Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • PMII Medan Kecewa Sikap Polisi Terlalu Reprensif Kepada Mahasiswa

PMII Medan Kecewa Sikap Polisi Terlalu Reprensif Kepada Mahasiswa

Rabu, 25 Sep 2019 22:21
Dibaca: 128 kali
drberita/istimewa
Ketua PC PMII Medan Joni Sandri Ritonga.
DRberita | Ketua PC PMII Medan Joni Sandri Ritonga kecewa terhadap sikap polisi yang terlalu reprensif kepada mahasiswa saat melakukan pembubaran paksa pada aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sumut.

Kekecewaan Joni semakin bertambah lantaran beberapa mahasiswa yang menjadi korban kekerasan polisi hingga berdarah-darah adalah teman-teman seperjuangannya.

"Mestinya begini, kalo polisi memberi izin demonstrasi, mestinya dikawal, diarahkan, bukan dipukuli," tegas Joni, Rabu 25 September 2019.

"Kalo sudah seperti itu, artinya mahasiswa berhadap-hadapan dengan polisi. Nah kami sedih dan prihatin terjadinya pemukulan itu," sambungnya.

Dikatakan Joni, walau bagaimana pun mahasiswa juga manusia. Seharusnya mereka diayomi dan dilindungi, sesuai semboyan polisi. Tak masalah demo mahasiswa dibubarkan jika melanggar aturan. Tapi jangan dipukuli.

"Tindakan untuk membubarkan oke, tapi untuk pemukulan no. Apakah negara kita seperti itu, main pukul?" cetusny.

"Mahasiswa inginnya ada forum untuk mediasi dengan kepolisian. Mereka itu berpegang pada pemberitahuan aksi dan izin yang diberikan kepolisian. Sementara belum waktunya sudah dibubarkan, pakai main kekerasan lagi," pungkasnya.

Diketahui, sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka setelah terjadi bentrok dengan kepolisian pada aksi demonstrasi menolak revisi undang undang KPK, KUHP dan lainya di kawasan gedung DPRD Sumut, Selasa 24 September 2019.

"Semua orang berhak menyampaikan aspirasi di manapun, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bubarkan dengan cara yang manusiawi, bukan sebaliknya main pukul," seru Joni. (art/drb)

Editor: admin

T#g:demo mahasiswajoni sandri ritongapmii medanruu kpkruu kuhp
Berita Terkait
  • Senin, 30 Sep 2019 22:31

    Mahasiswa Sumut: Aksi Kami Murni

    Dalam konfrensi persnya, Senin (30/9), Zulfahmi menyatakan mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu merupakan perwakilan dari STAIS, Unimed, UISU, UINSU, UMSU, ITM, dan UPU.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 12:02

    Dilema, Jokowi Sendiri & RUU KPK

    Sebuah pilihan yang sulit bagi Jokowi. Diteruskan akan berhadapan dengan mahasiswa! Tak diteruskan dengan Perppu KPK, bakal ditinggal Parpol Koalisi. Apalagi, BEM se-Indonesia menolak undangan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 11:25

    Aktivis 98 Akui Reformasi Telah Dikorupsi

    Situasi nasional yang berkembang saat ini, khususnya aksi mahasiswa dan pelajar yang menyampaikan aspirasinya harus secepatnya disikapi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

  • Sabtu, 28 Sep 2019 01:36

    Alasan Demo RUU, Polisi Tunda Laga 2 PSMS Medan Lawan Aceh United FC

    Pertandingan Liga 2 antara PSMS Medan lawan Aceh United FC pada Jumat 27 September 2019, di Stadion Teladan, harus ditunda karena alasan unjuk rasa mahasiswa dan siswa STM yang menolak revisi undang undang (RUU) KPK, KUHP, Pertanahan dan lainnya.

  • Jumat, 27 Sep 2019 23:54

    Kepulan Asap Gas Air Mata Selimuti Lapangan Benteng Medan

    Asap putih itu menjadi permainan bagi anak-anak STM yang ikut aksi demonstrasi penolakan revisi undang undang (RUU) KPK, KUHP, Pertanahan dan lainnya, Jumat 27 September 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir