Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Masyarakat Nias Kecewa, Djoss Menolak Pemekaran Provinsi di Sumatera Utara

Pilgubsu 2018

Masyarakat Nias Kecewa, Djoss Menolak Pemekaran Provinsi di Sumatera Utara

Rabu, 06 Jun 2018 03:54
Dibaca: 1.122 kali
drberita/istimewa
Penasehat KMN UPMI Medan Zaman Karya Mandrofa.
DINAMIKARAKYAT - Sudah 73 tahun Indonesia merdeka, namun Kepulauan Nias masih jauh tertinggal dari daerah lainnya baik di Sumatera Utara, sendiri apalagi dengan daerah lainnya pulau Jawa.

Sudah berulang terdengar janji kampanye saat pemilu baik Pemilihan Gubernur maupun Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang selalu memberikan angin surga bagi masyarakat Kepualauan Nias. Namun hasilnya nihil.

"Kalau bukan karena kejadian gempa dan tsunami beberapa tahun lalu, itu yang membuka mata dunia akan keberadaan Pulau Nias, mungkin sampai saat ini Kepulauan Nias tidak akan seperti saat ini," ujar Penasehat Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI Medan Zaman Karya Mendrofa SH, MH kepada wartawan, Selasa 5 Juni 2018.

Zaman Karya menyeritakan kala itu melalui serangkaian musyawarah para tokoh masyarakat baik yang berada di Kepulauan Nias maupun yang berada di luar Pulau Nias, Tokoh Adat dan kesepakatan 5 (lima) Kepala Daerah di Kepulauan Nias, akhirya mendeklarasikan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias pada tahun 2009.

Namun sangat disayangkan aspirasi masyarakat Kepualuan Nias untuk menjadi sebuah provinsi sebagai solusi untuk memajukan Pulau Nias sampai saat ini belum mendapat ketidaksetujuan dari pengabil kebiajakan di Provinsi Sumatera Utara.

Melalui prosesi pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernurs Sumatera Utara yang sedang berlangsung saat ini, aspirasi masyarakat di Kepulauan Nias juga belum mendapat titik terang untuk dukungan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias.

Seperti pasangan calon (paslon) Gubernur Sumut nomor urut 2 Djarot–Sihar. Pasangan yang dikenal dengan Djoss itu dengan tegas menyampaikan pendapatnya menolak pemekaran Provinsi Kepualaun Nias pada debat kandidat beberapa waktu lalu.

Penolakan itu disampaikan Djoss dengan dalih Sumatera Utara masih memiliki potensi yang bisa digali dan berjanji akan melakukan pemerataan pembangunan di Kepulauan Nias.

"Sihar dengan tegas menolak aspirasi masyarakat Kepulauan Nias ini menajdi sebuah provinsi," seru Zaman Karya.

"Bagaimana bisa janji Djoss bisa kami percaya dan yakin akan terlaksana? sementara telah berulangkali Gubernur sebelumnya menjanjikan hal yang sama, namun kenyataannya seperti dilihat saat ini. Kepulauan Nias masih jauh tertinggal dari daerah lain," sambungnya.

Zaman Karya merasa pesimis dengan janji yang disampaikan pasangan calon Djoss, apakah mampu membangun Kepulaun Nias sama seperti dengan pembangunan di daerah lainnya.

Hal itu dicetuskan Zaman Karya karena orang yang berjanji itu menurut mereka tidak begitu mengenal karateristik dan budaya nias, bahkan baru kali ini menginjakkan kakinya ke Pulau Nias. Itupun karena mau minta dipilih Pilgubsu.

Menurutnya, Kepulauan Nias itu memiliki karaketristik yang sama dengan Pulau Bali. Kita melihat Bali itu bisa berkembang karena merupakan sebuah provinsi yang dipimpin dan dikelola oleh putra daerahnya sendiri.

"Kami yakin Kepulauan nias bisa maju apabila berdiri sendiri dan dikelola oleh putra daerahnya sendiri yang lebih mengenal karateristik dan budayanya. Jadi tidak mungkin orang dari luar yang masuk bisa membangun Kepulauan Nias dan hal ini sudah dibuktikan selama bertahun tahun," tandasnya.

Seperti dikutip dari detik.com, pada debat perdana Pilgub Sumut 2018 di Santika Premiere Dyandra Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu 5 Mei 2018.

Sihar kembali menjawab. Kali ini dia menegaskan dirinya tidak setuju dengan adanya pemekaran di Sumatera Utara.

"Jawaban saya pendek, Saya tidak setuju adanya pemekaran provinsi di Sumatera Utara karena kami meyakini bahwa warga Sumatera Utara memiliki potensi kemampuan yang sangat luar biasa untuk menggali seluruh sumber daya alammnya, sumber daya manusianya, dan menjadikan Sumatera Utara provinsi yang sejahtera, berdaulat mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Terima kasih," tegas Sihar.

Sihar kembali ke tempat duduknya. Namun pembawa acara menyatakan masih ada waktu untuk menjawab. Djarot pun menyuruh Sihar menambahkan jawabannya.

"Mungkin saya perlu menekankan kembali adanya ketimpangan pembangunan di barat, tengah dan timur. Bahkan kalau saya melihat visi misi dari paslon nomor 1 ketimpangan ini tidak diadress dengan tepat dan akurat. Terima kasih," katanya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:djossKepulauan Niaspemekaran provinisi kepulauan niaspilgubsu 2018sihar sitoruszaman karya mandrofa
Berita Terkait
  • Senin, 16 Sep 2019 22:56

    ASN Polisikan Oknum Polisi ke Polres Nisel

    Oknum polisi Jimy Sitanggang (JS) dipolisikan seorang ASN Donisius ke Polres Nias Selatan (Nisel), Senin 16 September 2019. Laporan tersebut atas tuduhan pengancaman dan pemerasan.

  • Sabtu, 14 Sep 2019 23:13

    Minus Jokowi, Luhut Buka Acara Puncak Sail Nias 2019

    Namun beberapa menteri hadir diantaranya Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri DPDT Eko Putro Sandjojo, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti.

  • Jumat, 13 Sep 2019 22:01

    Diduga Oknum Polisi Polres Nisel Datang ke Rumah Warga Marah-marah

    Tiba-tiba masuk telpon dari nomor yang tidak dikenal dan menanyakan dimana posisi DL dan menyuruh membayar utang sembari memaki DL dengan kata-kata 'Banci Kau dan Bajingan Kau'.

  • Senin, 09 Sep 2019 13:47

    Yasonna Laoli Pantas Jadi Gubernur, Jika Jokowi Restui Pemekaran Kepulauan Nias

    Kepulauan Nias juga banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional yang tidak kalah baiknya dengan putra putri dari daerah lainnya. Terbukti dengan masuknya salah satu putra terbaik Kepualaun Nias Yasonna Laoli.

  • Minggu, 18 Agu 2019 19:26

    Dugaan Korupsi Bawaslu Sumut: Iwan Tero Dituding Sebagai Dalang

    Dugaan korupsi Bawaslu Sumut di Pilgubsu tahun 2018, satu per satu mulai terungkap. Mulai pengadaan barang, perjalanan dinas hingga kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir