Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

Oleh: Artam
Jumat, 02 Agu 2019 22:51
Dibaca: 1.693 kali
drberita/istimewa
Ari Gusti Syahputra yang kena DO STMIK Triguna Dharma.
DINAMIKARAKYAT - Seorang kader dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonseia (PMII) Kota Medan, kena DO (Drop Out) dari kampus STMIK Triguna Dharma, Jalan AH Nasution, No. 73F, gara-gara demo mengeritisi akriditas kampus yang diduga tidak ada sebelum tahun 2018.

Ari Gusti Syahputra (22) warga Jalan Garu I Gang Cempedak, No. 72C, Medan Amplas, kena DO dengan surat keputusan No. 3.4.008/STMIK-TGD/WK-I/I/2019 ditandatangani olek Wakil Ketua I Bidang Akademik Zulfian Azmi ST, M.Kom tertanggal 30 Januari 2019.

Dalam surat tertulis; Pelanggaran kode etik mahasiswa pasal 4 tentang larangan mencakup poin no. 4.1 poin 4.5

Maka sejak dikeluarkannya surat keputusan ini mahasiswa yang bersangkutan dianggap telah mengundurkan diri dari STMIK Triguna Dharma Medan. Untuk itu kami tidak bertanggung jawab lagi atas segala tindakannya yang mungkin mengatas namakan STMIK Triguna Dharma Medan. Semoga dengan dikeluarkannya surat keputusan ini pihak keluarga dan mahasiswa yang bersangkutan dapat memakluminnya.

Demikian surat keputusan ini kami buat dengan sebenarnya untuk di pergunakan sebagaimana mestinya.

Ari yang merupakan mahasiswa semester delapan mengatakan, bersama-sama mahasiswa STMIK Triguna Dharma lainnya sebanyak kurang lebih 40 orang, Selasa 22 Januari 2019, berunjukrasa di depan kampus untuk menuntut pihak lembaga kampus transparan dan mengklarifikasi status akriditasi c yang baru didapat pada Desember 2018.

"Selama ini pihak kampus mengatakan kepada mahasiswa yang baru mendaftar akriditasi kampus B, padahal kenyataannya pada Desember 2018 baru menerima SK kampus akriditasi C. Makanya kami demo kampus itu karena tidak transparan dengan mahasiswa. Bahkan di depan kampus berdiri plank bertuliskan akriditasi B," ucap Ari di Kawasan Kampung Baru, Medan, Jumat 2 Agustus 2019.

"Kampus itu berdiri dan buka pada tahun 2002. Jadi selama itu status kampus TGD tidak jelas akriditasinya. Demo akriditasi itulah penyebab saya mendapat surat DO (pengunduran diri) dari kampus," sambungnya.

Ari meminta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumut agar meninjau ulang status para mahasiswa STMIK Triguna Dharma yang tamatannya dibawa tahun 2018.

"Dalam surat yang saya terima itu tertulis pengunduran diri, padahal saya tidak ada mengundurkan diri, makanya saya minta LLDIKTI Wilayah I Sumut mengevaluasi status kampus STMIK Triguna Dharma," serunya.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Zulfian Azmi ST, M.Kom sampai saat ini belum bisa terkonfirmasi melalui nomor telepon 081376376220. (art/drc)

Editor: admin

T#g:demo mahasiswapmiipmii medanstmik triguna dharma
Berita Terkait
  • Senin, 19 Agu 2019 19:22

    Aktifis PMII Ingatkan Warga dan Ormas: Papua Juga Indonesia

    Tindakan kekerasan dan rasialisme terhadap mahasiswa Papua oleh sejumlah warga di Surabaya, Malang dan Semarang, mendapat perhatian kuhsus dari kalangan aktivis, pemuda dan kalangan masyarakat.

  • Jumat, 09 Agu 2019 18:18

    Dugaan Korupsi Lapangan Barosokai, Rahmad: Pekan depan PMII demo lagi

    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengagendakan kembali aksi unjukrasa kasus dugaan korupsi pembelian Lapangan Barosokai, Medan, pada pekan depan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:14

    Demo di Kejati Sumut, PMII Minta KPK Periksa Kapoldasu dan Lapangan Barosokai Medan

    Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasaa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Rabu 7 Agustus 2019, yang meminta KPK mengambil semua dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan.

  • Selasa, 30 Jul 2019 22:14

    PMII Desak Kejari Medan Ekspos Kasus Lapangan Barosokai

    Diketahui, anggaran yang digunakan untuk membeli lahan Lapangan Barosokai bersumber dari APBD Dinas TRTB Medan tahun 2017, dengan judul kegiatan adalah pembelihan lahan untuk ruang terbuka hijau Kota Medan sebesar Rp 100 miliar.

  • Jumat, 12 Jul 2019 22:09

    PPGMTH Minta Kapolda Sumut Usut Korupsi Jalan di Padang Lawas Utara

    Mereka sangat mengharapkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ringan tangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi Kadis Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi Ramlan Nasution.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir