Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Pendiri IMA Tapsel Sesalkan Bupati atas Sikap Satpol PP

Pendiri IMA Tapsel Sesalkan Bupati atas Sikap Satpol PP

Rabu, 11 Sep 2019 01:45
Dibaca: 863 kali
drberita/istimewa
Demo AMPERA depan perkantor Pemkab Tapsel.
Bobby Nasution Center
DRberita | Petugas Satpol PP Pemkab Tapsel seharusnya memahami SOP pengamanan unjuk rasa yang sedang berlangsung. Jangan sesukanya bertindak kepada mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasinya, ini jelas sangat bertolak belakang dengan sifat demokrasi.

"Bupati Tapsel Sahrul Pasaribu tidak memiliki wibawa lagi atas kejadian itu, karena anak buahnya anggota Satpol PP telah mencedrai demokrasi di negarai ini, dalam menyampaikan pendapat," ucap Pendiri IMA Tapsel Syawal dalam keterangan persnya diterima wartawan, Selasa 10 September 2019.

Menurutnya, puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (AMPERA) yang berunjuk rasa di depan Komplek Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) di Sipirok, sudah ada pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian. Jadi seharusnya pihak Pemkab Tapsel, khususnya Satpol PP bisa bersikap kooperatif terhadap mahasiswa.

"Perlu belajar lagi sepertinya para satpol pp itu, atau kita suruh bupatinya yang berlatih SOP pengamanan unjuk rasa, biar tahu dia rasanya alam demokrasi ini. Jangan merasa gagah-gagahan dia menjadi kepala daerah, seperti orang yang dikultuskan seperti dewa," tandas Syawal. 

Diketahui, kericuhan terjadi antaran massa dari AMPERA dengan anggota Satpol PP dan pihak kepolisian Polsek Sepirok, Senin 9 September 2019. Saat massa menyampaikan aspirasi menuntut Bupati Tapsel untuk mengevaluasi dan mencopot Sekteris Daerah dan Direktur RSUD Sipirok.

Merasa kecewa aspirasinya tidak ditanggapi, massa mencoba menutup gerbang utama Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel dengan membentangkan spanduk. Beberapa orang Satpol PP langsung menyingkirkan karena ada mobil plat merah melintas.

Aksi saling dorong pun terjadi antara massa dengan Satpol PP, hingga salah seorang pengunjuk rasa terjatuh persis depan mibil plat merah. Melihat mahasiswa terjatuh, tiga orang dari Satpol PP mengangkat dan melempar ke pinggir jalan.

Akibat kejadian itu seorang pengunjuk rasa bernama Raynaldi Dongoran terlihat robek bajunya disebelah bahu bagian belakang akibat ditarik dan diseret oleh Satpol PP saat terjatuh.

Syawal mengajak seluruh pengaku kepentingan di Kabupaten Tapanuli Selatan agar lebih bijaksana menyikapi aksi unjuk rasa para mahasis dalam menyampaikan aspirasinya.

"Jika tidak ada mereka (mahasiswa) bisa apa kepala daerah, siapa yang mengingatkannya? Apa semuanya dia tahu yang terjadi di sana? kan mahasiswa juga yang dimanfaatkannya," tandasnya.

Jadi, kata Syawal, Bupati Tapsel Sahrul Pasaribu harus segera bersikap atas kejadian itu. "Jika Sahrul tidak mau duduk bersama dengan mahasiswa, jangan sesalkan gelombang unjuk rasa lebih besar agar bergerak menggiringnya ke penjara kpk," tegas pendidi IMA Tapsel ini. (art/drb)

Editor: admin

T#g:bupati tapseldemo mahasiswaima tapselrsud tapselsahrul pasaribusatpol pp pemkab tapselsyawal harahap
Berita Terkait
  • Senin, 30 Sep 2019 22:31

    Mahasiswa Sumut: Aksi Kami Murni

    Dalam konfrensi persnya, Senin (30/9), Zulfahmi menyatakan mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu merupakan perwakilan dari STAIS, Unimed, UISU, UINSU, UMSU, ITM, dan UPU.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 12:02

    Dilema, Jokowi Sendiri & RUU KPK

    Sebuah pilihan yang sulit bagi Jokowi. Diteruskan akan berhadapan dengan mahasiswa! Tak diteruskan dengan Perppu KPK, bakal ditinggal Parpol Koalisi. Apalagi, BEM se-Indonesia menolak undangan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 11:25

    Aktivis 98 Akui Reformasi Telah Dikorupsi

    Situasi nasional yang berkembang saat ini, khususnya aksi mahasiswa dan pelajar yang menyampaikan aspirasinya harus secepatnya disikapi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

  • Jumat, 27 Sep 2019 23:08

    Polisi Vs Mahasiswa & Anak STM: Pagar Lapangan Benteng Medan Jebol

    Pukul mundur yang dilakukan kepolisian terhadap ribuan massa gabungan mahasiswa dan anak STM dengan water canon dan gas air mata mengakibatkan pagar besi lapangan benteng rubuh.

  • Jumat, 27 Sep 2019 22:36

    Polisi dan Anak STM Tawuran di Medan Jadi Tontonan

    Anak STM berpkaian putih abu-bau dan coklat pramuka terlibat saling lempar batu dengan polisi di Jalan Raden Saleh, depan Kantor Walikota Medan, Jumat 27 September 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir