Pilpres 2019

Kata Fadli Zon, Bukan Mahar Tapi Logistik

Kamis, 09 Agu 2018 09:57
Dibaca: 248 kali
drberita/istimewa
Fadli Zon.
DINAMIKARAKYAT - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan yang dilayangkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait mahar sebesar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS agar menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Meski demikian kata dia, dalam menghadapi pilpres dibutuhkan dana untuk keperluan logistik dan menggerakkan mesin partai. Namun dana tersebut tidak menjadi pertimbangan dalam memilih cawapres.

"Saya kira enggak juga ya, tapi tentu kita perlu ada logistik. Dalam peperangan kita perlu logistik, dalam hal ini peperangan dalam tanda petik ya, pemilu. Tidak mungkin suatu kampanye aja di suatu tempat aja bisa memakan biaya," kata Fadli di Kertanegara, Jakarta, dikutip cnnindonesia.com, Kamis 9 Agustus 2018 dini hari.

Fadli mengatakan logistik merupakan komponen yang dibutuhkan selain strategi dan taktik dalam menghadapi pilpres.

"Jadi selain strategi, taktik, kita juga butuh logistik dan logistik ini kita juga berharap ada dana gotong royong dari setiap partai politik, kandidat, dari macam-macam lah," katanya.

Fadli mencontohkan Prabowo yang menjadi kandidat calon presiden, selama ini telah menggunakan dana pribadi untuk berbagai keperluan.

"Nanti siapapun juga harus ada kesiapannya, dan berapa anggarannya. Semuanya kita akan transparan, dan terbuka dan semua yang ada di sini adalah uang halal, logistik yang halal," ujarnya.

Akan tetapi, Fadli mengklaim baik Sandiaga maupun Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi dua nama kandidat cawapres Prabowo, belum menyatakan langsung kesanggupan untuk memenuhi persoalan logistik.

"Belum belum. Jadi kita harus membicarakan itu sebagai bekal utuk menghadapi pilpres. Kita kan butuh nyetak kaos, butuh saksi-saksi dan sebagainya," katanya.

Sehingga, Fadli menegaskan faktor kesiapan dana tidak menjadi variabel yang menentukan dalam posisi cawapres Prabowo maupun menjalin mitra koalisi.

Hal terpenting kata dia, adalah sebuah komitmen yang menunjukan keinginan perubahan agar tahun 2019 dapat pergantian kepemimpinan nasional.

"Berangkatnya dari situ. Kemudian kita juga mendalami persoalan yang dihadapi masyarakat, dari sisi ekonomi, politik sosial budaya," katanya.

"Dan terutama dari concern kami adalah dari sisi ekonomi, kebutuhan masyarakat makin sulit, lapangan kerja sulit, harga meningkat tajam, daya beli lemah, rupiah juga semakin anjlok dibanding mata uang lain. Hutang yang tinggi. Nah persamaan persepsi ini sudah terbangun," ujarnya.

Sebelumnya, Andi Arief dalam pesan singkat kepada wartawan mengatakan bahwa Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto di luar dugaan mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 M menjadi pilihannya untuk cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," kata Andi. (cnn/drc)

Editor: admin

T#g:andi ariffadli zonpartai demokratpartai gerindrapilpres 2019
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jul 2019 20:57

    DKPP Hanya Berhentikan Yulhasni dan Benget dari Jabatannya di KPU Sumut

    Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Yulhasni dari jabatannya sebagai Ketua KPU Provinsi Sumatra Utara. Selain itu juga Benget Manahan Silitonga dari komisioner divisi teknis.

  • Minggu, 07 Jul 2019 17:37

    Menanti Hasil Kerja Komjel Pol Moechgiyarto

    Kerja Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Tito Karnavian untuk menyelidiki kematian sembilan orang di depan Bawaslu 21 dan 22 Mei 2019 harus menyetuh komandan tertinggi kewilayahan atau provinsi setempat.

  • Sabtu, 29 Jun 2019 17:02

    Bertemu di Kalibata, Hubungan SBY dan Megawati Membaik

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan hubungan Ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membaik.

  • Senin, 24 Jun 2019 16:00

    Silaturrahmi Keluarga Besar Muhammadiyah: Ciptakan Harmonisasi Umat

    Silaturrahmi Syawal 1440 H/2019 M Keluarga Besar Muhammadiyah dalam rangka menciptakan harmonisasi Umat di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, pascapilpres dan pileg tahun 2019.

  • Minggu, 17 Feb 2019 00:04

    Di Singapura, SBY dan Prabowo Tidak Ada Bicara Pilpres

    Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada bicara pilpres ketika berjumpa di Singapura.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir