Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Ketua Gerindra Sumut 'Mengkambinghitamkan' SK yang Ditandatangani Prabowo

Ketua Gerindra Sumut 'Mengkambinghitamkan' SK yang Ditandatangani Prabowo

Oleh: Muhammad Artam
Senin, 06 Nov 2017 23:17
Dibaca: 2.410 kali
drberita
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Parlinsyah Harahap.
DINAMIKARAKYAT - Pernyataan Ketua DPD Gerindra Sumut Gusirawan Pasaribu dinilai 'mengkambinghitamkan' SK yang ditandatangani oleh Ketua Umum Prabowo Subianto agar ia lepas dari konflik politik pergantian 14 Ketua DPC.

Mantan Dirut Bank Sumut itu terkesan cuci tangan dengan apa yang telah dilakukannya terhadap 14 Ketua DPC Gerindra. Seharusnya, Gusirawan berjiwa besar menjelaskan apa penyebab terjadinya konflik internal partai kepala burung garuda tersebut.

Bukan hanya 14 Ketua DPC yang merasakan dampaknya, namun sejumlah kader partai yang telah mengikuti pendidikan politik di hambalang juga menjadi korban.

Kondisi ini bakal bisa membuat suara Partai Gerindra di Sumut tergerus di pilkada serentak 2018 maupun pileg serta pilpres 2019. Kejadian Pilpres 2014 akan bisa terulang kembali di Sumut.

Situasi ini tidak dipungkiri oleh Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut Parlinsyah Harahap. Ia mengaku sudah apatis dengan kondisi Partai Gerindra di Sumut yang dipimpin oleh Gusirawan Pasaribu. 

"Saya sudah apatis. Mungkin pileg 2019 saya tidak mencalonkan lagi sebagai anggota dewan," cetusnya di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin 6 November 2017.

Menurutnya, pergantian 14 Ketua DPC Gerindra di Sumut sarat dengan kepentingan pribadi. Jika surat edaran (SE) menyebabkan 14 Ketua DPC itu diganti sebagai alasan Gusiwaran, kata Parlinsyah, sangat tidak masuk akal.

"Anggota DPRD kabupaten kota harus jadi pengurus DPC, anggota DPRD provinsi harus jadi pengurus DPD, ya harusnya anggota DPR RI jadi pengurus DPP, apa dia (Gusirawan) sadar itu? Ia harusnya di DPP, ini dia masih di Sumut, ada apa? tidak sesuaikan?" tutur Parlinsyah.

Masih mantan Ketua DPC Gerindra Paluta, harusnya SE yang dikeluarkan itu melihat kondisi kepengurusan partai secara global, tidak sepenggal-sepenggal seperti ini. "Apalagi ini menjelang pilkada serentak. Kan aneh," sebutnya.

Berdasarkan AD/ART partai, kata Parlinsyah, komposisi kepengurusan tidak mewajibkan posisi kader yang duduk di DPRD kabupaten kota harus menjadi pengurus DPC, begitu juga dengan posisi kader di DPRD Provinsi. "Peraturan jangan tumpang tindin. Ini partai, bukan perusahaan milik pribadi," cetusnya.

Parlinsyah juga merasa prihatin dengan kader-kader partai yang sudah dilatih di Hambalang. Akibat dari pergantian 14 Ketua DPC ini, mereka para kader terbaik hambalang dipensiunkan dari kepengurusan partai.

Seperti Bendahara DPC Gerindra Paluta Hakimmuddin Hasibuan dan Sekretaris Safwan Siregar. Kedua kader ini adalah lulusan terbaik Hambalang. "Mereka cuma jadi penasehat di DPC Paluta. Mereka ini lulusan terbaik hambalang," kata Parlinsyah.

Apa yang terjadi pada 14 Ketua DPC Gerindra semuanya akibat kominikasi yang tidak baik. Dan itu ada pada Gusirawan Pasaribu.

Informasi diperoleh juga menyebutkan bahwa pergantian 14 Ketua DPC bukan merupakan hasil rakorda di Medan Februari lalu, melainkan inisiatif pribadi dari Gusirawan Pasaribu.

Untuk melancarkan rencananya, Gusirawan Pasaribu yang duduk sebagai anggota DPR RI, telah melobi sejumlah pentinggi partai gerindra di DPP agar usulan pergantian 14 Ketua DPC yang dibuatnya, diterima dan ditandatangani oleh Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani. (art/drc)

Editor: admin

T#g:gusirawan pasaribuparlinsyah harahappartai gerindraprabowo subianto
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Agu 2018 09:57

    Kata Fadli Zon, Bukan Mahar Tapi Logistik

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan yang dilayangkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait mahar sebesar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS agar menjadi cawapres Prabowo Subianto.

  • Kamis, 09 Agu 2018 09:36

    Pagi Ini Prabowo Dijadwalkan Jumpa SBY

    Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menerima Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kamis 9 Agustus 2018, pagi ini di kediamannya. Begini suasana di sekitar kediaman SBY jelang pertemuan.

  • Selasa, 31 Jul 2018 08:27

    Demokrat Koalisi Gerindra, Hinca: Kali ini kami turun full

    Berbeda saat 2014 lalu ketika Demokrat tidak mendukung salah satu pasangan calon, baik itu Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

  • Minggu, 29 Jul 2018 00:34

    AHY Selalu Diunggulkan Sebagai Cawapres

    Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan nama AHY juga masih terus dibicarakan dengan koalisi yang akan dibentuk oleh partainya dan kawan-kawan.

  • Kamis, 19 Jul 2018 11:06

    Kata Prabowo, Bicara Koalisi Dengan Demokrat Setelah SBY Sembuh

    Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir