo Nusantara.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir