• Home
  • Komunitas
  • LIPI Ingatkan Dosen Akan Pentingnya Publikasi Karya Ilmiah

LIPI Ingatkan Dosen Akan Pentingnya Publikasi Karya Ilmiah

Senin, 30 Okt 2017 13:47
Dibaca: 1.083 kali
drberita/istimewa
Seminar karya ilmiah para dosen.
DINAMIKARAKYAT - Seminar technopreneurship dan open sciene for scholars on facing rapid globalization begitu penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para dosen di era globalisasi yang sangat dinamis saat ini.

Demikian disampaikan Ketua Asosiaso Dosen Indonesia (ADI) Jabodetabek Prof. Dr Arief dalam seminar kepada para dosen di Jakarta Selatan, Minggu 29 Oktober 2017. 

ADI adalah wadah yang independen serta tidak membawa atribut apapun sehingga dapat diikuti oleh seluruh dosen di Indonesia.

Arif mendorong agar para dosen segera melanjutkan pendidikannya hingga ketingkat doktoral, mengingat saat ini banyak beasiswa yang dapat diakses, baik beasiswa dari pemerintah maupun swasta.

Pembicara utama Dr. Darmawan Napitupulu, ST, M.Kom dalam orasinya menyampaikan pentingnya publikasi ilmiah bagi para dosen dalam pengenalan open science framework.

Menurutnya, publikasi ilmiah sangat erat kaitannya dengan reputasi dosen sebagai peneliti, dilihat dari sudut pandang komunitas ilmiahnya.

"Kepakaran seorang ilmuwan bukan lagi ditentukan oleh banyaknya gelar atau jabatan yang dimiliki, namun bagaimana publikasi ilmiahnya diakui telah memberikan kontribusi yang signifikan pada 'body of knowledge' dari bidang riset yang digeluti," ujar Darmawan.

Peneliti LIPI ini mengungkapkan publikasi ilmiah merukan salah satu luaran penelitian yang bersifat wajib dilakukan. Penelitian yang tidak menghasilkan publikasi ilmiah bisa dikatakan belumlah selesai.

Bahkan tidak hanya publikasi karya ilmiah, termasuk juga jumlah sitasi serta H-index yang menjadi indikator kinerja riset dosen sebagai peneliti. Dan itu menjadi dasar evaluasi atau penilaian portal sinta (science & technology index) yang dikembangkan oleh Kemristekdikti khususnya terhadap publikasi ilmiah para dosen yang terindeks scopus dan google scholar.

Selanjutnya, tentang open science framework & ina-rxiv yang pada prinsipnya berbagi kolaborasi dapat dilakukan sedini mungkin bahkan pada fase-fase awal penelitian.

"Hasil penelitian bisa berupa data mentah, hasil pengolahan data, analisis maupun karya ilmiah lengkap yang dapat disampaikan secara terbuka dan transparan ke publik," tutur Darmawan.

Disamping itu, dunia akademik telah lama terkungkung oleh pola pemikiran barat bahwa publikasi ilmiah yang bagus adalah yang terindeks scopus atau thomson. Akibatnya secara masif orang mengejar publikasi ilmiahnya agar terindeks oleh lembaga bereputasi.

Pandangan ini sebenarnya tidak salah namun akhirnya banyak yang terjebak dan berpikiran sempit, yaitu lebih baik tidak menulis daripada menghasilkan karya ilmiah yang tidak berkualitas karena tidak terindeks.

"Padahal kualitas sebuah karya ilmiah pada akhirnya ditentukan oleh pembaca atau komunitas ilmiah, bukan tergantung pada indeks-indeks tersebut," sambungnya.

Hadirnya Ina-Rxiv yang dapat memberikan solusi layanan preprint untuk makalah yang belum menjalani proses peer-review di jurnal ataupun conference, Ina-Rxiv merupakan repositori yang membantu dosen atau peneliti untuk menyimpan dan mendiseminasikan karya ilmiahnya dengan cepat serta mudah diakses oleh publik.

"Selain gratis, Ina-Rxiv juga punya kapasitas yang besar, makalah yang diunggah ke Ina-Rxiv diberikan DOI oleh OSF sehingga dapat disitasi bilamana memang relevan," jelas Darmawan.

Acara ini sekaligus juga mengadakan workshop mini tentang cara mengunggah artikel ilmiah di Ina-Rxiv hingga memperoleh DOI. (ril/drc)

Editor: admin

T#g:asosiasi dosen indonesiadosenkarya ilmiahlipi
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Jun 2018 03:58

    USU Ajukan Permohonan Penangguhan Dosen ke Kapolda Sumut

    Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) ‎mengajukan permohonan untuk penangguhan tahanan terhadap terduga ujaran kebencian, Himma Dewiyana Lubis alias Himma kepada Kapolda Sumut ‎Irjen Pol Paulus Waterpauw.

  • Kamis, 24 Mei 2018 22:41

    Tim Kuasa Hukum Dosen USU: HDL tidak ada menulis soal bom di Surabaya

    Terkait proses hukum, Chairul menjelaskan dalam menetapkan status tersangka HDL, pihak kepolisian hanya memeriksa dua saksi yakni anak HDL dan polisi yang melaporkan kasus itu.

  • Sabtu, 10 Feb 2018 01:00

    Pemprov Sumut Siapkan Lahan 5 Hektar Untuk Islamic Center, Pembangunan Tidak Lama Lagi

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menerima kunjungan LIPIA dalam rangka menindaklanjuti rencana pembangunan pendidikan tinggi Islam di Sumatera Utara, Jumat 9 Februari 2018.

  • Kamis, 16 Nov 2017 19:49

    Dua Dosen Unimed Ikuti Simposium Internasional

    Dua orang dosen Unimed mengikuti International Symposium on Materials and Electrical Engineering (ISMEE) 2017 yang diseleggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesis (UPI).

  • Sabtu, 10 Jun 2017 00:19

    Utusan Arab Saudi Temui Gubernur Sumut, Ada Apa?

    Utusan Dubes Arab Saudi, Naser Al Ghamdi datang membawa dan menyerahan surat dubes untuk menindaklanjuti kerjasama dua belah pihak dalam rencana pembangunan kampus LIPIA-Medan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir