Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Kontrak Politik: Presiden KSPI Serukan Buruh Menangkan Prabowo di Pilpres 2019

Pilpres 2019

Kontrak Politik: Presiden KSPI Serukan Buruh Menangkan Prabowo di Pilpres 2019

Rabu, 02 Mei 2018 00:30
Dibaca: 198 kali
drberita/istimewa
Prabowo Subianto bersama ribuan buruh KSPI pada peringatan may day 2018.
DINAMIKARAKYAT - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta kepada seluruh elemen massa konfederasi buruh yang tergabung dalam KSPI berkomitmen dan bekerja keras memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden di 2019.

Hal ini disampaikan Said Iqbal saat berorasi dihadapan ribuan massa buruh KSPI di Istora Senayan, saat peringatan May Day, Selasa 1 Mei 2018.

"Pulang nanti siapkan dirimu kerja keras untuk menangkan Prabowo Subianto," kata Said Iqbal kepada ribuan massa buruh.

Said Iqbal menegaskan keputusan KSPI mendukung Prabowo merupakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada 28-29 April 2018.

Dalam Rakernas itu disepakati hanya Prabowo yang siap melakulam kontrak politik bersama buruh dan KSPI.

Iqbal melihat cita-cita Prabowo sesuai dengan apa yang saat ini sedang diperjuangkan para buruh. Dimana buruh menuntut turunkan harga sembako, dan listrik. Tingkatkan upaya dan daya beli buruh serta masyarakat Indonesia.

"Cabut perpres 20/2018, tolak upah murah dan tingkatkan KHL. Beri upah layak bagi pekerja honorer. Cabut outsourcing," ungkapnya. Dan harapan itu semua siap dijalankan oleh Prabowo.

"Kenapa pilih Prabowo. Karena hanya Prabowo yang berani tanda tangani kontrak politik dengan KSPI," ungkap Said Iqbal.

Sebelumnya KSPI juga telah menyepakati 10 tuntutan rakyat kepada calon presiden Prabowo Subianto. Kesepuluh tuntutan itu diantaranya, Pertama meningkatkan daya beli buruh dan masyarakat bawah, kedua menolak upah murah dengan mencabut mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan merealisasikan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Ketiga, menjalankan jaminan kesehatan kepada buruh dan rakyat berdasarkan prinsip yang adil. Keempat setop perbudakan modern berkedok outsourcing, honorer dan magang. Kelima menciptakan lapangan kerja bagi pekerja lokal, dan mencabut Perpres no.20 /2018 soal Tenaga Kerja Asing (TKA).

Keenam mengangkat tenaga honorer dan pekerja honorer menjadi pekerja tetap. Ketujuh mewajibkan sekolah 12 tahun dan beasiswa bagi anak anak buruh hingga perguruan tinggi. Kedelapan menyediakan transportasi pabrik buruh murah dan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Kesembilan, menyiapkan fasilitas rumah murah bagi pekerja dan buruh dengan uang muka 0 persen. Dan kesepuluh menuntaskan pendapatan pajak dan tax ratio melalui reformasi perpajakan yang berpihak pada buruh dan rakyat tidak mampu. (republika/drc)

Editor: admin

T#g:buruh kspimay daypilpres 2019prabowo subiantotenaga kerja asing
Berita Terkait
  • Kamis, 08 Nov 2018 17:40

    6 Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Jokowi, 1 Antaranya Kakek Gubernur DKI

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh. Satu di antaranya adalah kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan, menjadi Pahlawan Nasional.

  • Kamis, 09 Agu 2018 09:57

    Kata Fadli Zon, Bukan Mahar Tapi Logistik

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan yang dilayangkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait mahar sebesar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS agar menjadi cawapres Prabowo Subianto.

  • Kamis, 09 Agu 2018 09:36

    Pagi Ini Prabowo Dijadwalkan Jumpa SBY

    Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menerima Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kamis 9 Agustus 2018, pagi ini di kediamannya. Begini suasana di sekitar kediaman SBY jelang pertemuan.

  • Selasa, 31 Jul 2018 08:27

    Demokrat Koalisi Gerindra, Hinca: Kali ini kami turun full

    Berbeda saat 2014 lalu ketika Demokrat tidak mendukung salah satu pasangan calon, baik itu Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

  • Minggu, 29 Jul 2018 00:34

    AHY Selalu Diunggulkan Sebagai Cawapres

    Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan nama AHY juga masih terus dibicarakan dengan koalisi yang akan dibentuk oleh partainya dan kawan-kawan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir