Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • Unimed Persiapkan Diri Untuk Hadapi Akreditas Internasional

Unimed Persiapkan Diri Untuk Hadapi Akreditas Internasional

Oleh: Irfandi
Jumat, 09 Agu 2019 16:48
Dibaca: 139 kali
drberita/istimewa
Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengurusan Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET).
Bobby Nasution Center
DINAMIKARAKYAT - Setelah menjadi universitas yang pertama kali mendapatkan Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Universitas Negeri Medan (Unimed) terus berbenah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal ini terlihat pada kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengurusan Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), Jumat 9 Agustus 2019.

Kegiatan yang mengambil tempat di VIV Room Serbaguna Unimed, turut dihadir Rektor Unimed Prof. Syawal Gultom yang diwakili oleh Wakil Rektor III Prof. Sahat Siagian, Pemateri Pelatihan Dedison Gasni, Wakil Dekan I FMIPA Unimed Prof. Herbert Sipahutar, Ketua Jurusan dan Ketua Prodi di Lingkungan Universitas Negeri Medan.

Wakil Rektor III Prof. Sahat Siagian mendukung sepenuhnya proses sosialisasi dan pendampingan akreditasi internasional tersebut. "Dibutuhkan orang-orang yang energik dan 'gila' dalam mengerjakan proses-proses akreditasi internasional ini, karena hanya orang-orang yang mampu bekerja di luar nalar orang biasalah yang mampu mewujudkan Kampus Unimed mampu sejajar dengan universitas di Eropa dan Amerika," ucapnya.

"Dan lewat akreditasi internasional inilah pengakuan dunia dapat di wujudkan karena hasil akreditasi tidak hanya tertulis di dalam kertas akan tetapi pengakuan dunia tersebut jauh lebih penting," sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan pemateri kegiatan Dedison Gasni menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilhat dari output luaran mahasiswa saja akan tetapi juga harus dilihat dari berbagai aspek pasca lulusan dapat di terima di dunia kerja. Permasalahan dunia kerja dan dunia pendidikan sangat berkaitan erat dimana alumni perguruan tinggi akan mendapatkan reward sesuai dengan kualitasnya.

Banyak permasalahan perbedaan pendapatan pada perusahaan multi nasional yang membedakan penggajian antara pekerja lokal dengan pekerja dari luar negeri seperti eropa dan Amerika. Hal ini dikarenakan pendidikan di Indonesia banyak belum mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional oleh karena itu pengakuan menjadi sebuah indikator tingkat kualitas pendidikan di Indonesia.

"Ketika prodi sudah dapat terakreditasi secara Internasional maka akan berimpilkasi tidak hanya mutu akan tetapi lulusanpun akan mendapat posisi yang setara dengan lulusan dari eropa dan amerika, begitu juga dengan penghasilan yang didapatkan tidak akan ada perbedaan," papar doktor lulusan eropa ini.

Ketua Panitia Kegiatan Dr. Nurkadri mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai pilot project bagi prodi dan jurusan yang berlatar belakang teknik, Engineering, Natural Sains dan komputer. Agar nantinya ini dapat di ikuti oleh Prodi-prodi yang lain dengan lembaga akreditasi sesuai dengan bidang dan kejuruannya.

"Nantinya kita akan dampingi prodi-prodi untuk dapat di akreditasi oleh lembaga-lembaga internasional agar mutu pendidikan akan dapat sejajar dengan prodi-prodi yang ada di Dunia," ungkap doktor bidang olah raga ini. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kampus Unimedmahasiswauniversitas negeri medan
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Jan 2020 12:12

    SBMM Apresiasi Rumah Singgah "Sahabat Polisi" Polres Batubara

    Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis meresmikan rumah singgah "Sahabat Polisi" dari pemberian hibah tokoh masyarakat untuk kepentingan sosial masyarakat Kabupaten Batubara.

  • Selasa, 24 Des 2019 15:48

    Pentingnya Seni dalam Kehidupan

    Wakil Rektor III Universitas Harapan Medan, Rachmat Aulia menyebutkan pentingnya seni dalam segala bidang. Karena tanpa rasa seni semua hal akan hampa.

  • Minggu, 27 Okt 2019 15:23

    Giat Pendamping Unimed: Kemiskinan di Kota Medan Jauh di Atas Nasional

    Dari 2,6 juta penduduk yang berdomisili di Kota Medan, 18% atau sekitar 463.000 jiwa, berada dalam garis Kemiskinan. Dan hal tersebut di atas angka kemiskinan secara nasional yang menyentuh 9,66%.

  • Senin, 21 Okt 2019 18:32

    Santripreneur Camp Angkatan 5 di The Kaldera Toba

    Ada yang berbeda di The Kaldera Danau Toba, pada hari Jumat-Minggu 18-20 Oktober 2019, Banyak tenda-tenda berdiri berisikan Santri-santri dan Mahasiswa memakai atribut kebanggaannya.

  • Selasa, 15 Okt 2019 09:15

    Perempuan Batubara Kembangkan Songket Khas Melayu Kekinian

    Kaum perempuan merupakan subjek yang dapat dikembangkan potensinya dalam rangka meningkatkan peran dan tanggung jawab pembangunan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir