Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Peringati Harkitnas, Komunitas Marhaenis di Sumut Helat Silaturahmi

Peringati Harkitnas, Komunitas Marhaenis di Sumut Helat Silaturahmi

Minggu, 21 Mei 2017 01:11
Dibaca: 562 kali
drberita/istimewa
Eksponen komunitas Marhaenis dan aktifis Marhaenis memperingati hari kebangkitan nasional.
DINAMIKARAKYAT -  Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sejumlah eksponen komunitas Marhaenis dan aktifis Marhaenis di Sumatera Utara menghelat silaturahmi bersama di Jalan Kejaksaan No. 4, Medan, Sabtu 20 Mei 2017.

Ketua Panitia silaturahmi, Barryono Basuki dalam sambutannya mengingatkan agar tidak melupakan hakikat Kebangkitan Nasional yang bertitikberat pada pembangunan pendidikan.

"Inti dari kebangkitan nasional itu adalah pendidikan. Pendidikan harus membuat kita pintar dan jauh dari keterbodohan, dan itu terbukti kita dihantar ke kemerdekaan," kata Barryono.

Kesempatan itu, ia juga mengingatkan substansi digelarnya Silaturahmi. Ia mengajak kalangan marhaenis di Sumatera Utara untuk kembali menjalin konsolidasi dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa termasuk di Sumatera Utara.

"Belakangan ini kita memilih bodoh dan tolol dan terkotak-kotak, karena itu kami mengajak komunitas Marhaen Sumut, mari kita samakan lagi semua dalam satu langkah, problem terpisahnya kita adalah karena tidak adanya komunikasi," kata Barryono.

Silaturahmi itupun di isi rangkaian pertunjukan seni yang mengangkat tema kebangkitan nasional dan situasi Indonesia kekinian.


Di antaranya pembacaan puisi oleh budayawan Sumut Idris Pasaribu, orasi politik Syamsul Hilal, monolog amanat peradaban oleh senior marhaenis Fredrick Onto Hutapea dan teatrikal dari kader GMNI Komisariat FIB USU.

Di penghujung silaturahmi, kalangan marhaenis pun mengucapkan Ikrar Prasetya Marhaenis. Yakni Pertama, senantiasa setia dan berjuang untuk keutuhan NKRI yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila UUD 1945.

Kedua, senantiasa setia dan berjuang untuk terwujudnya masyarakat adil dan makmur dengan landasan ideologi perjuangan Marhaenisme ajaran bung Karno.

Dan Ketiga, senantiasa setia dan berjuang untuk terwujudnya perdamaian dunia berdasarkan persamaan hak dan derajat serta saling hormat menghormati antara bangsa-bangsa di dunia.

"Dengan tema bangkit Marhaenis Sumatera Utara dan dilandasi situasi politik kekinian, para aktifis Marhaenis di Sumut merasa perlu menyatakan sikap dan mengingatkan kembali sumpah setia para Marhaenis tersebut," ujar Ketua Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kota Medan, Agus Salim.

Tampak hadir sejumlah eksponen komunitas marhaen dan kalangan aktifis marhaen lainnya, di antaranya tokoh pergerakan Marhaenis Tengku Jamli, Prof. Hiras, Togap Silitonga, Ketua KBM Sumut Dr. Kusbiantoro, Ketua PA GMNI Medan Jhon Andreas Purba, Ketua Korda GMNI Sumut Charles Munthe, Ketua GMNI Kota Medan Maman Silaban dan sejumlah tokoh lainnya. (oktav)

Editor: admin

T#g:hari kebangkitan nasionalkomunitas marhaenismarhaenisnkripancasila
Berita Terkait
  • Selasa, 01 Okt 2019 01:15

    Bahaya Laten Komunis: Ribuan Anggota PP Ikuti Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila

    Ribuan anggota Pemuda Pancasila (PP) ikuti malam renungan suci Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Ampera Pemuda Pancasila, Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

  • Sabtu, 17 Agu 2019 12:02

    Mereka Yang Sudah Merdeka!

    Mereka datang ke Istana dengan kendaraan supermewah. Dengan busana serba baru dan 'high class'. Tas tangan puluhan juta. Sepatu belasan juta. Jam tangan ratusan juta.

  • Sabtu, 13 Jul 2019 17:18

    Kompi Markas "Macan" Juara Nembak Antar Kompi Yonif Para Raider 433/JS

    Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS Mayor Inf Yudy Ardiyan Saputro mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melatih kemapuan dan kemahiran menembak senapan yang diikuti Perwira, Bintara dan Tamtama.

  • Sabtu, 06 Jul 2019 17:48

    Zaman Penjajahan Terulang Kembali: Bumiputera Jadi "Jongos" di Negeri Sendiri

    Pembuatan pasal itu tidak lepas dari sejara kolonial Belanda yang membagi penduduk nusantara menjadi tiga kategori, pertama bangsa Eropa, kedua Timur Asing yakni bangsa Cina dan Arab, dan ketiga pribumi.

  • Selasa, 02 Okt 2018 10:23

    Kami Bangga Jadi Musuh PKI

    Banyak nilai-nilai yang kita ambil dari peringatan sejarah seperti ini yakni nilai evaluasi bagi kita semua, nilai pendidikan bagi anak bangsa agar tidak terulang kembali hal-hal yang tidak baik seperti masa yang lalu, dan harapan kedepan bisa lebih baik

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir