Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Disambut Berpakain Adat, Edy Rahmayadi Menjawab Permintaan Pemekaran Pantai Barat

pilgubsu 2018

Disambut Berpakain Adat, Edy Rahmayadi Menjawab Permintaan Pemekaran Pantai Barat

Selasa, 01 Mei 2018 00:09
Dibaca: 183 kali
drberita/istimewa
Edy Rahmayadi dan istri disambut masyarakat Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal.
DINAMIKARAKYAT - Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagub Sumut) Edy Rahmayadi terus bergerilya melakukan kampanye. Bersama sang istri Nawal Lubis, mantan Pangkostrad itu menyambangi Natal di Kabupaten Mandailing Natal pada Minggu 29 April 2018.

Dalam kunjungannya ke kabupaten yang berada di Pantai Barat tersebut, sejumlah tokoh adat menginginkan Edy mendukung pemekaran wilayah Natal dan sekitarnya menjadi Kabupaten Pantai Barat, atau terpisah dari Kabupaten Mandailing Natal.

Menanggapi permintaan tersebut, menurut Edy, dalam teori teritorial, semakin dekat komando pengendalian, maka semakin mempercepat pembangunan. Apalagi, lanjutnya, secara geografis jarak Kecamatan Natal cukup jauh dari pusat kabupaten di Kota Madina. Kondisi ini diperburuk lagi dengan kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai.

Selain itu juga Kota Natal yang berada di Pantai Barat Sumatera, harus menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat menjadi pintu masuk bagi negara lain ke daratan Sumatera. Melihat kondisi yang ada, sambungnya, sangat wajar jika Natal perlu diperhatikan.

"Namun untuk menjadi kabupaten, tentu tidak hanya persoalan kesiapan infrastruktur seperti jalan tapi juga infrastruktur lainnya. Termasuk kesiapan SDM dan potensi daerahnya," kata Edy dalam keterangan tertulis, Senin 30 April 2018.

"Kita juga tidak ingin nantinya Natal ini menjadi kabupaten gagal seperti beberapa daerah tingkat pertama. Saya akan kembali lagi ke sini dan nanti akan kita lihat apa yang harus kita benahi di Natal ini," tambahnya.

Sebelumnya tokoh masyarakat Natal, Edi Juardi, mengatakan bahwa Kota Natal memiliki potensi alam baik perkebunan maupun kelautan. Selain itu Natal juga dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional maupun tingkat Provinsi Sumut.

Oleh karenanya kehadiran Edy ke Natal, diharapkan nantinya dapat memberikan perubahan yang baik bagi Natal. Termasuk juga dalam mewujudkan Kabupaten Pantai Barat. Juardi pun mengaku bahwa pihaknya siap mendukung dan memenangkan pasangan Eramas di Natal.

"Kalau ada orang kita, ngapain kita pilih orang lain. Walaupun ada calon lain, Eramas kita menangkan," tandas Edi.

Saat kedatangannya ke Natal, Edy yang mengenakan pakaian adat ini disambut dengan kesenian pesisir, sebelum kemudian diarak menuju Mess Pemprovsu di Jalan Pahlawan No 9 Natal. Tarian Gelombang 12 dan Tari Pedang menyambutnya. Hadir pula sejumlah tokoh adat Natal di lokasi tersebut.

"Saya sangat berterimakasih atas sambutan masyarakat Natal. Saya dipakaikan pakaian adat, terus diarak. Ditepung tawari dan diupah-upah. Saya merasa bak pengantin baru ini," ujar Edy.

Dalam acara silaturahmi itu, Edy juga mengajak agar masyarakat menyadari potensi kekayaan alam, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki Sumut. Provinsi ini menurutnya sangat potensial dikembangkan pariwisatanya.

"Inilah salah satu kekayaan Indonesia. Beda dengan negara lain. Di Indonesia saja ada 716 adat dan 1.012 bahasa dan Sumatera Utara mengisi kekayaan adat istiadat dan budaya itu. Inilah anugerah Tuhan ini harus kita syukuri dan kita rawat dengan baik," pungkas Edy. (dtk/drc)

Editor: admin

T#g:edy rahmayadipantai baratpilgubsu 2018
Berita Terkait
  • Senin, 24 Sep 2018 23:59

    Hati-hati, Aktivis Soroti KUA-PPAS APBD-P Pemprov Sumut

    Kalangan aktivis menengarai rencana penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan TA 2018, yang terlambat serta kesepakatannya harus ditandatangani dalam waktu sangat singkat, merupakan salah satu

  • Sabtu, 16 Jun 2018 08:22

    Dinamika Pilgubsu: Ketidaklaziman KTP-el dan Sikap Ambigu

    Esensi dari polemik yang ada bukan sah atau tidaknya KTP elektronik tersebut. Yang menjadi trigger hinggga isu lokal "beraroma" nasional ini menarik perhatian adalah stereotip yang terlanjur muncul.

  • Rabu, 06 Jun 2018 03:54

    Masyarakat Nias Kecewa, Djoss Menolak Pemekaran Provinsi di Sumatera Utara

    Namun sangat disayangkan aspirasi masyarakat Kepualuan Nias untuk menjadi sebuah provinsi sebagai solusi untuk memajukan Pulau Nias sampai saat ini belum mendapat ketidaksetujuan dari pengabil kebiajakan di Provinsi Sumatera Utara.

  • Senin, 04 Jun 2018 00:34

    ICW Ingatkan Masyarakat Sumut Jangan Salah Pilih

    Masyarakat Sumatera Utara diminta untuk melihat secara detail rekam jejak Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang bertarung di Pilkada 2018, bebas dari korupsi dan anti korupsi.

  • Kamis, 31 Mei 2018 01:42

    IMM Sumut Imbau Masyarakat Pilih Kepala Daerah Antikorupsi dan Peduli Pemuda

    Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia tidak akan lama lagi dilaksanakan, kurang dari satu bulan. Termasuk juga pilkada di Sumatera Utara, baik pemilihan Gubernur dan Walikota/Bupati.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir