Bank Sumut
  • Home
  • Metropolis
  • 700 Orang Hadiri 800 Tahun Pertemuan Fransiskus dengan Sultan Malik Al-Kamil di Medan

700 Orang Hadiri 800 Tahun Pertemuan Fransiskus dengan Sultan Malik Al-Kamil di Medan

Minggu, 25 Agu 2019 22:43
Dibaca: 148 kali
drberita/istimewa
Para fanelis poto bersama.
DRBerita | Sekira 700 orang menghadiri peringatan 800 tahun pertemuan Fransiskus dengan Sultan Malik Al-Kamil, di Convention Hall Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol, Medan, akhir pekan 24 Agustus 2019.

Acara diselenggarakan oleh Justice Peace and Integrity of Creation (JPIC) Panggilan Kristiani dan Fransiskan. Tema acara yang diangkat adalah "Kita Dipanggil dan Diutus Menjadi Duta Damai."

Hadir dalam cara ikatan pemuda lintas agama, ibu-ibu perwiritan kutalimbaru, ibu-ibu perwiritan simpang gardu, ibu-ibu perwiritan Waikiki Medan, SMA Katholik St. Maria Medan, paduan suara Magnificat, pusat sosial waikiki dan mahasiswa UMSU.

Acara dimulai dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Benno, Pr dan Uskup Emeritus Mgr. Pius Datubara, OFM Cap. Dilanjutkan dengan paduan suara Magnificat Medan.

Khotbah yang dibawakan oleh P. Selestinus Manalu, OFM Cap, mengajak semua umat untuk mau dipanggil dan diutus menjadi duta damai, yang diambil dari Injil Yohanes 1: 45-51.

Setelah khotbah, dialog perdamaian dengan tema "Belajar dari Sultan Malik Al-Kamil dan Fransiskus dari Assasi dalam pembangunan dialog damai di Damietta-Mesir 1219".

Dialog ini mengundang 4 orang fanelis yaitu  Wakil Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama Sumut (FKUB) Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA, Dosen dari Universitash Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Muhammad Qorih, MA, Pastor Fransiskus Mardan Ginting OFMConv dan Suster dr. Saveria Lingga.

Para fanelis sepakat untuk kembali mengingat pertemuan Fransiskus dengan Sultan Malikb Al-Kamil, dimana keduanya membuang perbedaan dengan satu tujuan untuk perdamaian karena memang itulah hakikat dari agama yang sebenarnya.

Jika 800 tahun yang lalu terjadi perang salib antara umat Islam dan Kristen secara langsung, sekarang perang agama juga terjadi di media sosial. Karena itu pada zaman sekarang ini kita semua jeli melihat dan menilai berita yang ditampilkan di sosial median.

"Islam adalah indah. Kristen adalah kasih. Mari saling mengasihi untuk menjadi Negara kita Indonesia kuat, makmur dan sejahtera dalam berbagai keberagaman. Jangan jadikan agama sebagai ajang politik," kesimpulan dari 4 fanelis.

Setelah dialog perdamaian selesai, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dosen UMSU Muhammad Qorih, MA. (art/drc)

Editor: admin

T#g:fransiskushotel danau tobasultan malik al-kamil
Berita Terkait
  • Sabtu, 28 Jul 2018 23:32

    RSCC Rekomendasikan Presiden Pimpin Langsung Evakuasi Korban KM Sinar Bangun

    Dasar rekomendasi, kata Saharuddin, meliputi aspek hukum, sosial budaya, kemanusiaan dan lingkungan hidup, teknologi dan akademik, serta aspek geografis dan filosofis.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir