Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Di Titik Nol Kota Medan: BEM Seluruh Indonesia Tolak RUU KPK

Di Titik Nol Kota Medan: BEM Seluruh Indonesia Tolak RUU KPK

Oleh: Artam
Kamis, 12 Sep 2019 23:31
Dibaca: 136 kali
drberita/istimewa
BEM Seluruh Indonesia Korda Sumut beraksi menolak RUU KPK di Titik Nol Kota Medan.
DRberita | Ratusan massa dari Badan Eksekutih Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Koordinator Daerah Sumatera Utara, Kamis 12 September 2019, menyatakan sikap menolak Revisi Undang Undang Komisi Pemberaantsan Korupsi (RUU KPK).

Aksi massa yang diikuti oleh mahasiswa dari Kampus Universita Sumatera Utara (USU), Politekni Negeri Medan, Universitas Pembangunan Panca Budi (UMPAB), Lembaga Mahasiswa Hukum Indoensia (LEMHI) Korwil Sumut, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berkumpul di Lapangan Merdeka Medan.

Dipimpin Iqbal Harefa dan Rasyid Waruwu, massa bergerak ke Titik Nol Kota Medan, dan berorasi mengajak seluruh masyarakat Indoensia, khususnya Sumatera Utara, untuk menolak RUU KPK.

"Kami mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Utara, ikut menolak RUU KPK yang tengah digiring DPR dan para penjilat koruptor untuk melemahkan pemberantasan korupsi di republik ini," ujar Iqbal.

Massa yang berbaris di Titik Nol Kota Medan, itu kemudian membentangkap sepantuk bertuliskan "Tolak RUU KPK".

Setelah berorasi di depan Gedung Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut-Aceh, massa kemudian bergerak melawan arah menuju Gedung DPRD Sumut, menyusuri Jalan Raden Saleh, depan Kantor Walikota Medan.

Massa aksi yang tiba di depan Kantor DPRD Sumut langsung berorasi membacakan tuntutan; menolak usulan RUU KPK yang diusulkan oleh DPR. Mendesak DPR untuk menghilangkan segala upaya pelemahan terhadap KPK.

Menuntut Presiden Jokowi untuk menguji kembali daftar nama calon usulan Pansel Capim KPK dengan mempertimbangkan LHKPN dan rekam jejak calon. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia lintas organisasi untuk bersatu menolak RUU KPK dan Calon Pemimpin KPK yang bermasalah.

Sampai selesai orasi, tidak ada satupun anggota dewan yang menanggapi. PLT Kasubag Humas DPRD Sumut Muhammad Sofyan mengatakan seluruh anggota dewan tidak ada di tempat karena sedang melaksanakan kunjungan kerja ke masing-masing daerah pemilihan.

Merasa kecewa, massa lalu menggoyang pintu pagar masuk Gedung DPRD Sumut. Massa kemudian membakar alat peraga berupa boneka pocong sambil membacakan ikrar mahasiswa, dilanjutkan memblokir pagar dengan kawat berduri.

Setelah selesai berorasi di depan Gedung DPRD Sumut, ratusan massa itu lalu bergerak balik lagi ke Titik Nol Kota Medan.

Di Titik Nol Kota Medan, massa kembali bergabung dengan 20 orang dari Kontras dan LBH Medan dan berorasi serta melakulan treatikal sambil membacakan tuntutan menolak RUU KPK. Setelah rangkaian aksi selesai, massa Membubarkan diri dengan aman dan tertib. (art/drb)

Editor: admin

T#g:bem seluruh indonesiaCapim KPKruu kpk
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Sep 2019 11:22

    Mulai Anak Presiden ke 4 Sampai Mantan Pimpinan KPK Tolak Revisi UU KPK

    Rencana revisi UU KPK hingga pimpinan KPK baru yang terpilih saat ini bertolak dengan political will pemberantasan korupsi era Presiden Megawati, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan era Presiden Joko Widodo.

  • Rabu, 11 Sep 2019 21:10

    Joni Ritonga Nilai RUU KPK Perlu

    Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Joni Sandri Ritonga menilai Revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) diperlukan. Namun, ia mengingatkan harus ada transparasi dalam pembahasan.

  • Rabu, 11 Sep 2019 00:29

    Demo Dukung RUU KPK: Calon Ketua DPRD Medan Jadi Pembicaraan wartawan

    Aksi unjuk rasa mendukung Revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) terus bergerak ke daerah-daerah. Selasa 10 September 2019 siang, Korps Indonesia Muda (KMI) Sumut, berdemo di depan Gedung DPRD Medan.

  • Senin, 09 Sep 2019 17:09

    Aksi Depan Kantor DPRD Sumut, Kongres Rakyat Bersatu Dukung RUU KPK

    Awalnya massa berkumpul di Lapangan Benteng Kodim 0201/Medan. Dipimpin Korlap Dian alias Borbor dan Erwin, selanjutnya mereka long march menuju Gedung DPRD Sumatera Utara.

  • Senin, 09 Sep 2019 16:15

    Begini Jadinya Kalau RUU KPK Disahkan

    Direktorat Penyelidikan Komisi Peberantsan Korupsi (KPK) akan total berhenti bekerja, dikarenakan saat ini tidak ada satupun penyelidik yang berasal dari Kepolisian. Sedangkan di dalam UU KPK yang baru, Penyelidik KPK harus Polisi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir