Bank Sumut

MK Tolak Permohonan "Citra Diri" PSI

Kamis, 24 Jan 2019 17:10
Dibaca: 279 kali
ilustrasi
Bendera PSI.
DINAMIKARAKYAT - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya menyatakan menolak permohonan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai baru ini mengajukan uji terkait frasa "citra diri" yang tertuang dalam UU 7/2017 (UU Pemilu) terhadap UUD 1945.

"Amar putusan mengadili, dalam pokok perkara, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung MK Jakarta, Kamis 24 Januari 2019.

Mahkamah berpendapat permohonan PSI selaku pemohon berkenaan dengan inkonstitusionalitas norma Pasal 1 angka 35 UU Pemilu sepanjang frasa "dan atau citra diri" tidak beralasan menurut hukum. Mahkamah mengatakan UU 48/2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden telah menjelaskan kampanye yang menampilkan citra diri calon atau pasangan calon tanpa mencantumkan visi, misi, atau programnya, dapat terhindar dari pengawasan penyelenggara Pemilu.

Karena itu, untuk mengatasi kelemahan regulasi pemilu sebelumnya UU Pemilu kemudian mengadopsi frasa "citra diri" dalam Pasal 1 angka 35 UU Pemilu. Dengan dimasukkannya frasa tersebut melalui penggunaan rumusan alternatif, maka tidak ada lagi kampanye Pemilu yang tidak dapat diatur dan diawasi.

"Dalam konteks ini, regulasi Pemilu sesungguhnya hendak menjaga agar kampanye berjalan secara adil dan dapat diawasi sehingga dapat menopang berjalannya pemilu secara jujur dan adil," ujar Hakim Konstitusi memaparkan pertimbangan Mahkamah.

Dengan demikian, Mahkamah menyebutkan tidak ada lagi peserta atau pihak lain yang mencoba untuk memanfaatkan celah hukum yang ada untuk berkampanye secara terselubung karena semuanya akan terjangkau oleh lembaga pengawas Pemilu. Selain itu, Mahkamah juga berpendapat keberadaan frasa "citra diri" sesungguhnya juga tidak membuka ruang untuk tindakan sewenang-wenang penyelenggara Pemilu.

"Dalam arti, penyelenggara Pemilu tidak dapat menafsirkan frasa tersebut secara lentur," lanjut Hakim Konstitusi.

Hal tersebut akan sangat sulit terjadi, sebab maksud yang dikandung frasa "citra diri" telah sangat jelas dan mencakup segala tindakan peserta pemilu terkait pencitraan dirinya. Kendati demikian, bila dalam pelaksanaan penyelenggara Pemilu penerapan norma tersebut dilakukan secara berbeda kepada peserta Pemilu, Mahkamah menilai hal itu lebih sebagai pelanggaran terhadap prinsip profesionalitas penyelenggara Pemilu dan bukan masalah konstitusionalitas norma. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: antara

T#g:mahkamah konstitusipilpres 2019psi
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Agu 2019 22:39

    Identitas OK Fadli Terungkap: Penipu Ngaku Anggota BIN

    Pertemuan terjadi di salah satu warung kopi dekat Terminal Pinang Baris. Penuh emosi, Hendry mulai buka suara. Ia mengenl OK Fadli cukup lama. Pria paruh baya itu mengatakan OK Fadli anggota BIN palsu.

  • Selasa, 20 Agu 2019 19:26

    Sujamrat Amro Tak Sendiri Lagi, Sudah Ada 1 Teman

    Setelah melakukan proses penyidikan yang panjang, Tipikor Polda Sumut menahan Direktur PT Rian Makmur Jaya (RMJ) Junaedi, Senin 19 Agustus 2019 malam.

  • Jumat, 16 Agu 2019 23:37

    Ngaku Anggota BIN, OK Fadli Bisa Atur Suara di KPU

    Praktek jual suara di Pemilihan Legislatif 2019 ternyata bukan isapan jempol. Harga satu suara dijual senilai Rp 65 ribu. Praktek politik hitam ini terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan kabupaten kota.

  • Selasa, 13 Agu 2019 00:33

    Jika Bandit Berhasil Merebut KPK, Dipastikan Badan Antikorupsi Ini Akan Hancur

    Kali ini, entah mengapa, banyak orang kuat yang mengincar posisi komisioner di KPK. Kelihatannya, ada pihak yang sedang bekerja keras untuk menggiring agar pimpinan KPK jatuh ke tangan mereka.

  • Selasa, 13 Agu 2019 00:18

    Dana Bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara, Jaksa & Polisi Dimana?

    Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumatera Utara didesak segera mengusut tuntas dana miliaran rupiah yang digunakan untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dari 142 desa di Kabupaten Batubara.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir