Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Andi Arif: Jokowi memebuat malu Indonesia di mata Rusia

Andi Arif: Jokowi memebuat malu Indonesia di mata Rusia

Senin, 04 Feb 2019 23:30
Dibaca: 286 kali
drberita/istimewa
Andi Arif
DINAMIKARAKYAT - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menilai calon presiden petahana Joko Widodo telah membuat malu Indonesia di mata Rusia. Menurut Andi, pengetahuan Jokowi terbatas mengenai kontestasi politik yang tengah dihadapinya.

Pernyataan Andi Arief merespons pernyataan Jokowi yang menyebut ada pihak yang menggunakan propaganda Rusia dalam Pilpres 2019. Kedubes Rusia sudah angkat suara dengan menyatakan tidak campur atas politik dalam negeri Indonesia.

"Setelah PSI, kini Jokowi membuat malu Indonesia di mata Rusia. Malunya itu karena pengetahuan terbatas," ucap Andi melalui pesan singkat yang juga diunggah ke akun Twitternya @AndiArief_, Senin 4 Februari 2019.

Andi menuding pengetahuan Jokowi terbatas karena hanya sekadar menyamakan gaya kampanye Prabowo Subianto dengan Donald Trump di Pilpres Amerika. Padahal, lanjut Andi, kubu Hillary Clinton dulu juga hanya menuding secara serampangan bahwa Trump dibantu Rusia dalam melancarkan propaganda melalui Facebook.

Andi menyebut Jokowi tidak melakukan penelitian mendalam untuk mengetahui siasat yang sebenarnya dilakukan kubu lawan, yakni Prabowo-Sandi.

"Pengetahuannya terbatas karena generalisasi dengan utak-atik gatuk tanpa penelitian mendalam," kata Andi.

Dia kemudian mengatakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf pun memiliki cara berpikir serupa. Menurut dia, TKN hanya sebatas mengambil kesamaan gaya kampanye Prabowo dengan Trump, lalu menyimpulkan bahwa Prabowo menggunakan propaganda ala Rusia.

"Timsesnya berpikiran konspiratif dan mengambil kesamaan-kesamaan secara tidak proporsional dengan pemilu Amerika," ucap Andi. (drc)

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com

T#g:andi arifJokowipartai demokratpilpres 2019
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Sep 2019 10:40

    KPK Wajib Lapor ke Presiden, DPR, BPK dan Dewan Pengawas

    Revisi Undang Undang Komisi Pemberantsan Korupsi (RUU KPP) Nomor 30 Tahun 2002 yang baru disahkan, ternyata menguntungkan Presiden, DPR, BPK plus Dewan Pengawas (DP).

  • Jumat, 13 Sep 2019 00:32

    Membangun Pariwisata dengan Aparat & Kekerasan

    BPODT mengirim alat berat ke Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. BPODT bermaksud membangun jalan dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1900 meter dan lebar 18 meter.

  • Senin, 09 Sep 2019 16:15

    Begini Jadinya Kalau RUU KPK Disahkan

    Direktorat Penyelidikan Komisi Peberantsan Korupsi (KPK) akan total berhenti bekerja, dikarenakan saat ini tidak ada satupun penyelidik yang berasal dari Kepolisian. Sedangkan di dalam UU KPK yang baru, Penyelidik KPK harus Polisi.

  • Senin, 09 Sep 2019 13:47

    Yasonna Laoli Pantas Jadi Gubernur, Jika Jokowi Restui Pemekaran Kepulauan Nias

    Kepulauan Nias juga banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional yang tidak kalah baiknya dengan putra putri dari daerah lainnya. Terbukti dengan masuknya salah satu putra terbaik Kepualaun Nias Yasonna Laoli.

  • Sabtu, 07 Sep 2019 16:37

    Harga Pickup Esemka Rp 110 Juta, Garuda 1 Rp 280 Juta

    Dalam peresmian kendaraan itu, Presiden Direktur Esemka, Eddy Wirajaya mengumumkan harga pickup Esemka Bima 1.2 dan 1.3 dipatok sekitar Rp 110 juta. Lalu bagaimana dengan harga SUV Esemka Garuda 1?

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir