Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Bermasalah, Proyek Rel Kereta Api di Kuala Tanjung Kena Demo Ratusan Warga

Bermasalah, Proyek Rel Kereta Api di Kuala Tanjung Kena Demo Ratusan Warga

Oleh: Muhammad Artam
Rabu, 07 Mar 2018 01:38
Dibaca: 1.782 kali
drberita
Mahasiswa dan masyarakat demo proyek rel kereta api depan kantor desa lalang, kuala tanjung, batubara.
DINAMIKARAKYAT - Ratusan massa mahasiswa dan masyarakat Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Batubara, Sumut, berunjukrasa menuntut ganti untung pembebasan lahan dan bangunan yang terkena proyek pembangunan lintasan rel kereta api Bandar Tinggi - Kuala Tanjung, Selasa 6 Maret 2018.

Aksi unjukrasa dimulai dari titik kumpul jembatan sungai depan pasar tradisional menuju kantor Desa Lalang dengan mendapat pengawalan ketat dari TNI dan Polri.

Pimpinan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Barubara, MS. Batubara dalam orasi menyampaikan perjanjian penyelesain ganti untung pembebesan lahan dan banguban rumah sampai saat ini belum juga terselesaikan antara penduduk dengan PT. KAI.

"Hanya bahasa klasik yang bisa disampaikan kepala desa lalang, kepala desa kita ini sudah jadi antek penguasa, bukan lagi sebagai pengayom masyarakat. Percuma kita berlama-lama di sini, pekan depan kita ke kantor bupati. Kita akan sampaikan persoalan ini ke Pjs Bupati," ucap MS. Batubara.

Menurutnya, masalah proyek pembanggunan lintasan rel kereta api Bandar Tinggi - Kuala Tanjung yang sampai saat ini belum memberikan kenyamanan kepada rakyat, dan sangat disesalkan karena merugikan hak-hak rakyat.

Dalam kenyataannya PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melalui PT Antariksa sebagai pelaksana (pemenang) proyek telah melanggar perjanjian yang dibuat dengan warga khususnya warga Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Sesuai isi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantaun Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang dibuat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara melalui Laura Consultant yang diterbitkan Oktober 2011, sebagai acuan pelaksanaan proyek lintasan rel kereta api, sampai saat ini belum terlaksana dengan baik.

Proyek yang melintasi 2 kabupaten (Simalungun-Batubara), 3 kecamatan (Bandar Masilam, Sei Suka dan Medang Deras) dan 11 desa (Bandar Tinggi, Bandar Rejo, Sei Suka Deras, Perkebunan Sipare-pare, Simodong, Kuala Tanjung, Tanjung Sigoni, Pematang Cengkering, Pakam Raya, Pakam dan Lalang) kurang lebih 21,50 KM ini belum terlaksana dengan baik khususnya masalah ganti untung pembebasan lahan dan bangunan rumah milik penduduk Desa Lalang untuk Ruang Manfaat Jalur Rel (RUMAJA), Ruang Milik Jalur Rel (RUMIJA) dan Ruang Pengawasan Jalur Rel (RUWASJA).

Padahal, akibat pelaksanaan proyek pembangunan lintasan rel kereta api yang menelan biaya triliun rupiah ini, rumah warga Desa Lalang mengalami retak-retak dan kenyamanan lalu lintas warga yang bermukim di pinggiran rel menjadi sangat susah.

Ada dugaan Edward Silaen ST sebagai Satker PT. KAI melakukan tindakan korupsi terhadap anggaran (APBN) dalam pembebasan lahan dan bangunan pemukiman warga Desa Lalang yang bekerjasama dengan pelaksana proyek PT Antariksa (Husni Thamrin) mencapai ratusan miliar.

"Kami mahasiswa dan masyarakat Batubara meminta pertama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan peleksanaan proyek pembangunan lintasan kereta api Bandar Tinggi - Kuala Tanjung sepanjang 21,50 KM," tegas MS. Batubara.

Kedua, lanjutnya meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mencopot Dirut PT. KAI dan GM PT KAI Sumut dari jabatannya karena tidak jujur melaksanakan proyek pembangunan lintasan rel kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung.

Ketiga, meminta penegak hukum khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi biaya ganti untung pembebasan lahan dan bangunan pemukiman penduduk Desa Lalang mencapai miliaran rupiah.

Keempat, meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menindak bawahannya yang menghalangi warga menuntut hak-haknya.

"Terakhir, kepala Desa Lalang harus bertanggungjawab atas perjanjian warga dengan pihak PT. KAI dan PT. Antariksa," seru MS. Batubara.

Akibat dari aksi mahasiswa dan masyarakat di depan kantor Desa Lalang, lalulintas jalan akses Kuala Tanjung macat total.

Kepala Desa Lalang Sulaiman saat kepada massa tidak mampu menjelaskan penyelesaian masalah ganti untung lahan dan bangunan pemukiman warga yang terkena proyek lintasan rel kereta api Bandar Tinggi - Kuala Tanjung. (art/drc)

Editor: admin

T#g:BUMNinalumkapolrikereta api indonesiapolres batubaraPresiden Jokowiproyek rel kereta apiPT KAI
Berita Terkait
  • Senin, 30 Jul 2018 09:09

    Kepala Desa Bulanbulan KDRT Istri Dilapor ke Polres Batubara

    Laporan Nurmayasari tersebut diterima polisi dengan LP/ 226/ VII/ 2018/ SU/ Res Batubara, tanggal 11 Juli 2018. Plt Kasat Reskrim Polres Batubara Herry Tambunan membenarkan laporan tersebut.

  • Minggu, 22 Jul 2018 17:33

    Massa #2019TetapJokowi Kalah Banyak dengan Massa #2019GantiPresiden

    Massa #2019TetapJokowi yang mengambil lokasi di Jalan Masjid Raya, persisnya di sisi kiri Masjid Raya dan di depan Taman Sri Deli Kota Medan, kalah banyak dengan massa #2019GantiPresiden yang posisinya di badan Jalan SM. Raja Medan, persisnya di depan Mas

  • Sabtu, 21 Jul 2018 01:18

    Iman Harahap: Nawacita Jokowi Gagal di Daerah Pinggiran Sumatera Utara

    Akan tetapi Nawacita Jokowi sebagai agenda prioritas tidak berbanding lurus, disebabkan banyak kejanggalan yang ditemui di lapangan dalam pengelolaan dana desa salah satunya di Kecamatan Ujungbatu dan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara.

  • Kamis, 19 Jul 2018 11:09

    Selesai Melantik 724 Perwira TNI, Jokowi dan JK Jenguk SBY

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dirawat di RSPAD.

  • Minggu, 01 Jul 2018 23:03

    PWRI Medan Sebut Keluarga Mantan Direksi PTPN2 Terlibat Mafia Tanah

    Penyelesaian permasalah HGU diperpanjang seluas 56.341,85 hektar dan lahan HGU yang tidak diperpanjang seluas 5.873,06 hentar terindikasi ada keterlibatan mafia tanah bermainan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir