• Home
  • Metropolis
  • Kepala BPBD Samosir Bantah Pernyataan BNPB Kebakaran Hutan Capai 2400 Hektar

Kepala BPBD Samosir Bantah Pernyataan BNPB Kebakaran Hutan Capai 2400 Hektar

Selasa, 30 Agu 2016 21:25
Dibaca: 849 kali
Net
Ilustrasi.

DINAMIKARAKYATCOM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Jaingot Banjarnahor membantah luas lahan yang terbakar di kawasan hutan Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan kebakaran hutan di kawasan hutan Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir seluas 2400 hektar,  sejak Sabtu (27/8/2016) lalu.

Menurut Jaingot, sejak kebakaran pada akhir Juni 2016 lalu, jumlah lahan yang terbakar hanyalah sekira 300 hektar. Lahan tersebut pada dasarnya merupakan lahan kritis di lereng gunung milik masyarakat dan bukan kawasan hutan.

"Daerah yang terbakar di luar Pulau Samosir, di Pulau Sumatera-nya, yakni di sekitar Pusuk buhit, di Kecamatan Sianjurmula-mula, ‎Kecamatan Harian Boho dan Kecamatan Sitio-tio," ujar Banjarnahor saat dihubungi wartawan, Selasa (30/8/2016).

Jaingot juga mengatakan, kebanyakan lahan yang terbakar disebabkan pembakaran oleh masyarakat untuk kepentingan pertanian dan peternakan mereka.

"Itulah dilema kami. Kebanyakan lahan itu dibakar masyarakat untuk lahan kebun, dan sebagian lagi untuk pengembalaan ternak. Jadi setelah dibakar akan tumbuh tumbuh rumput, karena itu di lereng gunung. Jadi bukan terbakar secara alamiah," jelas Banjarnahor.

Banjarnahor mengaku, untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, pihaknya sudah melakukan antisipasi berupa sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan. Sosialisasi dilakukan dengan langsung mendatangi masyarakat pemilik lahan yang terbakar.

"Tapi jujur, masyarakat sampai saat ini kurang kooperatif karena menurut mereka yang terbakar itu lahan mereka sendiri. Begitupun kita terus mensosialisasikan kepada masyarakat,"tukasnya

Jaingot menjelaskan, kebakaran lahan seluas 300 hektare yang terjadi di kawasan Pusuk Buhit, kini telah padam. Pemadaman dibantu hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Samosir.

"Semalam sudah turun hujan dan cukup merata. Jadi sudah padam dan tidak ada lagi titik api. Kondisi sekarang masih agak mendung, tapi kita tetap status siaga, mudah-mudahan cuaca mendukung," katanya.

Selama ini pemadaman api mereka lakukan dengan menggunakan mobil pemadam untuk daerah-daerah yang terjangkau ruas jalan. Sementara untuk yang berada di lereng terjal, mereka menggunakan satu unit helikopter bantuan dari BNPB yang sudah tujuh minggu berada di Samosir.

"Kita bersyukur sekali hujan turun, dan kini lahan sudah Bahas. Kita berharap masyarakat tak lagi membakar lahan mereka," cetsunya. (art/drc)


T#g:BNPBbpbd
Berita Terkait
  • Senin, 24 Des 2018 12:29

    Tsunami Selat Sunda: 281 Tewas, 1.016 Luka dan 57 Hilang

    Prioritas penanganan darurat saat ini adalah koordinasi, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, penanganan pengungsi, dan perbaikan darurat sarana prasarana yang rusak.

  • Jumat, 01 Des 2017 20:04

    Gubernur Sumut dan 4 Kepala Daerah Studi Bencana ke Jepang

    Selama di Jepang, Tengku Erry didampingi 3 bupati dan 1 walikota masing-masing Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu dan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk.

  • Rabu, 22 Nov 2017 22:11

    Kurun Waktu 2 Tahun Sumut Alami Bencana 493 Kali

    Provinsi Sumut memiliki risiko tinggi untuk terpapar dan terkena bencana. Kurun waktu 2015-2016 telah terjadi bencana sebanyak 493 kali, di mana sebagian besar adalah banjir yaitu 299 kejadian.

  • Jumat, 10 Nov 2017 23:59

    Gubernur Sumut Tinjau Lokasi Banjir Tiga Daerah

    Tengku Erry didampingi Sekda Langkat Indra Salahuddin mengarungi banjir menggunakan perahu karet di Lingkungan 3 Payakiri, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.

  • Kamis, 26 Okt 2017 22:41

    Field Trip di Raja Ampat, Tengku Erry Minta Pemda Tidak Mengabaikan PRB

    Gubernur Tengku Erry Nuradi meminta agar Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat diselaraskan dan diintegrasikan dalam berbagai aktivitas pembangunan daerah di Sumatera Utara.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir