Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Massa #2019TetapJokowi Kalah Banyak dengan Massa #2019GantiPresiden

Pilpres 2019

Massa #2019TetapJokowi Kalah Banyak dengan Massa #2019GantiPresiden

Minggu, 22 Jul 2018 17:33
Dibaca: 470 kali
drberita/istimewa
Massa #2019GantiPresiden.
DINAMIKARAKYAT - Massa pendukung #2019TetapJokowi terlihat kalah banyak dengan massa pendukung #2019GantiPresiden, yang melakukan deklarasi di kawasan Masjid Raya Al Mashun, Medan, Minggu 22 Juli 2018. 

Pantauan di lapangan, massa #2019TetapJokowi yang mengambil lokasi di Jalan Masjid Raya, persisnya di sisi kiri Masjid Raya dan di depan Taman Sri Deli Kota Medan, kalah banyak dengan massa #2019GantiPresiden yang posisinya di badan Jalan SM. Raja Medan, persisnya di depan Masjid Raya Kota Medan.

Massa pro Jokowi memakai kaos bertuliskan #2019TetapJokowi. Sedangkan massa pro ganti Jokowi memakai kaos #2019GantiPresiden.

Ketua Sekber Relawan Jokowi Tengku Erry Nuradi dalam orasinya meyakini bahwa 80 persen masyarakat Sumatera Utara akan mendukung Jokowi menjadi Presiden RI periode kedua.

"Setidaknya 60 persen, tapi bisa juga 70-80 persen, itu target kami dukungan masyarakat Sumut untuk Jokowi dua periode," tegas Erry.

Tengku Erry menyebutkan, masyarakat Sumut akan rasional menilai keberhasilan Jokowi memimpin Indonesia, khususnya Sumut selama menjadi Presiden.

Sejumlah pembangunan infrastruktur, kata Erry, seperti jalan tol, bandara dan sebagainya, telah dilakukannya. Keberhasilan Sumut memproduksi beras tahun 2017 dengan jumlah terbesar di Indonesia tidak terlepas dari peran Jokowi.

"Memang masih terdapat kelemahan, itu nanti yang akan disempurnakan. Jokowi telah berbuat dengan kerja nyata. Pembangunan dari Sabang sampai Merauke. Ini kira rasakan dan nikmati serta dilanjutkan lima tahun ke depan," tutup Tengku Erry.


Massa #2019TetapJokowi.

Sementara itu, perwakilan massa #2019GantiPresiden HR Muhammad Syafii menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya deklarasi #2019GantiPresiden untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pergantian presiden 5 tahun sekali adalah konstitusional.

"Kita menggugah agar partisipasi pemilih Presiden pada 2019 nanti lebih baik di Indonesia dan agar masyarakat paham bahwa memilih itu bukan sesuatu yang euforia. Tapi memilih itu adalah menentukan nasib bangsa," kata anggota Komisi 3 DPR RI dari Fraksi Gerindra ini.

Syafii menjelaskan bahwa fakta-fakta secara politik di mana tidak ada keadilan dari sisi hukum dan ekonomi. Di mana kekayaan kota dikuasai oleh pihak luar. Jadi kondisi ini tidak bisa dibiarkan sebagai pemangku kepentingan dan pemilik sah Republik Indonesia.

"Jadi 2019 harus benar-benar selektif untuk memilih presiden yang benar berpihak pada rakyat, cinta pada NKRI sehingga mampu menegakkan hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Ia mengatakan kelompok #2019GantiPresiden yang pertama membuat rencana acara dan terlebih dahulu sebulan mendapatkan izin acara dan kemudian ada izin yang juga dikabulkan menggelar acara bersamaan dari kelompok Jokowi 2 Periode, itu tidak menjadi masalah.

"Kita ingin membuktikan kalau kita sesama anak bangsa bisa menjaga kerukunan, bertoleransi menjaga kondusifitas. Karena meskipun pilihan berbeda kita mesti sadarkan, bahwa kita sama-sama anak bangsa Indonesia," tandas Syafii. (art/drc)

Editor: admin

T#g:#2019GantiPresiden#2019TetapJokowiPresiden Jokowi
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Jul 2018 01:18

    Iman Harahap: Nawacita Jokowi Gagal di Daerah Pinggiran Sumatera Utara

    Akan tetapi Nawacita Jokowi sebagai agenda prioritas tidak berbanding lurus, disebabkan banyak kejanggalan yang ditemui di lapangan dalam pengelolaan dana desa salah satunya di Kecamatan Ujungbatu dan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara.

  • Kamis, 19 Jul 2018 11:09

    Selesai Melantik 724 Perwira TNI, Jokowi dan JK Jenguk SBY

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dirawat di RSPAD.

  • Jumat, 01 Jun 2018 23:24

    Presiden Jokowi Ajak Rakyat Amalkan Nilai-nilai Pancasila

    Presiden RI Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan peringatan hari lahir Pancasila sebagai momen pengingat, pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

  • Senin, 14 Mei 2018 01:02

    Pilpres: Golkar Ingin Sosok Airlangga ataupun JK

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham merasa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berpengalaman untuk memilih pasangan untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

  • Senin, 07 Mei 2018 01:04

    IMM: Pemko Medan Terlalu Berlebihan Sikapi Atribut #2019GantiPresiden

    Tagar #2019GantiPresiden, #2019TetapJokowi atau #Jokowi2Periode merupakan pendapat rakyat secara konstitusional mengingat pemilihan presiden memang akan dilaksanakan pada tahun 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir