• Home
  • Politik
  • Menteri Airlangga Resmikan Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Sumut

Menteri Airlangga Resmikan Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Sumut

Selasa, 03 Okt 2017 19:53
Dibaca: 221 kali
drberita/istimewa
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.
DINAMIKARAKYAT - Program pendidikan vokasi industri resmi diluncurkan di Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka membangun 'Link and Match' antara SMK dengan Industri di Sumatera Bagian Utara.

Pelucuran tersebut meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau, di PT Medan Sugar Industri, Jalan Pulau Tanah Masa, KIM Tahap 2, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin 2 Oktober 2017.

Hadir dalam acara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, program vokasi industri di Provinsi Sumut terkendala dengan terbatasnya jumlah industri besar dan sedang. Akibatnya jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dibina sangat kecil dibandingkan jumlah sekolah yang ada di provinsi.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian menargetkan, sampai dengan tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK yang akan dibina dan berkerjasama dengan perusahaan industri yang tersertifikasi dengan hasil sebanyak 845.000 orang.

"Setelah peluncuran pada hari ini telah tercapai sebanyak 1.240 SMK dengan 412 perusahaan industri," sebut Airlangga.

Dia mengatakan program vokasi industri ini merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

"Kementerian Perindustrian meluncurkan program pendidikan vokasi industri dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan Industri, dengan harapan SMK ke depan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri," sebutnya.

Peluncuran program pendidikan vokasi industri di Sumut setelah dilaksanakan di wilayah Pulau Jawa melalui beberapa tahap. Tahap 1 di Jawa Timur, melibatkan 50 perusahaan industri dan 234 SMK oleh Bapak Wakil Presiden.

Tahap ke 2 di Jawa Tengah, melibatkan 117 perusahaan industri dan 392 SMK oleh kami bersama dengan Mendikbud. Tahap ke-III di Jawa Barat, melibatkan 141 perusahaan industri dan 393 SMK oleh Bapak Presiden Rl.

"Hari ini adalah tahap lanjutan di Sumatera Bagian Utara, di mana dilakukan penandatanganan perjanjian antara industri dengan SMK. Jumlahnya 104 perusahaan industri dengan 221 SMK yang diantaranya adalah 52 perusahaan di Sumut bekerjasama dengan 113 SMK," katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi tercatat beberapa permasalahan yang ditemui pada SMK, seperti kurikulum pendidikan yang digunakan belum mengakomodir kebutuhan kompetensi di industri dan masih bersifat broadbased.

Sementara industri membutuhkan kompetensi yang lebih spesialis. Kemudian, peralatan praktikum di SMK kurang memadai dari segi jumlah dan teknologinya sangat tertinggal dari industri.

"Belum lagi jumlah guru bidang studi produktif masih sangat terbatas hanya 22% dari jumlah guru SMK dan kurang memiliki pengalaman dalam hal praktik di industri," sebutnya.

Setelah Wilayah Sumatera bagian Utara, peluncuran Program Vokasi Industri akan diteruskan secara bertahap untuk provinsi DKI Jakarta dan Banten, serta Sumatera Bagian Selatan, meliputi Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung. (art/drc)

Editor: admin

T#g:airlangga hartartodinas pendidikan sumutindustri medanmenteri perindustrianPemprov Sumutsiswa smk
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Jun 2018 02:15

    Tengku Erry Percaya Dengan Sekda Sumut Sabrina

    Pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 66/TPA Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.

  • Minggu, 03 Jun 2018 01:48

    Zakat dan Infaq ASN Kantor Gubsu Tahun 2017 Senilai Rp2,7 Miliar Lebih

    Program khusus Ramadhan Berkah ini adalah menyalurkan 15.000 paket berupa uang senilai Rp4,5 miliar yang diberikan kepada para kaum dhuafa se-Provinsi Sumut melalui Baznas kabupaten/kota.

  • Minggu, 03 Jun 2018 01:31

    Gubsu: Zakat Berpotensi Mewujudkan Rasa Keadilan Sosial

    Zakat adalah salah satu ibadah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis, dan menentukan baik dari sisi hukum agama maupun dari sisi pembangunan ekonomi umat.

  • Sabtu, 26 Mei 2018 02:13

    Gubernur dan BPN Teken MoU Sertifikat Tanah Milik Pemprov Sumut

    Gubenur Tengku Erry Nuradi dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut Bambang Priyono menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang percepatan persertifikatan tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

  • Kamis, 24 Mei 2018 23:39

    LKPD ke BPK RI: Gubernur Sumut Motivasi Pemda Dapatkan WTP

    Yakni dengan meningkatkan kinerja, tanggung jawab dan integritasnya, sehingga dapat melaksanakan pengelolaan keuangan, aset maupun kekayaan daerah yang dipisahkan dengan baik dan taat azas.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir