Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

Oleh: Artam
Jumat, 02 Agu 2019 22:51
Dibaca: 1.778 kali
drberita/istimewa
Ari Gusti Syahputra yang kena DO STMIK Triguna Dharma.
DINAMIKARAKYAT - Seorang kader dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonseia (PMII) Kota Medan, kena DO (Drop Out) dari kampus STMIK Triguna Dharma, Jalan AH Nasution, No. 73F, gara-gara demo mengeritisi akriditas kampus yang diduga tidak ada sebelum tahun 2018.

Ari Gusti Syahputra (22) warga Jalan Garu I Gang Cempedak, No. 72C, Medan Amplas, kena DO dengan surat keputusan No. 3.4.008/STMIK-TGD/WK-I/I/2019 ditandatangani olek Wakil Ketua I Bidang Akademik Zulfian Azmi ST, M.Kom tertanggal 30 Januari 2019.

Dalam surat tertulis; Pelanggaran kode etik mahasiswa pasal 4 tentang larangan mencakup poin no. 4.1 poin 4.5

Maka sejak dikeluarkannya surat keputusan ini mahasiswa yang bersangkutan dianggap telah mengundurkan diri dari STMIK Triguna Dharma Medan. Untuk itu kami tidak bertanggung jawab lagi atas segala tindakannya yang mungkin mengatas namakan STMIK Triguna Dharma Medan. Semoga dengan dikeluarkannya surat keputusan ini pihak keluarga dan mahasiswa yang bersangkutan dapat memakluminnya.

Demikian surat keputusan ini kami buat dengan sebenarnya untuk di pergunakan sebagaimana mestinya.

Ari yang merupakan mahasiswa semester delapan mengatakan, bersama-sama mahasiswa STMIK Triguna Dharma lainnya sebanyak kurang lebih 40 orang, Selasa 22 Januari 2019, berunjukrasa di depan kampus untuk menuntut pihak lembaga kampus transparan dan mengklarifikasi status akriditasi c yang baru didapat pada Desember 2018.

"Selama ini pihak kampus mengatakan kepada mahasiswa yang baru mendaftar akriditasi kampus B, padahal kenyataannya pada Desember 2018 baru menerima SK kampus akriditasi C. Makanya kami demo kampus itu karena tidak transparan dengan mahasiswa. Bahkan di depan kampus berdiri plank bertuliskan akriditasi B," ucap Ari di Kawasan Kampung Baru, Medan, Jumat 2 Agustus 2019.

"Kampus itu berdiri dan buka pada tahun 2002. Jadi selama itu status kampus TGD tidak jelas akriditasinya. Demo akriditasi itulah penyebab saya mendapat surat DO (pengunduran diri) dari kampus," sambungnya.

Ari meminta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumut agar meninjau ulang status para mahasiswa STMIK Triguna Dharma yang tamatannya dibawa tahun 2018.

"Dalam surat yang saya terima itu tertulis pengunduran diri, padahal saya tidak ada mengundurkan diri, makanya saya minta LLDIKTI Wilayah I Sumut mengevaluasi status kampus STMIK Triguna Dharma," serunya.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Zulfian Azmi ST, M.Kom sampai saat ini belum bisa terkonfirmasi melalui nomor telepon 081376376220. (art/drc)

Editor: admin

T#g:demo mahasiswapmiipmii medanstmik triguna dharma
Berita Terkait
  • Senin, 16 Sep 2019 22:05

    Dialog Kebangsaan PMII: Peran Pemuda Menyongsong Indonesia Emas 2045

    Ketua PC PMII Kota Medan Joni Sandri Ritonga mengatakan, peran pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan cara membangun gerakan moral. Persatuan pemuda dipandang perlu dan harus segera dilakukan.

  • Jumat, 13 Sep 2019 00:19

    Pema Sumut Laporkan Dugaan Korupsi Labuhanbatu, Medan dan Sergai

    Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Mahasiswa Sumatera Utara (DPW Pema Sumut) membawa dugaan korupsi yang terjadi disejumlah kabupaten kota ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

  • Rabu, 11 Sep 2019 21:10

    Joni Ritonga Nilai RUU KPK Perlu

    Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Joni Sandri Ritonga menilai Revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) diperlukan. Namun, ia mengingatkan harus ada transparasi dalam pembahasan.

  • Rabu, 11 Sep 2019 01:45

    Pendiri IMA Tapsel Sesalkan Bupati atas Sikap Satpol PP

    Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (AMPERA) yang berunjuk rasa di depan Komplek Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) di Sipirok, sudah ada pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian.

  • Rabu, 28 Agu 2019 13:10

    PMII Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Lapangan Barosokai & Minta KPK Periksa Kapoldasu

    Dipimpin Koordinator Aksi Rahmad Ritongan, PMII mengingatkan bahwa kejahatan korupsi dan pungli di Kota Medan, Sumatera Utara, sudah tidak teratasi lagi oleh kepolsian dan kejaksaan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir