Bank Sumut

Tiga Juta Lebih Warga Indonesia Masih Buta Huruf

Sabtu, 07 Sep 2019 16:52
Dibaca: 116 kali
ilustrasi
Buta aksara atau buta huruf, tak bisa baca.
Bobby Nasution Center
DRberita | Jumlah warga Indonesia yang masih buta aksara sebanyak lebih dari tiga juta jiwa. Berdasarkan angka ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan angka buta aksara menurun hingga 0 persen. 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, angka buta aksara di Indonesia tersisa 1,93 persen.

"Angka ini setara dengan 3.290.490 orang yang masih buta aksara," ujar Harris dalam acara peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Nasional 2019 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 7 September 2019.

Harris melanjutkan, jumlah angka buta aksara tersebut merupakan sasaran yang tidak mudah untuk diselesaikan. Pasalnya, warga yang buta aksara (huruf) bermukim di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.

"Namun demikian kita harus bertekad untuk menurunkan angka buta aksara hingga 0 persen. Inilah pentingnya peringatan Hari Aksara Internasional tingkat nasional ini, yakni mengingatkan komitmen semua pihak dalam melaksanakan pemberantasan buta aksara," tegas Harris.

Dia mengungkapkan, peringatan hari aksara tahun ini mengambil tema 'Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat'. Tema ini mengandung pesan bahwa Indonesia yang terdiri dari sekian banyak suku bangsa, agama/kepercayaan, dan budaya lokal sehingga merupakan aset penting untuk memberantas buta aksara di masyarakat secara berkesinambungan.

"Kami ingin memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten kota dalam penuntasan buta aksara, juga mensosialisasikan kebijakan dan program percepatan penuntasan buta aksara di Indonesia melalui Gerakan Literasi Nasional," tambah Harris.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan, angka buta aksara di enam provinsi masih tergolong tinggi. Persentase buta aksara di enam provinsi ini masih di atas empat persen.

Menurut Muhadjir, pada 2004 lalu Indonesia  berhasil mengurangi separuh jumlah penduduk buta aksara dari 10,20 persen (15,4 juta orang), menjadi 5,02 persen (7,54 juta orang) pada tahun 2010. Kemudian, pada tahun ini Indonesia bahkan telah berhasil menekan angka buta aksara lebih rendah lagi hingga 1,93 persen (atau 3,2 juta orang). Angka ini menurun dari sebesar 2,07 (atau 3,4 juta orang) pada tahun sebelumnya.

"Meskipun jumlah buta aksara di negara kita sudah menurun, bukan berarti Gerakan Nasional 'Pemberantasan Buta Huruf' atau pemberantasan buta akasara ini sudah selesai. Tugas kita bersama untuk menuntaskan buta aksara dan membebaskan bangsa ini dari kebutaaksaraan harus terus kita lakukan," ujar Muhadjir saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Nasional 2019 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu. (art/drb)

Editor: admin

Sumber: republika.co.id

T#g:buta aksarabuta hurufDinas Pendidikandinas pendidikan sumutmenteri muhajirpendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 07 Feb 2020 11:30

    Angka Putus Sekolah di Medan Utara Tergolong Tinggi

    Kegiatan yang digagas tokoh muda Kota Medan Bobby Nasution ini mengangkat tema 'Meneropong Pendidikan Anak Nelayan Tradisional' di Kota Medan.

  • Minggu, 02 Feb 2020 23:23

    Gubsu Baiknya Copot Jabatan Plt Arsyad Lubis di Dinas Pendidikan Sumut

    Sejak Agustus 2019, pascapelantikan 7 pejabat eselon 2, Pemprovsu sampai saat belum ada lagi membuka lelang. Dimana Komite Aparatur Sipil Negeri (KASN) dikabarkan tidak memberikan izin lelang sampai batas waktu tidak ditentukan.

  • Kamis, 23 Jan 2020 01:11

    Langgar Permendikbud & Pergub: Kepala SMA Negeri 8 Medan Terancam Sanksi

    LAHP tersebut diserahkan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dan diterima langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Arsyad Lubis, Rabu 22 Januari 2020, di ruang rapat Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

  • Rabu, 20 Nov 2019 01:01

    Ilyas Sitorus: Guru Sangat Perlu Miliki Pemahaman Pendekatan Potensi Siswa

    Salah satu tujuan penting pembelajaran adalah untuk mengembangkan potensi siswa. Dari sekian banyak potensi, kreativitas merupakan potensi yang sangat penting dalam hidup mereka kelak.

  • Minggu, 27 Okt 2019 16:46

    Jaksa Curiga Anggaran Swakelola Dinas Pendidikan Tapsel Jadi Ajang Korupsi

    Sebanyak 262 kegiatan swakelola di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diduga menjadi ajang korupsi berjemaah. Jumlah anggaran swakelola tersebut sebesar Rp 26,8 miliar bersumber dari APBD tahun 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir