Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • Dosen Pertanian UMSU Jadikan Sampah Sebagai "Sahabat" Masyarakat

Dosen Pertanian UMSU Jadikan Sampah Sebagai "Sahabat" Masyarakat

Oleh: irfandi
Rabu, 03 Jul 2019 21:31
Dibaca: 80 kali
drberita/istimewa
Ketua Tim PKPM UMSU Muhammad Alqamari
DINAMIKARAKYAT - Sampah telah menjadi salah satu permasalahan utama di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Sampah yang setiap harinya semakin banyak dan melebihi kapasitas penampungan yang disediakan akhirnya menyebabkan banyak orang yang membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya, seperti di pinggir jalan atau di sungai sekitar pemukiman mereka.

Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan dan bencana alam serta menyebarnya wabah penyakit. Dan sudah saatnya sampah bukan jadi sebuah permasalahan di masyarakat akan tetapi menjadi sebuah nilai lebih dalam berbagai hal seperti pemanfaatan sampah sebagai bahan olahan rumah tangga dalam bentuk anorganik maupun pembuatan pupuk Organik.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Muhammad Alqamari, kemarin, disela-sela kegiatan pendampingan masyarakat yang didampingi para anggota tim, Juita Ramadhani Manik dan Aflahun Fadhly Siregar.

Kegiatan yang mengambil tempat di lapangan SDIT Muhammadiyah 36 Denai dihadiri oleh Ketua Aisyiyah Denai Rohana Hutagalung, Ketua Majelis Ekonomi Aisyiyah Denai, Intan Jamilah, Tim Pengabdi LPPM UMSU serta anggota dan simpatisan Aisyiyah Denai.

Dijelaskan Alqamar, melakukan pelatihan pemanfaatan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga kepada Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah diharapkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola dan memanfaatkan sampah perlu dilakukan untuk mendapatkan kualitas lingkungan yang lebih baik.

Lanjut Alqamari tentang membuat pupuk organik cair yang terbuat dari sampah organik, dan juga pembuantan kerajinan tanggan yang terbuat dari limbah plastik  anorganik. Selain teori dilakukan praktek langsung bagi ibu-ibu Aisyiyah.

"Hal ini penting agar ibu-ibu Aisyiyah dapat mengerti dan paham tentang pemanfaatan limbah rumah tangga dan bagai mana menjaga lingkungan sekitar," tutur wakil Ketua Pemuda Tani Provinsi Sumatera utara ini.

Menurutnya, dipilih Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah sebagai mitra karena memiliki jaringan terstruktur dan banyak memiliki anggota sehingga dapat mendukung pelaksanaan optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara masif.

Melalui pemanfaatan limbah rumah tangga kita dapat menambah pengetahuan dan pengalaan dalam mengatasi masalah sampah, terutama sampah organik, dengan mengolah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat bagi tanaman, baik untuk tanaman hias, tanaman sayur, maupun tanaman dan sampah an organik dapat dijadikan berbagai macam kerajinan tangan.

Selain itu, dengan pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan pendapatan.

Ditambahkannya, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memasyarakatkan, menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola dan memanfaatkan sampah untuk mendapatkan kualitas lingkungan yang lebih baik.

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan katanya maka digunakan metode pertama, penyuluhan, yang dilakukan dengan mengumpulkan Pimpinan Organisasi dan jamaah untuk mengikuti penyuluhan tentang pemberdayaan perempuan, pengelolaan sampah dan pembuatan kerajinan tanggan dari limbah organik dan an organik dengan nara sumber dari Tim Pelaksana.

Kedua, transfer teknologi dengan pengadaan berbagai model pembuatan kerajinan tanggan dari sampah, serta penyiapan fasilitas lain yang mendukung kegiatan. Ketiga demonstrasi dan pelatihan dilakukan dengan simulasi praktek pembuatan  menggunakan peralatan dan bahan yang sudah disiapkan oleh pelaksana program. Keempat, praktek untuk menghasilkan produk, dan kelima pendampingan secara periodik untuk membina dan mendampingi mitra sampai berhasil melakukan sampai mencapai hasil yang optimal.

Ketua Majelis Ekonomi Aisyiyah Ranting Denai, Intan Jamilah mengatakan pelatihan tersebut sanggat bermanfaat bagi ibu-ibu Aisyiyah karena dapat menfaatkan sampah organik menjadi Pupuk organik cair sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan.

"Selain itu kata Intan Jamilah, juga bisa mengurangi sampah yang ada dilingkungan  kita sehingga dapat membatu ekonomi kelurga yang dilakukan para anggota aisyiyah yang berjumlah 40 orang," ungkap wanita yang aktif melakukan pendampingan ekonomi keluarga ini.

Hal senada diungkapkan Ketua Ranting Aisyiyah Medan Denai, Rohana Hutagalung bahwa kegiatan Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah UMSU sangat baik, disamping menambah ilmu pengetahuan juga bisa membantu perekonomian keluarga.

"Oleh karena itu, kelompok ibu-ibu Aisyiyah dapat menjadi media dan wahana untuk memberikan wawasan, ketrampilan dan pengalaman mengelola lingkungan pekarangan untuk kegiatan ekonomi produktif menggunakan teknologi pengelolaan sampah rumah tangga," tutur aktivis perempuan di Muhammadiyah ini.

Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah UMSU dilakukan di Ranting Aisyiyah Medan Denai selama 2 bulan berjalan kemitraan antara dosen UMSU Medan dengan Kelopok ibu-ibu Aisyah untuk memecahkan permasalahan yang ada yakni meningkatkan kuantitas, kualitas dan sumber daya manusia yang ada di Kecamatan Medan Denai sehingga tingkat kemiskinan yang ada di Kota Medan dapat turun dengan signifikan sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera. (rilis)

Editor: admin

T#g:aktivis sampahkampus umsumuhammadiyah
Berita Terkait
  • Senin, 24 Jun 2019 16:00

    Silaturrahmi Keluarga Besar Muhammadiyah: Ciptakan Harmonisasi Umat

    Silaturrahmi Syawal 1440 H/2019 M Keluarga Besar Muhammadiyah dalam rangka menciptakan harmonisasi Umat di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, pascapilpres dan pileg tahun 2019.

  • Senin, 30 Jul 2018 10:02

    Datang ke PW Pemuda Muhammadiyah, Lisnawati: Anak saya dituduh ikut kelompok teroris

    Kisah pilu pendidikan Arnita Rodelina Turnip ternyata sudah diketahui PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, sebelum viral di media sosial atas pemberitaan dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

  • Jumat, 08 Jun 2018 07:00

    UMSU Kembali Raih Akreditas A Untuk Dua Prodi

    Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali meraih akreditas A untuk dua program studi (prodi) yang ada di FISIP, yakni Ilmu Komunikasi (IKO) dan Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS).

  • Senin, 14 Mei 2018 00:24

    Erry Layani Masyarakat di Warung Dhuafa Pemuda Muhammadiyah Sumut

    Warung Dhuafa merupakan kegiatan amal Ormas Pemuda Muhammadiyah Sumut yang digelar di depan masjid untuk membagikan makanan siang kepada jamaah yang telah selesai shalat Jumat maupun masyarakat umum khususunya kaum dhuafa.

  • Senin, 30 Apr 2018 22:35

    PC IMM: Medan Rumah Kita Bukan Cuma Slogan

    PC IMM Kota Medan Periode 2018-2019 resmi dilantik di Medan club, Kamis 26 April 2018 kemarin, dengan tema "Revitalisasi Kepemimpinan Profetik untuk IMM Berkemajuan".

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir