Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Edy Minta Arsitek Terlibat Penuh Perencanaan dan Pembangunan Sumut

Edy Minta Arsitek Terlibat Penuh Perencanaan dan Pembangunan Sumut

Jumat, 23 Agu 2019 01:15
Dibaca: 179 kali
drberita/istimewa
Pelantikan IAI Sumut.
DRBerita | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini berencana membangun berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Keterlibatan para arsitek sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan terlaksana sesuai dengan rencana dan berkualitas.

"Kenapa arsitek ini penting bagi saya, karena selain ilmu mereka eksakta, tetapi juga ada unsur seninya. Sehingga kita perlu kerja sama. Jadi saya ingin anda (IAI) masuk ke dalam (membantu pemerintah), banyak yang mau kita bangun," ujar Gubernur Edy Rahmayadi di acara pelantikan sekaligus Rapat Kerja Provinsi Ikatan Artisek Indonesia (IAI) Sumut periode 2019-2022 di Tiara Convention Centre, Jalan Cut Meutia, Medan, Rabu 21 Agustus 2019.

Hadir dalam acara perwakilan pengurus IAI Nasional Denny Iwan Setyawan dan Ketua IAI Sumut Boy Brahmawanta Sembiring serta jajaran pengurus lainnya. Mendampingi gubernur, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Effendy Pohan, Kadispora Baharuddin Siagian, Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Alfi Syahriza dan Kepala Bappeda Sumut Hasmirizal Lubis.

Menurut Edy, beberapa fasilitas umum hingga penataan kawasan dari berbagai lintas sektoral kedinasan akan dibangun. Seperti pembangunan pusat olahraga, rumah sakit, infrastruktur perkotaan, hingga jalan dan jembatan. Untuk itu dibutuhkan dukungan banyak pihak dalam memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana sekaligus terawasi pelaksanaannya.

Saat ini, kata Edy, kondisi jembatan di Sumut kurang baik. Setelah mendatangkan arsitek dari luar, setelah diperiksa, ternyata sarana dimaksud, perlu dibongkar dengan segala persoalan kerusakan yang terjadi.

"Saya tidak mau ke depan akan menjadi masalah bagi anak cucu kita. Makanya saya minta anda yang berilmu ini diikutkan. Soalnya ilmu kita berbeda, anda membangun, sementara ilmu saya dulu bagaimana menghancurkan bangunan (ilmu peperangan)," seru Edy betapa dirinya butuhkan bantuan dari para ahli agar proyek pembangunan terlaksana dengan baik.

Edy pun mempresentasikan rencana pembangunan di Sumut, di antaranya pusat olah raga, pembangunan sarana transportasi dan infrastruktur di Kota Medan, pembangunan Rumah Sakit Haji Medan, tempat pengolahan sampah dan lainnya. Meskipun ada beberapa hal teknis adalah kewenangan pemerintah kabupaten/kota dengan dalih otonomi daerah.

"Ini harus segara, kita sudah terlambat. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jadi bukan otonomi daerah yang menghambat, tetapi motivasi dan visi bersama yang harus ada," jelasnya.

Oleh karena itu, Edy meminta setelah kegiatan rapat kerja provinsi dilaksankan, kemampuan dan keahlian harus diimplementasikan bersama. Semua pihak harus mendukung untuk membangun Sumut.

"Saya pernah tanya berapa potensi pendapatan Sumut ini ke orang Jerman. Jawabannya Rp 80 triliun. Kalau sebesar itu, tentu kita tak lagi ribut soal gaji rendah. Makanya mereka harus diikutkan, jangan asal bangun saja untuk jalankan proyek. Arsitek harus dilibatkan, tetapi jangan juga nanti jadi curang," kata Edy dan selanjutnya membuka resmin acara IAI Sumut, ditandai pemukulan gong.

Ketua IAI Sumut Boy Brahmawanta Sembiring mengakui saat ini masalah pembangunan memang mengarah kepada model yang asal jadi. Karena itu harus dapat dipastikan agar proyek yang akan dan tengah dijalankan bisa berkualitas dan sesuai perencanaan.

"Namun memang untuk perda seperti bangunan, itu kewenangannya ada di kabupaten/kota. Tetapi yang diperlukan adalah koordinasi dari gubernur untuk mengakomodir semua," katanya.

Boy juga mengklaim bahwa untuk bangunan atau rancang bangun hingga pengawasannya, arsitek cukup siap untuk itu. Di Sumut saat ini sudah ada 11 orang arsitek yang memiliki lisensi. Dengan demikian, Sumut tidak perlu mengimpor konsultan (arsitek) dari luar, karena di dalam daerah saja sudah ada dan berkualitas.

"Untuk menjaga itu (integritas), kita akan terus melakukan pembinaan dan penguatan. Sehingga bukan semata-mata soal uang, tetapi juga kualitas dan hitungan kita. Sedikit saja kita tidak memberikan yang terbaik, itu sudah koruopsi bagi kita. Jadi kita komitmen mendukung apa yang diharapkan gubernur, pungkasnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:arsitek pembangunanedy rahmayadiiai sumut
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Sep 2019 00:21

    Edy Ajak Masyarakat Sumut Disiplin Berlalulintas

    Masih banyak pengendara yang tidak disiplin dan melanggar aturan lalu lintas. Selain untuk ketertiban di jalan raya, disiplin berlalu lintas sangat penting untuk meminimalisir kecelakaan.

  • Rabu, 04 Sep 2019 00:26

    Acil Lubis: Edy Kebobolan Pilih TS Jadi Dirut PDAM Tirtanadi

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi harus segera mengevaluasi posisi Trisno Sumantri (TS) di jajaran direksi PDAM Tirtanadi. Keboborokan menejemen akan semakin parah terjadi jika tidak cepat diantisipasi.

  • Selasa, 03 Sep 2019 13:21

    Pak Edy & Pak Musa, Kapan Ngopi Bareng Dengan Jurnalis?

    Dinamika politik di tengah publik tidak lepas dari peran jurnalis. Isu positif dan negatif manjadi konsumsi publik. Peran jurnalis yang dinamis tidak terlepas dari hubungan harmonis.

  • Sabtu, 31 Agu 2019 09:42

    HIMA Lubis Siap Bersinergi Dengan Gubernur Sumut

    Tidak usah 33 kabupaten kota, coba satu aja. Majukan Madina. Buat program-program yang bisa membuat masyarakat rasakan kehadiran dan adanya HIMA Lubis.

  • Rabu, 28 Agu 2019 13:00

    Kak Edy Janji Pramuka Tidak Akan Pernah Mati Lagi di Sumut

    Dalam sambutannya, Mabida Kak Edy Rahmayadi didampingi Kak Baharuddin Siagian menyampaikan, gerakan pramuka adalah gerakan positif yang mampu membangun mental dan integritas anak bangsa.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir