• Home
  • Komunitas
  • Diskusi Kebangsaan: KAMMI Bali Ajak Pemuda dan Mahasiswa Peka Persoalan Bangsa

Diskusi Kebangsaan: KAMMI Bali Ajak Pemuda dan Mahasiswa Peka Persoalan Bangsa

Oleh: Herdian Armandhani
Senin, 30 Okt 2017 00:44
Dibaca: 114 kali
drberita/istimewa
Diskusi kebangsaan KA KAMMI Bali.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-89, Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Wilayah Bali mengadakan diskusi kebangsaan bertema 'Pemuda Siaga Indonesia Berjaya', Sabtu 28 Oktober 2017, di Hotel Harris Raya Kuta Jalan Raya Kuta No. 83E Kuta, Kabupaten Badung.

Hadir sebagai pembicara Pimpinan Nasional KA KAMMI Teritorial Indonesia Timur Achmad Rosadi Lubis, Cht NLP, Ketua KA KAMMI Wilayah Bali Achmad Khanafi, SP dan Rudyatmoko Sekjen KA KAMMI Wilayah Bali, sebagai moderator diskusi.

Para peserta diskusi didominasi oleh kalangan pemuda dan mahasiwa. Tercatat ada sekitar seratus orang yang hadir dalam acara diskusi, dimulai setelah sholat isya berjamaah. Di antaranya dari KAMMI Wilayah Bali, KAMMI Daerah Badung, KAMMI Daerah Denpasar, KAMMI Komisariat Udayana, KAMMI Komisariat Ngurah Rai, KAMMI Komisariat Dewata, dan KAMMI Komisariat Al Fattih. Ada juga dari Komunitas Liqo Bismillah dan Komunitas Liqo Bang Lubis Clab (BLC) yang turut meramaikan diskusi.

Acara diskusi kebangsaan yang diadakan KA KAMMI Wilayah Bali merupakan road show pawai kebangsaan yang diinisiasi Presiden KA KAMMI Pusat Fachri Hamzah yang juga Wakil Ketua MPR RI, dimulai dari Sabang, Provinsi Aceh.

Achmad Rosadi Lubis atau Akrab disapa Bang Lubis mengatakan, tujuan diadakan kegiatan diskusi kebangsaan ini adalah untuk menstimulus anak muda yang saat ini di dunia perkuliahan hanya fokus mengejar nilai akademik ketimbang aktif di dunia kemahasiswaan seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), LDK (Lembaga Dakwah Kampus) dan Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus.

Bang Lubis mengibaratkan mahasiwa saat ini seperti kodok yang dimasukkan dalam panci untuk direbus dan tidak sadar bahwa akan mati secara perlahan-lahan.

"Mahasiswa saat ini kurang peka terhadap permasalahan-permalahan bangsa karena dininabobokan oleh banyaknnya tugas kampus," jelasnya.

Menurut bang Lubis, mahasiswa saat ini dibuat alergi dengan politik bla dibandingkan dengan mahasiwa di era tahun 1998. Padahal sejatinya politik merupakan jalur resmi yang diatur oleh undang-undang.

Agar mahasiswa generasi saat ini tidak pasif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarya, perlu adanya sebuah keresahan dan mengeluarkan ide positif untuk menjawab keresahan-keresahan yang terjadi di lingkungannya.

"Ketajaman berpikir kritis mahasiswa mesih diasah sejak dini, misalnya dengan mengkaji fenomena LGBT yang muncul belakangan ini," tuturnya.

Sedangkan Achmad Khanafi, banyak menyinggung permasalaha bangsa yang terjadi saat ini seperti UU Ormas yang sudah ditetapkan.

"UU Ormas merupakan bentuk keresahan umat, sebab kita saat ini hidup di negara demokrasi, namun kenyataannya UU Ormas telah menodai proses demokrasi yang telah berjalan di negara ini," pungkasnya.

Achmad Khanafi mengajak para pemuda dan mahasiswa di Indonesia untuk 'melek' dan tidak apatis terhadap persoalan negeri.

"Pemuda harus berani meningkatkan kapasitasnya untuk memikul permasalahan-permasalahan yang terjadi di Indonesia. Caranya adalah dengan tidak apatis dan menjadi pemimpin yang kuat di organisasi-organisasi kemahasiswaan yang telah ada," ungkapnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kammi balimasalah bangsaumat islamundang undang ormas
Berita Terkait
  • Senin, 09 Apr 2018 22:38

    Libur Lebaran Idul Fitri Akan Ditambah

    Anggota Komisi V DPR Syarif Alkadrie mendukung rencana pemerintah untuk menambah cuti libur lebaran. Hal itu menurutnya bisa meminimalisasi jumlah pekerja yang bolos menjelang cuti lebaran.

  • Rabu, 04 Apr 2018 22:55

    Pengadilan Makin Tidak Jelas, Laurentius Divonis 97 Hari Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis ringan ‎Laurentius, terdakwa penganiyaan Achmad Husin Siregar yang dipaksa menghentikan musik saat adzan berlangsung dengan hukuman 97 hari penjara.

  • Selasa, 13 Feb 2018 01:13

    GP Ansor Madina Laksanakan Rakorcab

    GP Ansor sebagai organisasi yang didirikan oleh ulama diwajibkan memiliki Majlis Dzikir dan Solawat Rijalul Ansor yang programnya adalah melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai dengan amaliyah NU.

  • Selasa, 23 Jan 2018 02:20

    MTQ ke 51 Kecamatan Medan Polonia Dihadiri Anggota DPD RI

    Puluhan warga Medan Polonia antusias melihat kemeriahan pembukaan MTQ ke 51 yang mengusung tema 'Melalui MTQ Kita Wujudkan Masyarakat Polonia Yang Terdepan dan Religius Berlandaskan Alquran'.

  • Selasa, 23 Jan 2018 01:32

    Gubernur Sumut Didoakan Jadi Menteri

    Ratusan warga yang mengikuti acara tepung tawar caloh jamaah umrih pengajian Albarokah di Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendoakan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menjadi menteri.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir