Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • Proyek Jembatan Gantung di Kabupaten Madina Ditinggal Kontraktor

Proyek Jembatan Gantung di Kabupaten Madina Ditinggal Kontraktor

Oleh: Fauzan Helmi
Rabu, 26 Sep 2018 00:11
Dibaca: 1.506 kali
drberita/istimewa
Jembatan gantung di Desa Hutarimbaru, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Bobby Nasution Center
DINAMIKARAKYAT - Masyarakat di lima desa, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mengeluhkan proyek rehab jembatan gantung di Desa Hutarimbaru diterlantarkan rekanan. Pasalnya, jembatan penghubung lima desa itu ditinggalkan kontraktor (rekanan) begitu saja dengan kondisi pekerjaan yang belum selesai.

Jembatan gantung itu menghubungkan lima desa di Kotanopan, yaitu Desa Hutarimbaru, Simandolam, Hutapadang, Gunung Tua, dan Desa Muara Potan.

Warga merasa terancam menggunakan jembatan tersebut karena salah melangkah atau mengambil jalan, bisa jatuh ke dasar sungai.Informasinya sudah sebulan lebih rekanan tidak melanjutkan pekerjaan rehab jembatan gantung.

Sementara lantai jembatan sebagian sudah dilepas. Kondisi ini cukup menyulitkan warga karena jembatan tersebut tidak bisa dilewati lagi. Sehingga warga memasang kembali lantai jembatan agar tetap bisa dilewati kendaraan.

"Sudah lebih sebulan pengerjaannya ditinggalkan, sebagian sudah selesai dikerjakan, tapi sebagian lagi lantai lama yang rusak sudah dilepas, tapi pengerjaannya dihentikan. Jembatan ini sangat penting bagi kami dan desa-desa tetangga, terpaksa warga gotong royong memasang lantai jembatan dengan papan dan kayu yang sudah rusak agar tetap bisa dilewati," ujar Andri Nasution (32) warga Desa Hutarimbaru, kemarin.

Tokoh masyarakat setempat Dahlan Lubis menerangkan bahwa permasalahan yang menyebabkan rekanan pengerjaan meninggalkan proyek disebabkan karena warga mengambil kayu dan papan bekas lantai jembatan.

Menurutnya kayu dan papan bekas itu disimpan warga dengan kegunaan apabila ada kerusakan, maka kayu dan papan bekas nantinya yang akan dibuat penambal kerusakan.

"Kabarnya rekanan tidak melanjutkan pengerjaan karena warga mengambil dan menyimpan kayu, papan bekas pengerjaan. Di sini kami jelaskan, papan dan kayu bekas itu kami simpan supaya bila nanti terjadi kerusakan, maka itulah yang kami buat sebagai bahan perbaikannya," sebutnya.

"Mereka tidak tanggung jawab, mereka tinggalkan pekerjaan dalam kondisi jembatan tidak bisa dilalui karena lantainya sudah dilepas, warga terpaksa memasang lagi kayu yang sudah usang bekas dijadikan lantai agar tetap bisa dilewati. Jembatan ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat, karena ratusan rumah tangga memanfaatkan jembatan ini setiap hari," sambungnya.

Diketahui, jembatan gantung Desa Hutarimbaru dimanfaatkan masyarakat lima desa di Kecamatan Kotanopan sebagai akses menuju pusat pasar kotanopan guna menjual hasil bumi dan hasil pertanian.

Keselamatan warga saat ini terancam bila melewati jembatan tersebut. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera menindak rekanan proyek jembatan gantung yang mereka anggap tidak bertanggung jawab. (art/drc)

Editor: admin

T#g:apbd madinajembatan gantungpemkab madina
Berita Terkait
  • Jumat, 31 Jan 2020 23:07

    Zainal Arifin Ketua Terpilih BPC HIPMI Madina: Tidak Lagi Terfokus APBD

    Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah menetapkan ketua terpilih, di Hotel D'San, Penyabungan, Jumat 31 Januari 2020.

  • Senin, 13 Jan 2020 19:53

    Terlambat Cairkan Dana Desa, Kadis PMD Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    Kedua, bernomor 412.5/3793/TUPIM/2019 tertanggal 11 Desember 2019 dan ketiga bernomor 800/4125/BKD/2019 tertanggal 20 Desember 2019.

  • Rabu, 08 Jan 2020 23:12

    Sekda Madina Lantik 5 Pejabat Eselon 2

    Salah satu pejabat yang dilantik, Siar Nasution. Sebelumnya Siar menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan.

  • Selasa, 24 Des 2019 14:52

    Reses: Sobir Lubis Janji Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

    Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Lubis mengatakan reses yang dilakukannya untuk menyerap aspirasi dari masyarakat agar diperjuangkan masuk dalam APBD.

  • Selasa, 24 Des 2019 13:51

    Sampah Menumpuk, Warga Minta Kepala DLH Madina Dicopot

    Masyarakat Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Bupati Dahlan Hasan Nasution agar mencopot atau mengganti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kasmir.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir