Tsani dan Giri Daftar Calon Pimpinan KPK

Kamis, 04 Jul 2019 20:11
Dibaca: 40 kali
ilustrasi
Gedung Merah Putih KPK
DINAMIKARAKYAT - Dua pejabat dari internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mendaftar calon pimpinan (capim) untuk periode 2019-2014.

Keduanya adalah Penasehat KPK Tsani Annafari serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Supradiono.

Selain Tsani dan Giri, sebelumnya Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan juga telah mendaftar. Dan dua komisioner KPK juga kembali mendaftar. Namun belum diketahui nama kedua komisioner yang akan mendaftar.

Tsani mengaku mendaftar untuk yang pertama kali. Dia mengatakan telah mendapatkan dukungan dari pimpinan KPK saat ini.

"Bentuk penghormatan saya terhadap aspirasi yang disampaikan kepada saya dari rekan-rekan pegawai, penasihat maupun pimpinan. Jadi saya ke sini sepengetahuan kelima pimpinan dan juga dorongan dari beliau-beliau," kata Tsani kepada para wartawan, Kamis 4 Juli 2019.

Tsani mengaku mendaftar secara pribadi. Ia ingin fokus pada bidang pencegahan dan manajemen organisasi jika terpilih sebagai pimpinan KPK.

"Terutama kita ingin intensifkan penggunaan sistem informasi, kita perlu KPK ini makin matang sebagai organisasi, kita ingin jadi contoh juga misalnya pengelolaan KPK harus punya e-budgeting yang bagus, bisa ditiru oleh lembaga yang lain," ungkapnya.

Sementara, Giri Supradiono sudah 14 tahun mengabdi di lembaga antirasuah itu. Giri mengaku ikut mendaftar karena ingin memberantas korupsi dari level terbawah, tak cuma pejabat.

"Banyak pejabat yang kena tapi kemudian banyak yang belum menyelesaikan korupsi yang di level bawah," kata Giri.

Sama seperti Tsani, Giri juga mendaftar sebagai pribadi. Namun dia juga mendapat dukungan dari para pegawai internal KPK untuk ikut mendaftar.

Secara umum, dalam makalah yang disertakan untuk mendaftar, Giri menyoroti sistem politik di Indonesia yang merupakan sumber utama praktik korupsi.

"Yang utama adalah kita harus memperbaiki politik itu. Politik ini berintegritas. Kalau politik ini murah kemudian insentif bagi pejabatnya bagus, tinggi dan yang terakhir adalah bahwa negara harus hadir dalam politik melalui pendanaan yang mencukupi," kata dia.

Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyebut sampai pagi ini setidaknya 205 orang yang telah mendaftar. Mereka terdiri dari berbagai unsur.

"Pengacara 43 orang, akademisi 40 orang, swasta 20 orang, jaksa/hakim 13 orang, Polri 9 orang, auditor 3 orang. Sisanya berasal dari berbagai latar belakang," ungkapnya. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com

T#g:Capim KPKkorupsikpkmerah putih
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jul 2019 02:17

    Pemkab Batubara Biayai Pembangunan Gedung Tahanan Polres

    Padahal diketahui, kepolisian adalah lembaga vertikal yang pembiayaan operasional dan pembangunan gedungnya mulai tingkat Polsek, Polres hingga Polda bersumber dari APBN.

  • Selasa, 16 Jul 2019 23:57

    LIPAN RI Laporkan PT Persaoran ke Kejati Sumut

    Massa DPP LIPAN RI memita Kejati SUmut agar mengusut tuntas dugaan pengkondisian pemenang tender PT Persaoran sebagai kontraktor pelaksana pembangunan jalan di Moara Soma.

  • Senin, 15 Jul 2019 23:36

    Mahasiswa dari Empat Kampus di Medan Minta KPK Lanjutkan Kasus Suap Akil Mochtar

    Puluhan mahasiswa dari empat kampus di Kota Medan, Sumatera Utara, berunjukras meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan kasus suap mantan Hakim MK AKil Muchtar.

  • Sabtu, 13 Jul 2019 18:00

    Fikri Ngaku Belum Ada Diperiksa Kejati Sumut

    Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Fikri ketika dikonfirmasi mengaku dirinya belum ada diperiksa oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, terkait proyek drainase melewati tahun berjalan.

  • Sabtu, 13 Jul 2019 13:01

    Kerja KPK Sia-sia di Asahan, Ini Daftarnya

    KPK, kata Indra, 20 Februari 2019, lalu kembali datang ke Kabupaten Asahan bersama tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk proses pengambilan sampel material fisik bangunan RSUD HAMS Kisaran di antaranya melakukan pemeriksaan material dindin

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir