Bank Sumut

Pilpres 2019

Kata Fadli Zon, Bukan Mahar Tapi Logistik

Kamis, 09 Agu 2018 09:57
Dibaca: 31 kali
drberita/istimewa
Fadli Zon.
DINAMIKARAKYAT - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan yang dilayangkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait mahar sebesar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS agar menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Meski demikian kata dia, dalam menghadapi pilpres dibutuhkan dana untuk keperluan logistik dan menggerakkan mesin partai. Namun dana tersebut tidak menjadi pertimbangan dalam memilih cawapres.

"Saya kira enggak juga ya, tapi tentu kita perlu ada logistik. Dalam peperangan kita perlu logistik, dalam hal ini peperangan dalam tanda petik ya, pemilu. Tidak mungkin suatu kampanye aja di suatu tempat aja bisa memakan biaya," kata Fadli di Kertanegara, Jakarta, dikutip cnnindonesia.com, Kamis 9 Agustus 2018 dini hari.

Fadli mengatakan logistik merupakan komponen yang dibutuhkan selain strategi dan taktik dalam menghadapi pilpres.

"Jadi selain strategi, taktik, kita juga butuh logistik dan logistik ini kita juga berharap ada dana gotong royong dari setiap partai politik, kandidat, dari macam-macam lah," katanya.

Fadli mencontohkan Prabowo yang menjadi kandidat calon presiden, selama ini telah menggunakan dana pribadi untuk berbagai keperluan.

"Nanti siapapun juga harus ada kesiapannya, dan berapa anggarannya. Semuanya kita akan transparan, dan terbuka dan semua yang ada di sini adalah uang halal, logistik yang halal," ujarnya.

Akan tetapi, Fadli mengklaim baik Sandiaga maupun Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi dua nama kandidat cawapres Prabowo, belum menyatakan langsung kesanggupan untuk memenuhi persoalan logistik.

"Belum belum. Jadi kita harus membicarakan itu sebagai bekal utuk menghadapi pilpres. Kita kan butuh nyetak kaos, butuh saksi-saksi dan sebagainya," katanya.

Sehingga, Fadli menegaskan faktor kesiapan dana tidak menjadi variabel yang menentukan dalam posisi cawapres Prabowo maupun menjalin mitra koalisi.

Hal terpenting kata dia, adalah sebuah komitmen yang menunjukan keinginan perubahan agar tahun 2019 dapat pergantian kepemimpinan nasional.

"Berangkatnya dari situ. Kemudian kita juga mendalami persoalan yang dihadapi masyarakat, dari sisi ekonomi, politik sosial budaya," katanya.

"Dan terutama dari concern kami adalah dari sisi ekonomi, kebutuhan masyarakat makin sulit, lapangan kerja sulit, harga meningkat tajam, daya beli lemah, rupiah juga semakin anjlok dibanding mata uang lain. Hutang yang tinggi. Nah persamaan persepsi ini sudah terbangun," ujarnya.

Sebelumnya, Andi Arief dalam pesan singkat kepada wartawan mengatakan bahwa Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto di luar dugaan mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 M menjadi pilihannya untuk cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," kata Andi. (cnn/drc)

Editor: admin

T#g:andi ariffadli zonpartai demokratpartai gerindrapilpres 2019
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Agu 2018 09:36

    Pagi Ini Prabowo Dijadwalkan Jumpa SBY

    Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menerima Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kamis 9 Agustus 2018, pagi ini di kediamannya. Begini suasana di sekitar kediaman SBY jelang pertemuan.

  • Selasa, 31 Jul 2018 08:27

    Demokrat Koalisi Gerindra, Hinca: Kali ini kami turun full

    Berbeda saat 2014 lalu ketika Demokrat tidak mendukung salah satu pasangan calon, baik itu Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

  • Minggu, 29 Jul 2018 00:34

    AHY Selalu Diunggulkan Sebagai Cawapres

    Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan nama AHY juga masih terus dibicarakan dengan koalisi yang akan dibentuk oleh partainya dan kawan-kawan.

  • Kamis, 19 Jul 2018 11:09

    Selesai Melantik 724 Perwira TNI, Jokowi dan JK Jenguk SBY

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dirawat di RSPAD.

  • Kamis, 19 Jul 2018 11:06

    Kata Prabowo, Bicara Koalisi Dengan Demokrat Setelah SBY Sembuh

    Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir