Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Ini Alasan Golkar Jadikan 2 Mantan Koruptor Caleg

Ini Alasan Golkar Jadikan 2 Mantan Koruptor Caleg

Kamis, 19 Jul 2018 11:37
Dibaca: 624 kali
drberita/istimewa
Ahmad Doli.
DINAMIKARAKYAT - Partai Golkar mengakui mendaftarkan dua mantan narapidana korupsi sebagai bakal caleg di Pileg 2019. Dua eks napi korupsi itu ialah TM Nurlif dan Iqbal Wibisono.

TM Nurlif merupakan Ketua DPD I Golkar Aceh, sementara Iqbal Wibisono adalah Ketua Harian DPD I Golkar Jawa Tengah (Jateng). Pendaftaran kedua bacaleg ini diamini Wakil Korbid Pemenangan Pemilu (PP) Sumatera Ahmad Doli Kurnia.

"Iya, iya (benar)," kata Doli, dikutip detik.com, Kamis 19 Juli 2018. Doli pun menjelaskan soal pendaftaran Nurlif dan Iqbal sebagai bacaleg. Meski DPP Golkar tengah bebenah untuk menghidupkan slogan 'Golkar Bersih', pencalonan kedua nama itu dinilai punya alasan rasional.

"Gini, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mencalonkan calon-calon yang selama ini pernah atau terindikasi terlibat kasus hukum, terutama korupsi. Karena kami kan sudah menetapkan dan bertekad dengan tagline 'Golkar Bersih' itu memang Golkar harus betul-betul bersih," jelas Doli.

"Tapi khusus yang dua ini karena mereka pimpinan daerah, mereka direkomendasikan oleh daerah. Dan itu didukung oleh DPD kabupaten/kotanya. Alasannya, pertama mereka memang punya basis, artinya konstituennya jelas sehingga memang diyakinkan perolehan suaranya bisa mengangkat elektoral partai," imbuh dia.

Selain alasan dukungan DPD kabupaten/kota masing-masing, Nurlif dan Iqbal dinilai memiliki hak secara konstitusi. Golkar memberikan mereka kesempatan untuk mengajukan gugatan PKPU soal larangan eks koruptor nyaleg ke Mahkamah Agung (MA).

"Yang kedua, mereka berpandangan bahwa yang bersangkutan ini masih punya hak konstitusi, berkaitan UU Pemilu. Nah, akhirnya kami ambil jalan tengah. Sementara ini boleh, bisa kami calonkan, tapi mereka wajib untuk melakukan gugatan ke MA," terang Doli.

Andai gugatan itu ditolak MA, Golkar telah menyiapkan pengganti Nurlif dan Iqbal. "Kalau misalnya nanti ditolak, kami sudah mempersiapkan calon alternatif yang tidak kalah baiknya dari mereka," ujar Doli.

TM Nurlif pernah terjerat perkara korupsi pada tahun 2011 ketika menjadi anggota DPR. Saat itu dia divonis terlibat dalam perkara suap Miranda Gultom dan dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Sedangkan, Iqbal divonis 1 tahun penjara pada 2015. Dia terbukti terbukti terlibat dalam korupsi dana bantuan sosial Pemprov Jawa Tengah untuk Kabupaten Wonosobo pada 2008. (art/drc)

Editor: admin

T#g:ahmad dolimantan koruptorpartai golkarpileg 2019
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Agu 2019 22:39

    Identitas OK Fadli Terungkap: Penipu Ngaku Anggota BIN

    Pertemuan terjadi di salah satu warung kopi dekat Terminal Pinang Baris. Penuh emosi, Hendry mulai buka suara. Ia mengenl OK Fadli cukup lama. Pria paruh baya itu mengatakan OK Fadli anggota BIN palsu.

  • Jumat, 16 Agu 2019 23:37

    Ngaku Anggota BIN, OK Fadli Bisa Atur Suara di KPU

    Praktek jual suara di Pemilihan Legislatif 2019 ternyata bukan isapan jempol. Harga satu suara dijual senilai Rp 65 ribu. Praktek politik hitam ini terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan kabupaten kota.

  • Rabu, 17 Jul 2019 20:57

    DKPP Hanya Berhentikan Yulhasni dan Benget dari Jabatannya di KPU Sumut

    Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Yulhasni dari jabatannya sebagai Ketua KPU Provinsi Sumatra Utara. Selain itu juga Benget Manahan Silitonga dari komisioner divisi teknis.

  • Senin, 24 Jun 2019 16:00

    Silaturrahmi Keluarga Besar Muhammadiyah: Ciptakan Harmonisasi Umat

    Silaturrahmi Syawal 1440 H/2019 M Keluarga Besar Muhammadiyah dalam rangka menciptakan harmonisasi Umat di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, pascapilpres dan pileg tahun 2019.

  • Minggu, 23 Jun 2019 01:29

    KPU Sumut Simulasi Hitung Kursi dan Calon Terpilih

    Banyak partai politik yang mempertanyakan berapa perolehan jumlah kursi partai mereka, dan kita jawab masih menunggu putusan dari Mahkama Konstitusi (MK).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir