Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Ini Alasan Golkar Jadikan 2 Mantan Koruptor Caleg

Ini Alasan Golkar Jadikan 2 Mantan Koruptor Caleg

Kamis, 19 Jul 2018 11:37
Dibaca: 208 kali
drberita/istimewa
Ahmad Doli.
DINAMIKARAKYAT - Partai Golkar mengakui mendaftarkan dua mantan narapidana korupsi sebagai bakal caleg di Pileg 2019. Dua eks napi korupsi itu ialah TM Nurlif dan Iqbal Wibisono.

TM Nurlif merupakan Ketua DPD I Golkar Aceh, sementara Iqbal Wibisono adalah Ketua Harian DPD I Golkar Jawa Tengah (Jateng). Pendaftaran kedua bacaleg ini diamini Wakil Korbid Pemenangan Pemilu (PP) Sumatera Ahmad Doli Kurnia.

"Iya, iya (benar)," kata Doli, dikutip detik.com, Kamis 19 Juli 2018. Doli pun menjelaskan soal pendaftaran Nurlif dan Iqbal sebagai bacaleg. Meski DPP Golkar tengah bebenah untuk menghidupkan slogan 'Golkar Bersih', pencalonan kedua nama itu dinilai punya alasan rasional.

"Gini, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mencalonkan calon-calon yang selama ini pernah atau terindikasi terlibat kasus hukum, terutama korupsi. Karena kami kan sudah menetapkan dan bertekad dengan tagline 'Golkar Bersih' itu memang Golkar harus betul-betul bersih," jelas Doli.

"Tapi khusus yang dua ini karena mereka pimpinan daerah, mereka direkomendasikan oleh daerah. Dan itu didukung oleh DPD kabupaten/kotanya. Alasannya, pertama mereka memang punya basis, artinya konstituennya jelas sehingga memang diyakinkan perolehan suaranya bisa mengangkat elektoral partai," imbuh dia.

Selain alasan dukungan DPD kabupaten/kota masing-masing, Nurlif dan Iqbal dinilai memiliki hak secara konstitusi. Golkar memberikan mereka kesempatan untuk mengajukan gugatan PKPU soal larangan eks koruptor nyaleg ke Mahkamah Agung (MA).

"Yang kedua, mereka berpandangan bahwa yang bersangkutan ini masih punya hak konstitusi, berkaitan UU Pemilu. Nah, akhirnya kami ambil jalan tengah. Sementara ini boleh, bisa kami calonkan, tapi mereka wajib untuk melakukan gugatan ke MA," terang Doli.

Andai gugatan itu ditolak MA, Golkar telah menyiapkan pengganti Nurlif dan Iqbal. "Kalau misalnya nanti ditolak, kami sudah mempersiapkan calon alternatif yang tidak kalah baiknya dari mereka," ujar Doli.

TM Nurlif pernah terjerat perkara korupsi pada tahun 2011 ketika menjadi anggota DPR. Saat itu dia divonis terlibat dalam perkara suap Miranda Gultom dan dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Sedangkan, Iqbal divonis 1 tahun penjara pada 2015. Dia terbukti terbukti terlibat dalam korupsi dana bantuan sosial Pemprov Jawa Tengah untuk Kabupaten Wonosobo pada 2008. (art/drc)

Editor: admin

T#g:ahmad dolimantan koruptorpartai golkarpileg 2019
Berita Terkait
  • Rabu, 25 Jul 2018 00:06

    Solahuddin Nasution Mundur dari Partai Golkar

    Penyerahan surat pengunduran diri Solahuddin diterima langsung oleh Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan Sekretaris Irham Buana Nasution, pada rapat pleno di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan.

  • Rabu, 18 Jul 2018 04:11

    Partai Demokrat Daftar ke KPU Sumut Diiringi Musik Drumband "Anak Medan"

    DPD Partai Demokrat mendaftarkan calon anggota legislatif (caleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut). Pendaftaran diiringi musik drumband lagu "Anak Medan".

  • Kamis, 31 Mei 2018 00:51

    Muchrid Nasution Anjurkan Warga Pantai Labu Bentuk Kelompok Tani

    Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar Muchrid Nasution menganjurkan masyarakat yang bermukim di kawasan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, segera mungkin membentuk kelompok-kelompok tani.

  • Senin, 14 Mei 2018 01:02

    Pilpres: Golkar Ingin Sosok Airlangga ataupun JK

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham merasa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berpengalaman untuk memilih pasangan untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

  • Senin, 16 Apr 2018 15:17

    Merasa Cocok, Politisi PAN dan PPP Hijrah ke PBB

    Sejumlah politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Khittah dan politikus PAN berhijrah ke Partai Bulan Bintang (PBB), besutan Yusril Ihza Mahendra. menjelang Pemilu 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir