Bank Sumut
  • Home
  • Olahraga
  • Medan Jurnalis Club: KPAI Keliru Anggap PB Djarum Eksploitasi Anak

Medan Jurnalis Club: KPAI Keliru Anggap PB Djarum Eksploitasi Anak

Senin, 09 Sep 2019 17:35
Dibaca: 55 kali
drberita/istimewa
Presedium JMC Ryan Juskal dan Muhammad Asril.
DRberita | Polemik yang hangat terkait mundurnya PB Djarum dari pencarian bakat bulutangkis Indonesia mendapat respons dari Medan Jurnalis Club. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dinilai keliru saat menganggap pembinaan PB Djarum di bulutangkis sebagai eksploitasi anak.

Presidium Medan Jurnalis Club, Ryan Juskal, Senin 9 September 2019, menilai tudingan KPAI itu sangat keliru. Menurutnya, KPAI harus melihat secara bijaksana dan objektif terkait peran PB Djarum selama ini terhadap pengembangan bakat pemain bulutangkis Indonesia.

"Tudingan KPAI itu sangat keliru. Kami menilai PB Djarum itu punya komitmen untuk memajukan bulutangkis, yang jelas adalah olah raga kebanggaan bangsa ini," ujar Ryan didampingi Presidium Medan Jurnalis Club, Muhammad Asril.

Harusnya, lanjut Ryan, KPAI tahu ke mana fokus mereka ketika berbicara eksploitas anak. KPAI diminta menyikapi data Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita soal gepeng dan anak jalanan.

"Mereka (KPAI) terkesan tutup mata, Mensos bilang ada 77.500 gepeng yang dikoordinir mafia. Dalam jumlah itu hampir setengahnya melibatkan anak-anak," urai Ryan.

Ryan menggarisbawahi fakta tentang eksploitasi anak di jalan raya. "Seperti di Medan, hampir di tiap persimpangan trafic light banyak anak jalanan yang dikordinir mafia. Ke mana KPAI menyikapi ini?" ungkapnya.

Lantas, menurut Ryan, KPAI harusnya membuka mata, akan realita saat itu. Ryan menganggap penilaian KPAI soal eksploitasi PB Djarum bisa membahayakan pembinaan bulutangkis di Indonesia.

"Bicara hak anak silakan saja. Tapi kajian KPAI harus jelas. Buka mata selebar-lebarnya. Mana fokus yang harus ditindak. Ini KPAI seakan-akan tak dapat melihat 'gajah di depan mata namu mencari-cari semut di tengah lautan' tentu hal ini sangat keliru," pungkasnya. (art/drb)

Editor: admin

T#g:bulu tangkiseksploitasi anakkpaimedan jurnalis clubmenteri sosial agus gumiwangmuhammad asrilolah ragapb djarum
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Sep 2019 23:33

    Sail Nias 2019: Selancar Yang Utama Dikembangkan

    Kejuaraan selancar di Nias ini menarik sekitar 50.000 penonton, sehingga sektor ini akan diperkuat terlebih dahulu. Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Nias memang sangat punya potensi untuk menjadi tempat selancar kelas dunia.

  • Senin, 09 Sep 2019 13:14

    Eddy Sibarani: Untuk awal ini kita mengejar kuantitas dulu

    Porkot tahun ini diharapkan menjadi momen kebangkitan kembali olahraga panjat tebing di Kota Medan. Terlebih saat ini sudah terbentuk kepengurusan baru FPTI Medan di bawah kepemimpinan Iskandar Usman.

  • Minggu, 08 Sep 2019 00:33

    72 Atlet dari 10 Kecamatan Ikut Porkot Cabor Panjat Tebing

    Sebanyak 72 atlet dari 10 kecamatan akan mengikuti Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke XI cabang olahraga (Cabor) panjat tebing. Kegiatan akan diselenggarakan mulai Senin hingga Rabu, 9-11 September 2019, Stadion Mini, Jalan Pancing, Medan.

  • Rabu, 08 Nov 2017 23:42

    Medan Jurnalis Club Gelar Dialog Pilkada: Kisruh e-KTP dan Nasib Pemilik Suara

    Namun sayangnya di Sumatera Utara hanya 2 juta pemilih yang memiliki blangko e-KTP. Sisanya ada yang belum punya dan bahkan masih ada juga yang belum merekam data sama sekali.

  • Minggu, 02 Apr 2017 22:31

    Pemuda Pecinta Skate Deklarasikan 'Merdeka Skateboard Medan'

    Para skater berharap agar Pemerintah Kota Medan membuat fasilitas yang layak untuk para skaters se-Kota Medan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir