Bank Sumut

Pembetonan di Jalan Gaperta Ujung tak Beres

Oleh: armand
Rabu, 07 Nov 2018 15:42
Dibaca: 154 kali
armand
Sejumlah kendaraan melintas di sekitar proyek pembetonan di Jalan Gaperta Ujung.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah mempertanyakan proyek pembetonan di Jalan Gaperta Ujung yang telah berlangsung tak kurang dari tiga minggu. Minimnya pengawasan dan solusi dari pemborong membuat warga dan pengendara tak nyaman.

"Itu artinya model pemborongnya tak beres. Kemudian sistem pengawasannya juga harus dipertanyakan. Apa mereka (pemborong) tak berpikir tentang jalan alternatif dan lainnya. Sekalian jalan itu ditutup sementara waktu ketika pengerjaan, itu kan solusi juga,"ujar Ilham, Rabu (7/11) melalui telepon seluler. 

Ilham menyayangkan kinerja pemborong dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan yang terkesan asal-asalan. Karena sempitnya lokasi pengerjaan harusnya menjadi pertimbangan pemborong dan Dinas PU Kota Medan sebelum mengerjakan proyek. 

Sebab, seingat Ilham drainase/ parit di Jalan Gaperta Ujung juga belum terjamah pengorekan. Sehingga tak menutup kemungkinan potensi banjir akan menganggu warga dan pengguna jalan. 

"Parit belum dibeton kalau tak salah. Masak sih jalannya dulu dibeton baru kemudian parit. Inikan sudah kebolak-balik, jadinya masyarakat pasti terganggu. Saya harap sementara waktu ini, masyarakat sabarlah dulu. Karena proyek tak mungkin dihentikan,"kata Ilham. 

Sementara itu Anggota DPRD Kota Medan, daerah pemilihan I, Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia, Medan Petisah, Dame Duma Sari Hutagalung pun berang melihat situasi pembetonan di Jalan Gaperta Ujung. 

"Itu tak profesional pemborongnya. Kayak kerja asal-asalan saja. Warga dan pengendara sudah mengeluhkan soal itu sama saya. Saya pun sudah meninjau langsung ke lokasi,"ujar Dame. 

Eko, warga sekitar mengaku sangat terganggu dengan pembetonan di Jalan Gaperta Ujung. Bukan tak mendukung pengerjaan tapi tak ada solusi jitu dari pemborong yang memikirkan kenyamanan warga dan pengguna jalan. 

"Suka-suka mereka saja pun. Kalau mau dikerjakan boleh saja, siapa pun pasti setuju dengan pengerjaan ini. Tapi maunya ada petugas yang membantu menguraikan padatnya kendaraan yang melaju saat arus lalu lintas padat, bukan diam tak peduli begini,"ungkap Eko. 

(armand)

T#g:
Komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir