Bank Sumut
  • Home
  • Politik
  • Aktivis PMII: Acaman SKCK Irjen Agus Ciptakan Pengangguran Masal

Aktivis PMII: Acaman SKCK Irjen Agus Ciptakan Pengangguran Masal

Kamis, 03 Okt 2019 15:34
Dibaca: 836 kali
drberita/istimewa
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.
Bobby Nasution Center
DRberita | Aktivis muda PMII Zulkifli menilai akan ada pengangguran masal terjadi si Sumatera Utara. Hal ini disebabkan ancaman Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto tidak akan mengluarkan SKCK kepada pelajar yang mengikuti aksi unjuk rasa  di kantor DPRD Sumut, 27 September 2019 lalu.

"Ancaman itu berkaitan dengan serangkaian aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan pelajar di depan gedung DPRD Sumut, yang diketahui berujung anarkistis," ujar Zulkifli dalam keterangan persnya, Kamis 3 September 2019.

Ancaman yang dikeluarkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas, malah semakin terlihat jelas kegagalan Agus menangani aksi unjuk rasa.

"Kapolda Sumut seharusnya bekordinasi dengan Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan guru-guru guna menetralisir ribuan masa aksi dari pelajar SMK/SMA sebelum mengikuti aksi unjuk rasa di DPRD Sumut," terangnya.

"Ya, namanya juga pelajar. Tahu apa mereka tentang menyampaikan pendapat atau demo. Bukan ancam tidak bisa mendapatkan SKCK setelah lulus sekolah, ini bisa malah akan menambah pengangguran di Sumut," sambungnya.

Zulkifli berpandangan, Agus sebagai kepala kepolisian daerah Sumatera Utara, seharusnya memiliki langkah yang bijak dalam menyikapi persoalan pelajar SMK/SMA yang ikut aksi unjuk rasa, bukan sebaliknya mengeluarkan acaman ala pereman.

"Yang main ancam-ancam itu preman. Harusnya dilihat dari sisi pelajar, mereka memiliki masa depan. Jangan gara-gara unjuk rasa mereka (SMK/SMA) nantinya jadi pengangguran karena tidak bisa dapat SLCL.

Mereka itu sebenarya tidak tahu apa-apa soal dan tujuan aksi. Seharusnya dinas pendidikan yang diberi sanksi atau pencopotan pejabat kepala sekolahnya yang tidak mampu menciptakan pelajar memiliki disiplin.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan ribuan pelajar yang ikut serta berunjuk rasa di gedung DPRD Sumut diancam tak bisa mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

"Tidak bisa urus SKCK kalau dia nanti sudah tamat, mengurus lamaran pekerjaan," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di Medan, Rabu 2 oktober 2019. (art/drb)

Editor: admin

T#g:demo stmdprd sumutirjen aguspmiiskck
Berita Terkait
  • Senin, 24 Feb 2020 11:14

    Edy Baiknya Evaluasi Jabatan Lasro Marbun

    Gubernur Sumatera Utara (gubsu) Edy Rahmayadi sebaiknya meninjau ulang posisi jabatan Lasro Marbun, sebagai Kepala Inspektorat Provinsi. Karakter Lasro kurang cocok sebagai pengawas dan pemeriksa.

  • Kamis, 13 Feb 2020 22:35

    Kepada KKDBI, Edy Pastikan Tidak akan Musnahkan Babi

    Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan Pemprovsu tidak akan memusnahkan ternak babi yang terjangkit virus Afrikan Swain Fever (ASF). Virus tersebut ternyata tidak menular ke manusia dan hewan lainnya, hanya kepada babi.

  • Kamis, 13 Feb 2020 22:01

    KPK Belum Jadwalkan Penahanan 14 Tersangka Suap DPRD Sumut

    Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) belum menjadwalkan penahanan 14 mantan anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka suap mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

  • Senin, 10 Feb 2020 21:17

    Kepastian Hukum Adat di Sumut Dipertanyakan

    Tidak hanya itu, DPRD Sumut juga dinilai tidak mampu melindungi hak dan memperkuat akses masyarakat adat di Povinsi Sumatera Utara terhadap tanah, air dan sumber daya alam lainya.

  • Senin, 10 Feb 2020 15:40

    Batal ke Kantor Gubsu, Massa Pendukung 'Save Babi' Kepung Kantor DPRD Sumut

    Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Aksi Masyarakat Sumut dipimpin Boasa Simanjuntak, itu diperkirakan berjumlah 3.000 orang, dan tiba di depan Kantor DPRD Sumut, pukul 09.45 WIB. Sebelum orasi, massa menyanyikan lagu nasional dan daerah.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir