Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Pendiri IMA Tapsel Sesalkan Bupati atas Sikap Satpol PP

Pendiri IMA Tapsel Sesalkan Bupati atas Sikap Satpol PP

Rabu, 11 Sep 2019 01:45
Dibaca: 439 kali
drberita/istimewa
Demo AMPERA depan perkantor Pemkab Tapsel.
DRberita | Petugas Satpol PP Pemkab Tapsel seharusnya memahami SOP pengamanan unjuk rasa yang sedang berlangsung. Jangan sesukanya bertindak kepada mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasinya, ini jelas sangat bertolak belakang dengan sifat demokrasi.

"Bupati Tapsel Sahrul Pasaribu tidak memiliki wibawa lagi atas kejadian itu, karena anak buahnya anggota Satpol PP telah mencedrai demokrasi di negarai ini, dalam menyampaikan pendapat," ucap Pendiri IMA Tapsel Syawal dalam keterangan persnya diterima wartawan, Selasa 10 September 2019.

Menurutnya, puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (AMPERA) yang berunjuk rasa di depan Komplek Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) di Sipirok, sudah ada pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian. Jadi seharusnya pihak Pemkab Tapsel, khususnya Satpol PP bisa bersikap kooperatif terhadap mahasiswa.

"Perlu belajar lagi sepertinya para satpol pp itu, atau kita suruh bupatinya yang berlatih SOP pengamanan unjuk rasa, biar tahu dia rasanya alam demokrasi ini. Jangan merasa gagah-gagahan dia menjadi kepala daerah, seperti orang yang dikultuskan seperti dewa," tandas Syawal. 

Diketahui, kericuhan terjadi antaran massa dari AMPERA dengan anggota Satpol PP dan pihak kepolisian Polsek Sepirok, Senin 9 September 2019. Saat massa menyampaikan aspirasi menuntut Bupati Tapsel untuk mengevaluasi dan mencopot Sekteris Daerah dan Direktur RSUD Sipirok.

Merasa kecewa aspirasinya tidak ditanggapi, massa mencoba menutup gerbang utama Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel dengan membentangkan spanduk. Beberapa orang Satpol PP langsung menyingkirkan karena ada mobil plat merah melintas.

Aksi saling dorong pun terjadi antara massa dengan Satpol PP, hingga salah seorang pengunjuk rasa terjatuh persis depan mibil plat merah. Melihat mahasiswa terjatuh, tiga orang dari Satpol PP mengangkat dan melempar ke pinggir jalan.

Akibat kejadian itu seorang pengunjuk rasa bernama Raynaldi Dongoran terlihat robek bajunya disebelah bahu bagian belakang akibat ditarik dan diseret oleh Satpol PP saat terjatuh.

Syawal mengajak seluruh pengaku kepentingan di Kabupaten Tapanuli Selatan agar lebih bijaksana menyikapi aksi unjuk rasa para mahasis dalam menyampaikan aspirasinya.

"Jika tidak ada mereka (mahasiswa) bisa apa kepala daerah, siapa yang mengingatkannya? Apa semuanya dia tahu yang terjadi di sana? kan mahasiswa juga yang dimanfaatkannya," tandasnya.

Jadi, kata Syawal, Bupati Tapsel Sahrul Pasaribu harus segera bersikap atas kejadian itu. "Jika Sahrul tidak mau duduk bersama dengan mahasiswa, jangan sesalkan gelombang unjuk rasa lebih besar agar bergerak menggiringnya ke penjara kpk," tegas pendidi IMA Tapsel ini. (art/drb)

Editor: admin

T#g:bupati tapseldemo mahasiswaima tapselrsud tapselsahrul pasaribusatpol pp pemkab tapselsyawal harahap
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Agu 2019 12:50

    Jaksa Sarankan Gubsu Ganti Kepala OPD yang Terlibat Kasus Suap Gatot

    Saran ini. lanjut Syawal hanya untuk memperkuat sistem birokrasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, agar lebih bermartabat lagi di ruang publik khususnya pemerintah pusat.

  • Jumat, 02 Agu 2019 22:51

    Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

    Ari Gusti Syahputra (22) warga Jalan Garu I Gang Cempedak, No. 72C, Medan Amplas, kena DO dengan surat keputusan No. 3.4.008/STMIK-TGD/WK-I/I/2019 ditandatangani olek Wakil Ketua I Bidang Akademik Zulfian Azmi ST, M.Kom tertanggal 30 Januari 2019.

  • Jumat, 12 Jul 2019 22:09

    PPGMTH Minta Kapolda Sumut Usut Korupsi Jalan di Padang Lawas Utara

    Mereka sangat mengharapkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ringan tangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi Kadis Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi Ramlan Nasution.

  • Jumat, 12 Jul 2019 21:44

    Ngotot, Mahasiswa Minta Walikota Medan Tutup Spa Tak Berizin

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan kami nilai tidak mampu menjaga elektabilitas Walikota Medan karena Peraturan Walikota Nomor 29 tahun 2014 terkesan ada pembiaran terhadap tempat hiburan malam dan SPA tanpa izin beroperasi.

  • Jumat, 12 Jul 2019 01:28

    Masyarakat Tabagsel Minta Kejatisu Usut Anggaran 2017-2018 Kota Sidimpuan

    Dalam orasinya massa meminta Kejatisu segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang Sidimpuan beserta kroni-kroninya terkait dugaan kejanggalan penggunaan anggaran tahun 2017.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir