Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • JPPR Sumut Prediksi Pilgubsu Rawan Pemilih Fiktif

pilgubsu 2018

JPPR Sumut Prediksi Pilgubsu Rawan Pemilih Fiktif

Kamis, 08 Feb 2018 00:05
Dibaca: 181 kali
ilustrasi
Pilgubsu 2018
DINAMIKARAKYAT - Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat(JPPR) Sumut memprediksi Pilgubsu 2018 akan banyak pemilih fiktif karena kurangnya stiker coklit di sejumlah daerah akan menimbulkan rawan malpraktek data pemilih.

"Sangat disayangkan salah satu alat kerja petugas coklit berupa stiker yang harus ditempelkan pada setiap rumah yang sudah didata ternyata pendistribusiannya sampai ke daerah tidak maksimal. Sehingga kurangnya stiker coklit dibeberapa daerah tersebut akan menyebabkan turbolensi pada data pemilih baru dan data pemilih yang ada di form A-KWK," ujar Koordinator JPPR Sumut Darwin Sipahutar kepada keterangan persnya, Rabu 7 Februari 2018.

JPPR Sumut juga sangat menyesalkan pernyataan dari Sekretaris KPU Sumut Abdul Rajab Pasaribu yang mengatakan tidak tahu menahu soal berapa jumlah stiker coklit yang dicetak sampai saat ini.

Padahal itu merupakan wewenang Rajab sebagai Sekretaris KPU Sumut, sebagaimana termaktub dalam tugas wewenang dan tanggung jawab Sekretaris KPU yaitu mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan pemilu berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh KPU.

Ketidaktahuan Rajab Pasaribu soal jumlah cetakan stiker coklit, lanjut Darwin, sudah pasti menyebabkan data pemilih pada pilgubsu mendatang akan invalid.

Belum lagi soal anggaran pencetakannya, perusahaan yang ditunjuk untuk mencetaknya dan siapa yang mengerjakannya bisa menjadi bom waktu dikemudian hari bagi lembaga penyelenggara tersebut.

"Kekurangan itu terjadi di Kabupaten Tobasa yang jumlah penduduknya lebih kurang 61 ribu jiwa, sementara stiker untuk coklit yang didistribusikan sebanyak 31 ribu, kekurangannya 30 ribu stiker, inikan aneh. Sementara batas waktu coklit sudah tinggal beberapa hari lagi, begitu juga halnya dengan Kota Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang dan kabupaten/kota lainnya yang mengalami kekurangan stiker," terangnya.

Penting atau tidaknya stiker coklit, kata Darwin, itu merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari gerakan coklit serentak disamping adanya form A.A.1-KWK lalu diiringi form A.A.2-KWK.

Padahal guna itu semua untuk menghasilkan kualitas daftar pemilih yang komprehensif, mutakhir dan akurat.

"KPU Sumut harus bertanggungjawab akan timbulnya data pemilih yang invalid dan menggelembungnya jumlah pemilih fiktif pada pilgubsu nanti," tandas Darwin. (art/drc)

Editor: admin

T#g:jppr sumutKPU Sumutpilgubsu 2018pilkada serentak
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Feb 2018 01:27

    Selamat! Faisal Hasrimy Jabat Pjs Bupati Batubara

    Pelantikan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Mendagri No. 131.12-228 tahun 2018 tentang penunjukan Pjs Bupati Batubara selama Wakil Bupati Batubara menjalankan cuti.

  • Kamis, 15 Feb 2018 01:17

    Ketua Bawaslu Sumut Ajak Masyarakat Tolak Politisasi SARA dan Uang

    Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mengatakan politisasi suku, agama, ras dan antargolongan (sara) dan politik uang merupakan ancaman bagi demokrasi bangsa.

  • Kamis, 15 Feb 2018 01:01

    Erry Berpesan Pilgubsu Jangan Buat Masyarakat Pecah Belah

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi hadiri deklarasi 'Tolak dan Lawan Politik Uang serta Politisasi SARA' pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018.

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:44

    Apakah JR Sudah Jadi Target Mereka?

    Pengamat Sosial dan Budaya Hamdan Noor Manik mencurigai ada skenario yang sengaja dicipkatan untuk menjegal JR Saragih-Ance Silian ikut Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.

  • Sabtu, 10 Feb 2018 00:37

    Dana Cetak Rp400 Miliar: Stiker Coklit Akar Masalah

    Pemutahiran data pemilih pada Pilkada Serentak 2018 menjadi akar masalah pada proses pencoklitan yang diduga tidak berjalan sesuai dengan harapan.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir