Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Puan & Yasonna Mundur dari Anggota Kerja Jokowi

Puan & Yasonna Mundur dari Anggota Kerja Jokowi

Jumat, 27 Sep 2019 23:30
Dibaca: 368 kali
drberita/istimewa
Puan Maharani dan Yasonna Laoly.
Bobby Nasution Center
DRberita | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly mengundurkan diri dari kabinet kerja Pemerintaan Joko Widodo (Jokowi). Alasannya, karena Yasonna akan dilantik sebagai anggota DPR 2019-2024 pada 1 Oktober mendatang.

Pada Pileg 2019 lalu, Yasonna menjadi calon legislatif PDI Perjuangan dari Dapil Sumut I. Yasonna sudah mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo per 27 September 2019. Kepala Biro Humas Kemenkumham Bambang Wiyono membenarkannya.

"Ya, karena tidak boleh rangkap jabatan," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat 27 September 2019 malam.

Dalam suratnya, Yasonna memohon pengunduran diri terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2019, tepat saat ia akan dilantik sebagai anggota DPR. Dalam surat itu ia juga menjelaskan bahwa tidak diperbolehkan rangkap jabatan sebagai anggota DPR dan menteri sesuai dengan pasal 23 UU Nomor 39 Tahun 2008.

Yasonna pun mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan selama ini.

"Selain itu, saya juga meminta maaf apabila selama menjabat sebagai menteri terdapat banyak kekurangan dan kelemahan," tulis dia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo akan menunjuk pelaksana tugas untuk menggantikan dua menteri yang akan dilantik sebagai anggota DPR pada 1 Oktober 2019.

"Kurang lebih sikap Pak Presiden mengangkat plt untuk beberapa jabatan menteri yang kosong, kan tidak banyak," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Bogor, Jumat 2 September 2019 lalu.

Dua menteri Jokowi yang akan dilantik sebagai anggota DPR yakni Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Keduanya berasal dari PDI Perjuangan.

Plt yang menggantikan keduanya akan mengisi kekosongan sampai masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla berakhir pada 20 Oktober.

"1 Oktober dilantik, nanti masih ada waktu 20 hari lagi (untuk Plt bekerja)," kata Pratikno. Hingga kini belum ada penunjukkan Plt untuk kedua jabatan itu.

Sementara informasi beredara, pengunduran diri Yasonna dan Puan terkait rencana Jokowi yang ingin mengeluarkan Perppu KPK. PDI Perjuangan infonya menolak Perppu KPK dikeluarkan Jokowi. (art/drb)

Editor: admin

T#g:pdi perjuanganPresiden Jokowipuan maharaniyasonna laoly
Berita Terkait
  • Sabtu, 22 Feb 2020 22:27

    AS Keluarkan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Ini Alasannya

    Meski demikian, diharapkan keluarnya Indonesia dari daftar negara berkembang AS tidak sampai mengganggu kinerja perdagangan internasional Indonesia, khususnya dengan AS.

  • Rabu, 19 Feb 2020 11:24

    Peneliti: Omnibus Law Perlu Dicurigai

    Keterlibatan publik dalam penyusunan rancangan undang-undang omnibus law masih minim. Hal itu erlihat dari banyaknya naskah RUU yang tidak mengakomodasi kepentingan khalayak luas.

  • Senin, 17 Feb 2020 10:20

    NasDem Tolak Prabowo Menteri Terbaik 100 Hari Kerja Presiden Jokowi

    Ketua DPP NasDem Irma Chaniago menolak fakta yang menunjukkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki kinerja terbaik selama 100 hari kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

  • Senin, 17 Feb 2020 10:07

    Dinilai Hina Jokowi, Dosen Unversitas Negeri Semarang Dibebastugaskan

    Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sucipto Hadi Purnomo dibebastugaskan dari semua kewajibannya. Sucipto dinilai telah menghina Presiden Jokowi dalam unggahan Facebook.

  • Rabu, 12 Feb 2020 22:39

    Jokowi Lantik Laksamana Madya TNI Aan Kurnia Kepala Bakamla

    Aan sebelumnya menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI sejak Maret 2018 lalu. Dia merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XXXII Tahun 1987.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir