Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Rekanan Minta Plt Kadis PU Medan Profesional Kelola Anggaran 2020

Rekanan Minta Plt Kadis PU Medan Profesional Kelola Anggaran 2020

Rabu, 15 Jan 2020 17:47
Dibaca: 142 kali
drberita/istimewa
Kantor Dinas PU Medan
Bobby Nasution Center
DRberita | Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap Kadis PU Isa Asyari dan Walikota Medan Dzulmi Eldin harus menjadi cermin Plt Kadis Zulfansyah untuk profesiaonal mengelola anggaran tahun 2020.

Hal itu disampaikan Rekanan Proyek APBD Medan Muhammad Fauzi di Komplek Tasbi II, Kawasan Ringroad, Gagak Hitam, Rabu 15 Januari 2020.

"Zulfansyah dipercaya jadi Plt kepala dinas, ia harus tahu hal apa yang harus dihindarinya agar tidak terjadi lagi sesuatu yang mengarah pada tindak pidana korupsi di PU Medan. Apa langkah yang mau dibuat, harus bercermin pada kasus OTT Isa Ansyari dan Dzulmi Eldin. Itu ke itu juga masalahnya. Jadi sudah jelas ia harus bisa menghindari penyebab suap, apa-apa saja di dinasnya," kata Fauzi.

KPK melakukan OTT terhadap Isa Ansyari disebabkan adanya suap proyek puluhan miliar dari rekanan di Dinas PU Medan. Jumlah suap yang diminta Isa Asyari mencapai Rp 60 miliar. Hal itu sesuai dengan pengakuan Fikri Harahap, Kasi Drainase Dinas PU Medan pada persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, pekan lalu.

Fikri dalam persidangan mengaku dapat perintah dari Isa Ansyari untuk mengumpulkan fee proyek dari rekanan yang mengerjakan paket yang dimenangkan. Lantas uang fee proyek itu diserahkan Isa ke Dzulmi Eldin.

"Pengakuan Fikri itu menjadi fakta persidangan yang harus dipahami Zulfansyah untuk bekerja. Jangan ini kembali terjadi di 2020 ini. Zulfansyah harus profesional bekerja dan mengelola anggaran PU Medan tahun (2020) ini ," kata Fauzi.

"Ini tahun politik. Zulfansyah jangan sampai terjerat politik transaksional. Kalau rezeki, tak akan lari jabatan defenitif kadis di PU Medan," sambungnya.

Fauzi berharap Zulfansyah bisa menjadi leader yang profesional di Dinas PU Medan, agar Kota Medan bisa terlihat lebih cantik lagi. "Beliau (Zulfansyah) sosok yang tak ibadah dan juga pintar. Kita yakin dia bisa merubah kebiasaan (suap proyek) di PU Medan," kata Fauzi. (art/drc)

Editor: Bornok

T#g:dinas pu medankpk ott walikota medanott suap walikota medanpu medansuap walikota medan
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Jan 2020 19:19

    Pertama Sejak Berdiri, KPK Gelar Rekonstruksi Kasus OTT di Medan

    Rekonstruksi KPK ini bertujuan untuk melengkapi berkas perkara dan mengetahui gambaran peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Kadis PU Isa Ansyari.

  • Jumat, 17 Jan 2020 12:28

    Syamsul Fitri Bersikukuh Diperintah Walikota Medan

    Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim Abdul Azis maupun Jaksa KPK menanyakan, kalau bersisa sebesar Rp180 juta kenapa membengkak sampai Rp900 juta, lalu uang yang digunakan itu apakah berasal dari Dinas Perhubungan dan BP2RD sajakah?

  • Jumat, 17 Jan 2020 12:13

    Ayah Saksi, Mahyudi Terkejut Ada Transfer Rp200 Juta Masuk Rekening dari Isa Ansyari

    Dalam menutupi proses penyetoran uang untuk biaya perjalanan dinas tersangka Walikota Medan Dzulmi Eldin ke Jepang yang berasal dari Kadis PU Isa Ansyari, saksi menggunakan rekening orang tuanya.

  • Jumat, 17 Jan 2020 11:25

    Pengkuan Iswar, Suherman dan Emilia di Pengadilan Tipikor Medan

    Saksi di antaranya Kadis Perhubungan Iswar Lubis, Kadis BP2RD Suherman dan Kadis Ketahanan Pangan Emilia Lubis bersama sembilan orang saksi lainnya yang hadir dalam persidangan terdakwa Kedis PU Isa Ansyari.

  • Jumat, 10 Jan 2020 03:12

    Fikri Harahap Ungkap Fee Proyek dari Kontraktor ke Isa Ansyari

    Kasi Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Medan Fikri Harahap, yang menjadi saksi di persidangan mengungkapkan bahwa Kadis PUPR Isa Ansyari menerima uang Rp 6 miliar dari kontraktor atau rekanan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir