• Home
  • Politik
  • JPPR Sumut Prediksi Pilgubsu Rawan Pemilih Fiktif

pilgubsu 2018

JPPR Sumut Prediksi Pilgubsu Rawan Pemilih Fiktif

Kamis, 08 Feb 2018 00:05
Dibaca: 309 kali
ilustrasi
Pilgubsu 2018
DINAMIKARAKYAT - Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat(JPPR) Sumut memprediksi Pilgubsu 2018 akan banyak pemilih fiktif karena kurangnya stiker coklit di sejumlah daerah akan menimbulkan rawan malpraktek data pemilih.

"Sangat disayangkan salah satu alat kerja petugas coklit berupa stiker yang harus ditempelkan pada setiap rumah yang sudah didata ternyata pendistribusiannya sampai ke daerah tidak maksimal. Sehingga kurangnya stiker coklit dibeberapa daerah tersebut akan menyebabkan turbolensi pada data pemilih baru dan data pemilih yang ada di form A-KWK," ujar Koordinator JPPR Sumut Darwin Sipahutar kepada keterangan persnya, Rabu 7 Februari 2018.

JPPR Sumut juga sangat menyesalkan pernyataan dari Sekretaris KPU Sumut Abdul Rajab Pasaribu yang mengatakan tidak tahu menahu soal berapa jumlah stiker coklit yang dicetak sampai saat ini.

Padahal itu merupakan wewenang Rajab sebagai Sekretaris KPU Sumut, sebagaimana termaktub dalam tugas wewenang dan tanggung jawab Sekretaris KPU yaitu mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan pemilu berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh KPU.

Ketidaktahuan Rajab Pasaribu soal jumlah cetakan stiker coklit, lanjut Darwin, sudah pasti menyebabkan data pemilih pada pilgubsu mendatang akan invalid.

Belum lagi soal anggaran pencetakannya, perusahaan yang ditunjuk untuk mencetaknya dan siapa yang mengerjakannya bisa menjadi bom waktu dikemudian hari bagi lembaga penyelenggara tersebut.

"Kekurangan itu terjadi di Kabupaten Tobasa yang jumlah penduduknya lebih kurang 61 ribu jiwa, sementara stiker untuk coklit yang didistribusikan sebanyak 31 ribu, kekurangannya 30 ribu stiker, inikan aneh. Sementara batas waktu coklit sudah tinggal beberapa hari lagi, begitu juga halnya dengan Kota Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang dan kabupaten/kota lainnya yang mengalami kekurangan stiker," terangnya.

Penting atau tidaknya stiker coklit, kata Darwin, itu merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari gerakan coklit serentak disamping adanya form A.A.1-KWK lalu diiringi form A.A.2-KWK.

Padahal guna itu semua untuk menghasilkan kualitas daftar pemilih yang komprehensif, mutakhir dan akurat.

"KPU Sumut harus bertanggungjawab akan timbulnya data pemilih yang invalid dan menggelembungnya jumlah pemilih fiktif pada pilgubsu nanti," tandas Darwin. (art/drc)

Editor: admin

T#g:jppr sumutKPU Sumutpilgubsu 2018pilkada serentak
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 07:41

    Sihar dan Ondim Hadir Dipembukaan Kejuaraan Catur Piala Gubernur Sumut

    Hadir Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto, Walikota Medan Dzulmi Eldin, anggota DPR RI Sofyan Tan, Sihar Sitorus, Syah Affandi alias Ondim, para pecatur Sumut dan nasional serta undangan.

  • Rabu, 16 Mei 2018 23:37

    Dua Pasangan Calon Pilgub Sumut Dukung Pemekaran Kepulauan Nias, Tetapi...

    Dua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sumatera Utara, memiliki pendapat yang sama soal pemekaran Kepulauan Nias menjadi provinsi.

  • Rabu, 16 Mei 2018 03:05

    Deklarasi: Demokrat Siap Menangkan Edy-Ijeck

    Deklarasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) dukungan kepada Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rijek Shah.

  • Selasa, 01 Mei 2018 00:09

    Disambut Berpakain Adat, Edy Rahmayadi Menjawab Permintaan Pemekaran Pantai Barat

    Dalam kunjungannya ke kabupaten yang berada di Pantai Barat tersebut, sejumlah tokoh adat menginginkan Edy mendukung pemekaran wilayah Natal dan sekitarnya menjadi Kabupaten Pantai Barat, atau terpisah dari Kabupaten Mandailing Natal.

  • Senin, 30 Apr 2018 21:41

    Djarot Sindir Kasus Suap Gatot Pinjam Uang Pada Pihak Swasta

    Djarot Saiful Hidayat merasa heran saat mengetahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) massa gubernurnya dijabat Gatot Pujo Nugroho mengajukan pinjaman ke pihak swasta.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir