Bank Sumut

Jokowi Bela Prabowo dari Serangan PKS

Kamis, 23 Jan 2020 10:30
Dibaca: 1.016 kali
drberita/istimewa
Jokowi & Prabowo
Bobby Nasution Center
DRberita | Presiden Joko Widodo (Jokowi) membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang mendapat kritik dari PKS lantaran kerap melakukan lawatan ke sejumlah negara. Jokowi menyebut kunjungan Prabowo ke luar negeri itu merupakan bagian dari diplomasi pertahanan.

"Jadi kalau ada yang mempertanyakan, Pak Menhan pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita, bukan untuk lain-lain," kata Jokowi dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, Kamis 23 Januari 2020.

Jokowi menyatakan orang-orang yang masih mempertanyakan kunjungan Prabowo ke negara lain berarti belum memahami soal diplomasi pertahanan.

Menurutnya, dalam kunjungan ke sejumlah negara itu, Prabowo juga sekaligus melihat alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang akan dibeli oleh pemerintah. Ia mengaku kerap berdiskusi dengan Prabowo terkait dengan alutsista yang akan dibeli.

"Bagus atau tidak bagus, bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semuanya dicek. Itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali, Banyak yang enggak tahu," ujarnya.

Jokowi lantas mengingatkan tantangan ke depan semakin berat. Salah satunya adalah semakin luasnya spektrum konflik di berbagai belahan dunia. Ia pun meminta jajarannya untuk memperkuat diplomasi pertahanan.

"Kita harus memperkuat diplomasi pertahanan untuk meredam ketegangan antar negara dan siap menggelar kekuatan bersenjata untuk melakukan penegakan terukur di wilayah kita," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPPPKS) Mardani Ali Sera menyerang Prabowo Subianto yang telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Sejak dilantik pada 23 Oktober 2019, Prabowo telah melawat ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Thailand, Turki, China, Filipina, dan Jepang. Prabowo juga telah melakukan kunjungan ke Prancis dan Jerman.

Mardani mengingatkan Prabowo bahwa Presiden Jokowi pernah meminta agar pejabat negara meminimalkan jumlah kunjungan ke luar negeri. Menurutnya permintaan tersebut disampaikan Jokowi dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2019.

"Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri," kata Mardani lewat pesan singkat, Jumat 15 Januari 2020.

Prabowo sendiri mengaku dirinya memang perlu berkunjung dari satu negara ke negara lain sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Rangkaian kunjungan kerja itu untuk mempelajari alutsista sekaligus meminta dukungan dan kerja sama dengan sejumlah negara.

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan," kata Prabowo di Gedung DPR, Jakarta, Senin 20 Januari 2020. (art/drc)

Editor: Gambrenk

T#g:Jokowipksprabowo
Berita Terkait
  • Kamis, 27 Feb 2020 12:43

    Jokowi Hormati Larangan Umroh Arab Saudi

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara perihal keputusan pemerintahan Arab Saudi yang melakukan pencegahan secara proaktif penyebaran Covid-19 dengan melarang dan menolak umroh.

  • Kamis, 27 Feb 2020 12:31

    Jokowi Bangga Menterinya BOS Decacorn

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini memberikan pengarahan dalam pagelaran Indonesia Digital Economy Summit 2020 di Assembly Hall, The Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta.

  • Sabtu, 22 Feb 2020 22:27

    AS Keluarkan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Ini Alasannya

    Meski demikian, diharapkan keluarnya Indonesia dari daftar negara berkembang AS tidak sampai mengganggu kinerja perdagangan internasional Indonesia, khususnya dengan AS.

  • Rabu, 19 Feb 2020 11:24

    Peneliti: Omnibus Law Perlu Dicurigai

    Keterlibatan publik dalam penyusunan rancangan undang-undang omnibus law masih minim. Hal itu erlihat dari banyaknya naskah RUU yang tidak mengakomodasi kepentingan khalayak luas.

  • Senin, 17 Feb 2020 10:20

    NasDem Tolak Prabowo Menteri Terbaik 100 Hari Kerja Presiden Jokowi

    Ketua DPP NasDem Irma Chaniago menolak fakta yang menunjukkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki kinerja terbaik selama 100 hari kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir