Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • ICW Ingatkan Masyarakat Sumut Jangan Salah Pilih

Pilgubsu 2018

ICW Ingatkan Masyarakat Sumut Jangan Salah Pilih

Senin, 04 Jun 2018 00:34
Dibaca: 376 kali
drberita/istimewa
Diskusi Publik 'Sumut Darurat Korupsi' di Hotel LJ di Medan.
DINAMIKARAKYAT - Masyarakat Sumatera Utara diminta untuk melihat secara detail rekam jejak Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang bertarung di Pilkada 2018, bebas dari korupsi dan anti korupsi. Karena Sumut sendiri merupakan daerah nomor ketiga terkorup di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Divisi Korupsi Politik‎, Donal Fariz dalam Diskusi Publik 'Sumut Darurat Korupsi' berlangsung di Hotel LJ di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Minggu 3 Juni 2018.

"Berdasarkan data ‎dari ICW 2017, Sumut sendiri menduduki nomor 3 di Indonesia daerah terbesar angka korupsinya. Setelah Pertama Jawa Timur dan Jawa Barat," ungkap Donal.

Donal menjelaskan Sumut di tahun 2017‎ terdapat 40 kasus korupsi ditangani oleh aparat penegak hukum dengan total kerugian negara mencapai Rp 286 miliar. Dengan ini, ia mengatakan menjadi catatan penting bagi warga Sumut untuk betul memilih pemimpin bagi Sumut sendiri.

Donal mengungkapkan Sumut menjadi perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikarenakan dua mantan Gubernurnya, Syamsul Arifin dan Gatot Pudjo Nugroho tersandung kasus korupsi.

"Momentum Pilkada 2018 ini, ‎menjadi titik krusial bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumut, tidak jatuh memilih yang sama dan berujung kasus-kasus korupsi," ucap Donal.

Disisi lain, ia mengatakan bukan Sumut saja. Tapi, Kota Medan indeks IPK dirilis oleh Transparansi‎ Internasional Indonesia, Kota Medan menjadi Kota terkorup diantara 12 kota terbesar di Indonesia.

"Kota terbaik itu, Jakarta Utara dan Kota terkorup itu dinilai adalah Kota Medan dengan indeks presepsi terendah diseluruh kota besar. Jadinya, perlunya pemimpin baik. Jadinya, tidak kembali pemimpin terkorupsi berulang," kata Donal.

Untuk di Sumut, ada dua Paslon yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Donal mengimbau untuk selektif memilih kedua paslon itu, untuk memimpin Sumut lima tahun ke depan.

"Masyarakat Sumut sendiri bisa memilih dengan fortopolio anti korupsi. Dengan rekam jejak birokrasi pemberantas korupsi sebagai memimpin ‎untuk menghilangi presepsi daerah korupsi dari Pilkada Sumut ini," tandasnya.

Dalam diskusi juga hadiri sebagai pembicara Ansari Yamamah dari Cendikiawan Muslim Sumatera Utara, Septian Fujiansyah dari Advokat LBH Medan dan Ketua Umum HMI Badko Sumatera Utara Mahmud Mulyadi ‎dari akademisi Universitas Sumatera Utara, selaku pakar pidana korupsi. (art/drc)

Editor: admin

T#g:icwkpkpilgubsu 2018
Berita Terkait
  • Minggu, 18 Agu 2019 19:26

    Dugaan Korupsi Bawaslu Sumut: Iwan Tero Dituding Sebagai Dalang

    Dugaan korupsi Bawaslu Sumut di Pilgubsu tahun 2018, satu per satu mulai terungkap. Mulai pengadaan barang, perjalanan dinas hingga kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan.

  • Selasa, 13 Agu 2019 00:33

    Jika Bandit Berhasil Merebut KPK, Dipastikan Badan Antikorupsi Ini Akan Hancur

    Kali ini, entah mengapa, banyak orang kuat yang mengincar posisi komisioner di KPK. Kelihatannya, ada pihak yang sedang bekerja keras untuk menggiring agar pimpinan KPK jatuh ke tangan mereka.

  • Jumat, 09 Agu 2019 17:07

    Untuk Efek Jera Tindak Pidana Korupsi Hukuman Mati Harus Diperluas

    Perbuatan korupsi tidak menunjukkan angkat penurunan baik dari segi jumlah orang atau pelaku yang melakukan perbuatan perbuatan korupsi, maupun dari segi nilai rupiahnya.

  • Kamis, 08 Agu 2019 11:55

    KPK Tangkap 11 Orang Terkait Impor Bawang Putih, Seorang Kepercayaan Anggota DPR

    Tim KPK mengamankan bukti transfer sekitar Rp 2 miliar. Selain itu dari orang kepercayaan Anggota DPR-RI ditemukan sejumlah mata uang asing berupa USD yang masih dalam proses perhitungan dan penelusuran.

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:14

    Demo di Kejati Sumut, PMII Minta KPK Periksa Kapoldasu dan Lapangan Barosokai Medan

    Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasaa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Rabu 7 Agustus 2019, yang meminta KPK mengambil semua dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir