• Home
  • Politik
  • 24 Ribu Napi di Sumut Terancam Tidak Milih di Pilkada Serentak 2018

Pilkada Serentak 2018

24 Ribu Napi di Sumut Terancam Tidak Milih di Pilkada Serentak 2018

Selasa, 27 Mar 2018 01:14
Dibaca: 198 kali
ilustrasi
Pilkada Serentak 2018.
DINAMIKARAKYAT - Sebanyak 24 ribu wargabinaan di Sumatera Utara terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Pilkada Serantak 2018. Hal ini dikarenakan sebagian besar narapidana (napi) tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau e-KTP.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Hermawan Yunianto mengatakan data pemilih sementara (DPS) sudah disampaikan ke KPU Sumut. Namun belum ada keputusan soal data tersebut.

"Untuk daftar pemilih sementara di lapas dan rutan di Sumatera Utara pada dasarnya kami sudah mengirim datanya ke KPU Sumut dan KPU Kota Medan. Namun saya sampaikan dalam kesempatan ini. Sebagian besar warga binaan di Sumatera Utara tidak memiliki kartu identitas, apa lagi KTP elektronik," ungkap Hermawan saat dikonfirmasi wartawan, Senin 26 Maret 2018.

Hermawan mengakui hal ini menjadi kendala bagi tahanan untuk mendapatkan hak pilihnya dalam Pilgub Sumut dan pilkada 8 Kabupaten/Kota. Namun begitu pihak lapas dan rutan sudah melakukan koordinasi dengan masing-masing KPU Kabupaten/Kota untuk mendapatkan solusi hal ini.

"Karena syarat utama memilik KTP. Dengan solusi tersebut, kita belum menerima kepastian solusi itu," katanya.

Ia mengungkapkan seluruh lapas dan rutan di Sumut‎ dihuni sekitar 30 ribu warga binaan.

"Yang diminta KPU dari keseluruhan sampai tanggal 27 Juni 2018 Pemilihan Gubernur Sumut dan Bupati serta Walikota. Yang tercover sebanyak 24 ribu. Semua itu bisa memilih atau tidak," jelas Hermawan.

Hermawan berharap KPU Sumut sebagai regulator pelaksanaan pilkada serentak bisa memberikan solusi terhadap napi untuk mendapatkan hak pilihnya.

"Perlu juga ada sosialisasi, perlu juga dilakukan simulasi pencoblosan di lapas dan rutan di Sumut. Karena banyak terdapat pemilih pemula di dalam lapas dan rutan," tuturnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:KPU Sumutlapas tanjung gusta medanpilgubsu 2018pilkada serentakrutan tanjung gusta medan
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 07:41

    Sihar dan Ondim Hadir Dipembukaan Kejuaraan Catur Piala Gubernur Sumut

    Hadir Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto, Walikota Medan Dzulmi Eldin, anggota DPR RI Sofyan Tan, Sihar Sitorus, Syah Affandi alias Ondim, para pecatur Sumut dan nasional serta undangan.

  • Rabu, 16 Mei 2018 23:37

    Dua Pasangan Calon Pilgub Sumut Dukung Pemekaran Kepulauan Nias, Tetapi...

    Dua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sumatera Utara, memiliki pendapat yang sama soal pemekaran Kepulauan Nias menjadi provinsi.

  • Rabu, 16 Mei 2018 03:05

    Deklarasi: Demokrat Siap Menangkan Edy-Ijeck

    Deklarasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) dukungan kepada Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rijek Shah.

  • Selasa, 01 Mei 2018 00:09

    Disambut Berpakain Adat, Edy Rahmayadi Menjawab Permintaan Pemekaran Pantai Barat

    Dalam kunjungannya ke kabupaten yang berada di Pantai Barat tersebut, sejumlah tokoh adat menginginkan Edy mendukung pemekaran wilayah Natal dan sekitarnya menjadi Kabupaten Pantai Barat, atau terpisah dari Kabupaten Mandailing Natal.

  • Senin, 30 Apr 2018 21:41

    Djarot Sindir Kasus Suap Gatot Pinjam Uang Pada Pihak Swasta

    Djarot Saiful Hidayat merasa heran saat mengetahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) massa gubernurnya dijabat Gatot Pujo Nugroho mengajukan pinjaman ke pihak swasta.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir