Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Indonesia Bebaskan Wartawan Mongabay asal AS

Indonesia Bebaskan Wartawan Mongabay asal AS

Minggu, 26 Jan 2020 00:35
Dibaca: 103 kali
drberita/istimewa
Philips Jacobsen
Bobby Nasution Center
DRberita | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) telah membebaskan jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat (AS) Philips Jacobsen setelah sempat ditahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Sudah dikeluarkan dari tahanan. Philips Jacobson yang di Palangkaraya itu yang ditahan karena pelanggaran keimigrasian, kemarin saya minta Kapolri dan Kemenkumham segera dibebaskan. Tidak usah ditahan, diteliti saja apa ada tindak pidana tertentu," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu 25 Januari 2020.

Mahfud mengatakan deportasi ke negara asal bisa jadi penyelesaian masalah keimigrasian bagi wartawan asing, seperti izin tinggal yang lewat batas waktu dan meliput dengan visa kunjungan. Mantan menteri pertahanan ini menyatakan tidak ingin masalah penahanan Philips menjadi masalah yang dibesar-besarkan.

Sebelumnya, Philips Jacobsen ditahan di Penjara Kelas II A Palangkaraya sejak 21 Januari atas alasan visa yang digunakan tidak sesuai dengan agenda kegiatannya di Indonesia.

Kejadian bermula ketika Philip datang ke Palangkaraya pada 14 Desember 2019 untuk membantu proses penulisan salah satu kontributor lokal Mongabay di Palangkaraya, terkait masalah peladang tradisional yang kerap dikriminalisasi aparat.

Tiga hari kemudian, menurut Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangkaraya, visa dan paspor Philips ditahan oleh imigrasi.

LBH Palangkaraya menyebut penahanan Philips berlarut-larut dan berbeda dari kasus jurnalis asing lain yang dideportasi hanya dalam waktu seminggu saat menyalahgunakan visa kunjungan.

Diketahui Pasal 38 UU Keimigrasian menyebut visa kunjungan diberikan kepada orang asing yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia dalam rangka kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain.

Terkait kegiatan jurnalistik, dalam penjelasan pasal itu, ada syarat mendapat izin dari instansi yang berwenang, yaitu menteri atau perwakilan RI.

Pada Jumat 24 Januari 2020 lalu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph. R Donovan, sempat mendatangi Kantor Menkopolhukam dan membahas penahanan Phillips Jacobsen dengan Mahfud MD. (art/drc)

Editor: Bornok

Sumber: cnnindonesia.com

T#g:dewan persphilips jacobsenwartawan
Berita Terkait
  • Sabtu, 29 Feb 2020 08:40

    SMSI Dapat Rekor MURI

    Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), organisasi berhimpunnya perusahaan media siber, dianugrahi penghargaan oleh Museum Dunia Rekor Indonesia (MURI).

  • Senin, 24 Feb 2020 17:25

    Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pengeroyok Wartawan Antara di Meulaboh Aceh

    Dua terduga pengeroyokan wartawan Lembaga Kantor Berita Antara (LKBN) Antara di Aceh Barat, Dedi Iskandar, ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya Akrim dan Erizal kini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Aceh Barat.

  • Kamis, 20 Feb 2020 10:06

    Media Cyber Semakin tak Terbendung

    Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke cyber space tak terbendung lagi. Bahkan civil society khususnya media, dituntut pintar dan cermat dalam mengekspoiltasi wilayah baru tersebut.

  • Sabtu, 08 Feb 2020 11:58

    Media Massa Kini Kalah dari Medsos

    Salah satu cara para jurnalis yang bekerja di perusahaan pers harus lebih gigih dalam mendapatkan berita dengan penyajian yang mendalam, akurat, dan meyakinkan.

  • Sabtu, 08 Feb 2020 11:39

    Jokowi di HPN 2020: Insan Pers jadi Teman Sehari-hari

    Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keberadaan insan pers menjadi teman sehari-hari Jokowi dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir