• Home
  • Politik
  • Menteri Kesehatan "Bidik" Dana Desa Untuk Perbaikan Gizi

Menteri Kesehatan "Bidik" Dana Desa Untuk Perbaikan Gizi

Kamis, 05 Apr 2018 21:27
Dibaca: 79 kali
drberita/istimewa
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengakui, perbaikan gizi yang selama ini dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah stunting (gagal tumbuh) belum berjalan maksimal.

Pemberian makanan yang bergizi belum bisa menekan drastis angka stunting karena lingkungan di sekitar masyarakat pun menjadi persoalan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.

Untuk menyelesaikan persoalan ini pemerintah mencoba pendekatan dengan memaksimalkan dana desa yang sekarang sistemnya menggunakan Padat Karya Tunai.

Dana yang digunakan bisa untuk memperbaiki lingkungan sekitar sehingga kawasan bisa lebih sehat bagi balita yang nantinya mampu memberikan dampak baik bagi kesehatan.

"Dengan dana desa, khususnya program padat karya tunai, kementerian lintas sektor kan ikut di sana. Oleh karena itu tahun ini 100 desa akan dicoba. Titik poinnya adalah Posyandu, kita akan revitalisasi Posyandu," kata Nila di Istana Negara, Kamis 5 APril 2018.

Nila menjelaskan, intervensi pemerintah dalam meminimalisir staunting memang tidak bisa hanya dari makanan. Intervensi itu harus lebih spesifik misalnya dengan memberikan makanan yang kaya zat besi, kemudian akses air bersih, sanitasi, tranportasi dan sebagainya. Dengan demikian program ini harus dikerjakan oleh lintas sektoral seperti Kementerian Desa.

Dia menuturkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2013 jumlah anak penderita stunting sebesar 37,2 persen. Artinya, dari 10 anak Indonesia, dua diantaranya menderita gagal tumbuh.

Penyebabnya adalah kekurangan nutrisi secara kronis. Sejak bayi berada dalam kandungan, sang ibu tidak memberikan asupan bergizi. Itu menyebabkan sang ibu kekurangan gizi, demikian juga sang bayi.

Biasanya seorang anak yang lahir dalam kondisi stunting juga akan berlanjut dalam masa tumbuh kembangnya. Karena kekurangan informasi mengenai stunting, ibu tidak memberikan asi eksklusif, tidak memberikan makanan pendamping dan sebagainya.

Untuk penyembuhan, lanjut Nila, memang tidak mudah. Jika bayi ketika di dalam perut sudah kurang gizi maka berat lahir bakal rendah. Ada kesempatan untuk mengejar sekitar dua tahun.

"Tapi memang agak sukar. Biasanya hanya 15 persen naiknya dan IQ-nya tidak bisa melebihi jenius," ujarnya. (rep/drc)

Editor: admin

T#g:dana desamenkes nilamenteri kesehatan nilaperbaikan gizi
Berita Terkait
  • Kamis, 05 Apr 2018 22:44

    DPR Dukung Dokter "Cuci Otak" Dapat Penghargaan

    Inovasi yang dilakukan dokter Terawan dalam tindakan medis dinilai perlu sebagai penghargaan atas kompetensi yang dimiliki jenderal bintang dua tersebut.

  • Rabu, 20 Des 2017 00:00

    Gubernur Sumut Ingatkan Penggunaan DIPA Jangan Kejar Tayang

    Dengan rincian Rp21,54 triliun (DIPA) dan besaran dana transfer ke pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota termasuk Dana Insentif Daerah (DID) serta Dana Desa mencapai Rp40,92 triliun.

  • Rabu, 15 Nov 2017 11:29

    Pemkab dan Polres Madina MoU Dana Desa

    Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengikat nota kesepahaman bersama dengan Polres Madina dalam rangka pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan dana desa.

  • Selasa, 24 Okt 2017 00:01

    Sumut Terima Rp4,192 Triliun Untuk 5.418 Desa: Jangan Sampai Jadi Tersangka Penegak Hukum

    Kehadiran para pendamping desa dinilai sangat baik untuk membantu, menfasilitasi dan bekerjasama dengan aparatur desa agar penggunaan dana desa tepat sasaran dan berjalan sesuai aturan.

  • Senin, 09 Okt 2017 01:37

    Peranan Pendamping Desa Sangat Strategis Untuk Majukan Desa

    Mereka dituntut kreativitas dalam mewujudkan desa yang mandiri sehingga tidak semata hanya mengandalkan dana-dana bantuan dan dana transfer dari pemerintah pusat.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir