Bank Sumut

Umat Muslim Bali Hadiri Kajian Majelis Jejak Nabi

Oleh: Herdian Armandhani
Minggu, 14 Jan 2018 14:26
Dibaca: 133 kali
drberita
Komunitas Lingkar Peradaban laksanakan kajian jejak nabi.
DINAMIKARAKYAT - Komunitas Lingkar Peradaban mengadakan kembali Kajian Majelis Jejak Nabi berlokasi di Masjid Muhammad, Jalan Imam Bonjol No. 335 Denpasar, Bali, Sabtu 13 Januari 2018.

Kajian ini dimulai usai Shalat Magrib berjamaah hingga pukul 22.00 wita. Sama sepeti kajian sebelumnya, Komunitas Lingkar Peradaban mendaulat Ustadz Salim A Fillah untuk memberikan tausiyah.

Jamaah yang rindu untuk mendegarkan ceramah Ustadz Salim A Fillah sudah memadati areal Masjid Muhammad sejak pukul 17.00 wita. Jamaah yang hadir dalam kajian ini didominasi oleh anak muda, bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak.

Ini merupakan kajian perdana yang diselenggarakan Komunitas Lingkar Peradaban di awal Tahun. Sebelumnya lokasi Kajian Majelis Jejak Nabi banyak dilakukan di Masjid Al Ikhlas Bandara Ngurah Rai dan Musholla Al Amanah Gedung Keuangan Negara Renon.

Sebelum masuk ke materi utama Ustadz Salim A Fillah banyak menyinggung tentang definisi Sakinah. Menurut Ustadz Salim A Fillah seorang muslim yang memiliki pribadi sakinah tidak akan jatuh dalam perbuatan maksiat. Pribadi Sakinah dapat menciptakan kelembutan dalam berbuat baik dengan sesame.

Dengan memiliki sifat sakinah mampu melembutkan hati yang keras. Apabila seorang muslim memiliki hati yang keras dapat dikatakan bahwa pribadi muslim tersebut jauh dari Allah swt.

"Seorang pribadi muslim yang memiliki sifat sakinah jiwanya akan selalu tentram. Ia akan selalu bersyukur atas karena Allah SWT. Tentramnya hati seorang mukmin karena selalu mengingat Allah SWT, mereka tidak akan khawatir dengan masa depan dan sedih akan masa lalu. Satu-satunya yang boleh membuat orang beriman merasa sedih adalah dosa dan perbuatan maksiatnya tidak ada yang lain," papar Ustaz Salim A Fillah.

Memasuki materi Utama Ustadz Salim A Fillah mengulas Dakwah Rasullulah ke Habasyah. Habasyah bila kita perhatikan Peta Dunia merupakan daerah Negara Ethiopia, Somalia, Eritiria dan Sudan.

Ustadz Salim A Fillah mengatakan bahwa banyak Sahabat dan pengikut Nabi Muhammad SAW yang disiksa begitu kejam akibat dakwah terang-terangan yang dilakukan Nabi Muhammadd SAW.

Keluarga Yasir salah satu pengikut Nabi Muhammad SAW harus disiksa begitu kejam oleh golongan kafir Quraisy akibat konsekuensinya memeluk agama Islam. Begitu juga nasib yang dialami Bila Bin Rabah RA yang tubuhnya ditindih oleh batu besar ditengah padang pasir yang begitu panas  karena tidak mau menyekutukan Allah SWT.

"Kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW dapat menjadi bahan renungan bagi umat Islam saat ini betapa mahal harga yang dibayar untuk memeluk Agama Islam kala itu, untuk itulah mari kita sama-sama meningkatkan kualitas ibadah kita seperti keteguhan para sahabat," jelas Ustadz Salim.

Tidak lupaUstadz Salim A Fillah pun membagikan pula perjalanan dakwah beliau ketika mengisi kajian di Kota Toronto, Kanada. Menurut beliau saat ini perkembangan umat Islam disana begitu luar biasa. Banyak Masjid-Masjid dan Islamic Centre yang berkembang begitu pesat. Setiap 15 menit perjalanan disana kita dapat menemukan sebuah Masjid yang begitu indah.

"Sebuah kabar gembira kebangkitan Umat Islam di Kanada, Pemerintah disana begitu terbuka terhadap Umat Islam dan membebaskan Umat Islam untuk menjalankan ibadahnya. Bangunan Masjid yang banyak berdiri merupakan saksi sejarah Umat Islam tumbuh di Negara Mayoritas Non Muslim," ungkapnya.

Usai kajian berakhir, pantia memfasilitasi para Jamaah yang gemar membaca buku dengan menyediakan Stand khusus yang menjual Buku berjudul "Sunnah Sedirham Surga" karangan Ustadz Salim A Fillah. (art/drc)

Editor: admin

T#g:majelis jejak nabimuslim baliumat islam
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jan 2018 02:41

    MTQ Tingkat Kecamatan Medan Polonia Digelar di Masjid Taqwa

    Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 51 tingkat Kecamatan Medan Polonia diselenggarakan di Masjid Taqwa, Jalan Polonia, Gang A, Kota Medan, Sabtu 20 Januari 2018.

  • Rabu, 17 Jan 2018 02:25

    Anak Medan Penghina Jokowi dan Tito Divonis 18 Bulan Penjara

    Farhan Balatif terbukti bersalah melakukan penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jendral Tito Karnavian melalui media sosial facebook dan twitter.

  • Kamis, 11 Jan 2018 01:59

    10 Januari Titik Puncak Kemarahan Kader PPP Sumut

    Padahal Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis sebelumnya telah menyampaikan bahwa seluruh kader PPP di Sumut mendukung pasangan calon islam-islam, bukan pasangan 'pelangi' (islam-nonislam).

  • Kamis, 28 Des 2017 22:33

    Terdakwa Muhammad Farhan Hina Jokowi Karena Kinerja Buruk

    Muhammad Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah, terdakwa penghinaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui facebook dan twitter didasari kinerja buruk selama menjabat sebagai kepala negara.

  • Selasa, 26 Des 2017 23:29

    Bahasa Arab di Timur Tengah Berbeda Dengan di Indonesia

    Jika di negara-negara Timur Tengah penulisan Bahasa Arab sama sekali tidak menggunakan harakat sepeti fattah, dommah, kasrah sedangkan di Indonesia menggunakan harakat.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir