Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • KPU Harus Waspada! Coklit Pilkada Bisa Jadi Bom Waktu

pilgubsu 2018

KPU Harus Waspada! Coklit Pilkada Bisa Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Feb 2018 22:43
Dibaca: 536 kali
drberita/istimewa
Hamdan Noor Manik
DINAMIKARAKYAT - Pemutahiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pada Pilkada 2018 dengan waktu selama satu bulan mulai 20 Januari sampai 18 Februari 2018, diprediksi akan menimbulkan masalah dan menjadi bom waktu.

Pengamat Sosial dan Budaya Hamdan Noor Manik mengatakan peroses pencoklitan yang dilakukan oleh KPU dengan mempekerjakan PPDP dalam proses pencocokan dan penelitian data pemilih bisa menimbulkan gejolak sosial yang begitu hebat.

"Dengan waktu yang tidak begitu lama lagi PPK harus melaksanakan pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), sedangkan PPDP dinilai belum bekerja secara profesional dan maksimal, ini sesuai dengan Peratauran KPU nomor 2 tahun 2017, KPU harus waspada," ujar Hamdan Noor Manik kepada wartawan di Medan, Rabu 7 Februari 2018.

Hamdan mencontohkan dirinya dan keluarganya yang sampai saat ini masih belum didata oleh PPDP, begitu juga tetangganya.

"Artinya masih banyak lagi yang belum didata dan terdata. Ada sih masa perbaikan tapi apa itu jaminan?" serunya.

Merujuk kepada pilkada sebelumnya, kata Hamdan Noor, masalah DPS dan DPT ini menjadi persoalan yang sangat serius karena menyangkut hak konstitusi masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang.

Menurutnya, untuk saat ini belum kelihatan permasalahannya tetapi ini bisa menjadi bom waktu saat penetapan daftar pemilih tetap pilkada yang akan datang.

"Akurasi DPS dan DPT ini akan berpengaruh pada data pemili saat pemilihan legeslatif dan pemilihan pilpres 2019," seru Hamdan.

Tidak singkronnya data yang dibuat oleh KPU, lanjut Hamdan, dipastikan ada yang merasa dirugikan terutama adalah pasangan calon kepala daerah nantinya.

"Ketika ada paslon yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, data pemilih lah yang pertama sekali menjadi akar persoalan dan ini selalu terjadi saat adanya sengketa pemilu di luar persoalan persoalan lainnya," jelasnya.

Abang kandung almarhum Ketua KPU RI Husni Kamil Manik ini meghimbau kepada para penyelenggara pemilu kiranya dapat bergotong royong menyelesaikan pencoklitan yang sedang berjalan, sehingga DPS dan DPT tidak menjadi persoalan yang dapat menjadi pemicu konfik sosial nantinya.

"Kita harapkan semua pihak beretika dan berbudaya dalam menyongsong pilkada yang tidak terlalu lama lagi. Sehingga Pilkada di Sumatera Utara menghasilkan pemimpin yang mempunyai legitimasi dan kuat suara rakyat sebagai penenentu kwalitas sebuah demokrasi," terangnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:coklithamdan noor manikKPUKPU Sumutpilgubsupilkada serentak
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Jul 2018 04:11

    Partai Demokrat Daftar ke KPU Sumut Diiringi Musik Drumband "Anak Medan"

    DPD Partai Demokrat mendaftarkan calon anggota legislatif (caleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut). Pendaftaran diiringi musik drumband lagu "Anak Medan".

  • Sabtu, 16 Jun 2018 08:22

    Dinamika Pilgubsu: Ketidaklaziman KTP-el dan Sikap Ambigu

    Esensi dari polemik yang ada bukan sah atau tidaknya KTP elektronik tersebut. Yang menjadi trigger hinggga isu lokal "beraroma" nasional ini menarik perhatian adalah stereotip yang terlanjur muncul.

  • Rabu, 06 Jun 2018 03:54

    Masyarakat Nias Kecewa, Djoss Menolak Pemekaran Provinsi di Sumatera Utara

    Namun sangat disayangkan aspirasi masyarakat Kepualuan Nias untuk menjadi sebuah provinsi sebagai solusi untuk memajukan Pulau Nias sampai saat ini belum mendapat ketidaksetujuan dari pengabil kebiajakan di Provinsi Sumatera Utara.

  • Senin, 04 Jun 2018 00:34

    ICW Ingatkan Masyarakat Sumut Jangan Salah Pilih

    Masyarakat Sumatera Utara diminta untuk melihat secara detail rekam jejak Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang bertarung di Pilkada 2018, bebas dari korupsi dan anti korupsi.

  • Kamis, 31 Mei 2018 01:42

    IMM Sumut Imbau Masyarakat Pilih Kepala Daerah Antikorupsi dan Peduli Pemuda

    Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia tidak akan lama lagi dilaksanakan, kurang dari satu bulan. Termasuk juga pilkada di Sumatera Utara, baik pemilihan Gubernur dan Walikota/Bupati.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir