Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

Kader PMII Kena DO dari STMIK Triguna Dharma Gara-gara Demo Akriditasi

Oleh: Artam
Jumat, 02 Agu 2019 22:51
Dibaca: 2.097 kali
drberita/istimewa
Ari Gusti Syahputra yang kena DO STMIK Triguna Dharma.
DINAMIKARAKYAT - Seorang kader dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonseia (PMII) Kota Medan, kena DO (Drop Out) dari kampus STMIK Triguna Dharma, Jalan AH Nasution, No. 73F, gara-gara demo mengeritisi akriditas kampus yang diduga tidak ada sebelum tahun 2018.

Ari Gusti Syahputra (22) warga Jalan Garu I Gang Cempedak, No. 72C, Medan Amplas, kena DO dengan surat keputusan No. 3.4.008/STMIK-TGD/WK-I/I/2019 ditandatangani olek Wakil Ketua I Bidang Akademik Zulfian Azmi ST, M.Kom tertanggal 30 Januari 2019.

Dalam surat tertulis; Pelanggaran kode etik mahasiswa pasal 4 tentang larangan mencakup poin no. 4.1 poin 4.5

Maka sejak dikeluarkannya surat keputusan ini mahasiswa yang bersangkutan dianggap telah mengundurkan diri dari STMIK Triguna Dharma Medan. Untuk itu kami tidak bertanggung jawab lagi atas segala tindakannya yang mungkin mengatas namakan STMIK Triguna Dharma Medan. Semoga dengan dikeluarkannya surat keputusan ini pihak keluarga dan mahasiswa yang bersangkutan dapat memakluminnya.

Demikian surat keputusan ini kami buat dengan sebenarnya untuk di pergunakan sebagaimana mestinya.

Ari yang merupakan mahasiswa semester delapan mengatakan, bersama-sama mahasiswa STMIK Triguna Dharma lainnya sebanyak kurang lebih 40 orang, Selasa 22 Januari 2019, berunjukrasa di depan kampus untuk menuntut pihak lembaga kampus transparan dan mengklarifikasi status akriditasi c yang baru didapat pada Desember 2018.

"Selama ini pihak kampus mengatakan kepada mahasiswa yang baru mendaftar akriditasi kampus B, padahal kenyataannya pada Desember 2018 baru menerima SK kampus akriditasi C. Makanya kami demo kampus itu karena tidak transparan dengan mahasiswa. Bahkan di depan kampus berdiri plank bertuliskan akriditasi B," ucap Ari di Kawasan Kampung Baru, Medan, Jumat 2 Agustus 2019.

"Kampus itu berdiri dan buka pada tahun 2002. Jadi selama itu status kampus TGD tidak jelas akriditasinya. Demo akriditasi itulah penyebab saya mendapat surat DO (pengunduran diri) dari kampus," sambungnya.

Ari meminta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumut agar meninjau ulang status para mahasiswa STMIK Triguna Dharma yang tamatannya dibawa tahun 2018.

"Dalam surat yang saya terima itu tertulis pengunduran diri, padahal saya tidak ada mengundurkan diri, makanya saya minta LLDIKTI Wilayah I Sumut mengevaluasi status kampus STMIK Triguna Dharma," serunya.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Zulfian Azmi ST, M.Kom sampai saat ini belum bisa terkonfirmasi melalui nomor telepon 081376376220. (art/drc)

Editor: admin

T#g:demo mahasiswapmiipmii medanstmik triguna dharma
Berita Terkait
  • Minggu, 27 Okt 2019 15:54

    Jaksa & Polisi Tak Mampu, PMII Minta KPK Tangkap Rektor UIN Sumut

    PC PMII Kota Medan mendesak KPK segera menangkap Rektor UIN Sumut Prof Saidurrahman, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung pendidikan terpadu dan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan.

  • Sabtu, 19 Okt 2019 12:20

    Ketua PMII Ajak Mahasiswa Kawal Pelantikan Jokowi-Amin

    Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Medan Joni Sandri Ritonga mengajak seluruh masyarakat khususnya mahasiswa menjadi garda terdepan untuk bersama-sama mengawal pelantikan Presiden-Wakil Jokowi-Amin.

  • Kamis, 03 Okt 2019 15:34

    Aktivis PMII: Acaman SKCK Irjen Agus Ciptakan Pengangguran Masal

    Ancaman yang dikeluarkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas, malah semakin terlihat jelas kegagalan Agus menangani aksi unjuk rasa.

  • Senin, 30 Sep 2019 22:31

    Mahasiswa Sumut: Aksi Kami Murni

    Dalam konfrensi persnya, Senin (30/9), Zulfahmi menyatakan mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu merupakan perwakilan dari STAIS, Unimed, UISU, UINSU, UMSU, ITM, dan UPU.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 12:02

    Dilema, Jokowi Sendiri & RUU KPK

    Sebuah pilihan yang sulit bagi Jokowi. Diteruskan akan berhadapan dengan mahasiswa! Tak diteruskan dengan Perppu KPK, bakal ditinggal Parpol Koalisi. Apalagi, BEM se-Indonesia menolak undangan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir