• Home
  • Kerah Putih
  • Walikota Sibolga Mangkir, Kejati Sumut Merasa Tidak Dihargai

Walikota Sibolga Mangkir, Kejati Sumut Merasa Tidak Dihargai

Senin, 18 Des 2017 21:48
Dibaca: 300 kali
drberita/istimewa
Sumanggar Siagian.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Walikota Sibolga M. ‎Syarfi Hutauruk mangkir dari pemeriksaan ‎kasus dugaan korupsi ‎proyek rigit jalan beton Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sibolga senilai Rp65 miliar tahun 2015, Senin 18 Desember 2017.

Ketidakhadiran Syarfi dibarengai dengan surat pemberitahuan tidak hadir tanpa alasan disampaikan melalui email dan Whatsapp pengecara Syarfi Hutauruk.

Hal itu membuat tim penyidik Kejati Sumut emosi karena surat pemberitahuan tidak hadir hanya disampaikan melalui email dan Whatsapp. Sementara Kejati Sumut mengirim surat panggilan secara resmi.

"‎Surat tidak hadir Walikota Sibolga difotokan. Kemudian dikirimkan ke email dan Whatsapp kepada email dan Whatsapp pribadi milik ketua tim penyidik kasus ini. Sedangkan kita mengirim surat secara resmi. Sudah tidak hadiri tanpa alasan, dikirim seperti itu. Kalau begini, kita seperti tidak dihargai," ucap Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut Sumanggar Siagian kepada wartawan, Senin 18 Desember 2017.

Sumanggar mengatakan setelah itu penyidik menelpon pengecara ‎Syarfi Hutauruk untuk menyampaikan surat tidak hadirnya dalam pemeriksaan sebagai saksi disertai dengan alasan secara resmi.

"‎Seharusnya dijadwalkan pemeriksaan hari ini, tapi sampai sekarang belum ada datang. Setelah ditelpon, alasan pengecara Syarfi Hutauruk sebagai saksi tidak hadir, karena ada undangan di Jakarta Kementerian dan Perdagangan untuk acara rehabilitasi menyakut tata kota, Kota Sibolga," jelas Sumanggar.

Namun, alasan tersebut tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Karena hal itu diketahui dengan awal surat tidak bisa hadir melalu email dan Whatsapp tanpa ada penjelasan. Namun, penjelasan terkesan ‎dibuat-buat.

"Pengecara memalukmi keadaan dan situasi, yang ada pada saat ini. Supaya pemanggil selanjutnya tim penyidik tahu untuk pemanggilan dan penjadwalan selanjutnya," ucap Sumanggar.

Catatan penyidik Pidsus Kejati Sumut, ‎Syarfi Hutauruk sudah mangkir dari pemeriksaan sebanyak 2 kali. Tapi, belum ada upaya maksimal dilakukan penyidik Kejati Sumut sendiri. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kejati sumutkorupsi apbdwalikota sibolga
Berita Terkait
  • Rabu, 25 Apr 2018 23:59

    Terdakwa Pemalsu Merek Federal Oil Dituntut Ganti Rp15 Juta

    Meski terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perdagangan dan pemalsuan hak merek serta materai federal oil, Andy 'cuma' dituntut untuk membayar denda sebesar Rp15 juta.

  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Senin, 16 Apr 2018 01:46

    Mantan Bupati Tapteng Dipanggil Kejati Sumut

    DINAMIKARAKYAT - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung dipanggil penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam kasus dugaa korupsi dana hibah kepada

  • Senin, 16 Apr 2018 00:26

    Pemuda Lira Minta Kejati Sumut Usut APBD Deliserdang Tahun 2017

    Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Deliserdang Edi Anto meminta pihak Kejati Sumut mengusut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 yang diduga digunakan untuk dana sosialisasai calon incumben di Pilkda Deliserdang 2018.

  • Jumat, 16 Mar 2018 17:45

    Sebaiknya Kejati Sumut SP3 kan Kasus Korupsi IPA Martubung

    Sudah enam tahun lamanya kasus dugaan korupsi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Martubung, PDAM Tirtanadi, diselidiki Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun belum ada titik terang dari hasil penyidikan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir