Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Tidak Puas Dengan Penjelasan, Massa Kompak Madina Goyang Pagar Kantor Kejatisu

Tidak Puas Dengan Penjelasan, Massa Kompak Madina Goyang Pagar Kantor Kejatisu

Senin, 09 Sep 2019 16:09
Dibaca: 47 kali
drberita/istimewa
Massa Kompak Madina doa bersama depan pintu masuk Kantor Kejatisu.
DRberita | Puluhan massa dari Koalisi Mahasiswa Pergerakan Kabupaten Mandailing Natal (Kompak Madina) berunjuk rasa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Senin 9 September 2019.

Massa yang berjumlah 20 orang dipimpin Korlap Imam Ahmadi Nasution datang dengan membawa spanduk bertuliskaan usut tuntas dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah dan segera periksa Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution diduga selaku aktor intelektual dugaan korupsi pembangunan kedua taman.

Dalam orasinya, Imam Ahmadi Nasution meminta Kejatisu untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Tapian Siri Siri Syariah dan Taman Raja Batu dengan memanggil para pemangku kebijakan Pemkab Madina, baik itu bupati, sekda maupun pimpinan DPRD Madina.

"Kejatisu juga kita diminta segera memanggil dan memeriksa para pimpinan OPD Madina yg diduga terlibat dalam pembangunan kedua objek wisata tersebut," ucap Iamam.

Massa akhirnya diterima Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian. Ia mengatakan kasus tersebut telah menetapkan 3 orang tersangka yaitu Plt. Kadis Perkim Madina Rahmadsyah Lubis, Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dinas Perkim tahun 2017 Edy Djunaedi dan Akhyar Rangkuti.

"Terkait keterlibatan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Sekda maupun pimpinan DPRD masih dalam proses penyidikan Kejatisu," kata Sumanggar.

Setelah mendapat penjelasan, ternyata massa merasa tidak puas. Kemudian massa menggoyang-goyang pagar dan doa bersama di depan Kantor Kejatisu serta melanjutkan orasinya. (art/drb)

Editor: admin

T#g:bupati madina dahlan hasan nasutiondahlan hasan nasutionkompak madinakorupsi taman taman rajakorupsi tapian siri siri
Berita Terkait
  • Senin, 26 Agu 2019 22:09

    Aneh, Bupati Madina Tidak Pernah Dipanggil dan Diperiksa

    Berdasarkan kerugian negara Rp 4,7 miliar ada sisa kerugian negara sebesar Rp 3,3 miliar jika dikaitkan dengan konferensi pers Asintel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, bahwa sisa kerugian negara hanya berada diantara Rp 400 juta dan Rp 600 juta.

  • Sabtu, 26 Mei 2018 02:30

    Air Sungai Aek Orsik Meluap, Dahlan: Kasihan para siswa mau ujian

    Untuk mengantisipasi banjir, kata Dahlan, pihaknya akan memperlebar polongan yang di ujung dan mengorek sungai, serta memperbaiki tembok sekolah yang ambruk.

  • Senin, 14 Mei 2018 00:22

    Menko Perekonomian Dapat Gelar Sutan Kumala Sakti

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution beserta istri Salsia Ulfa Sahabi Manoppo mengikuti prosesi adat Mangupa-upa dan gelar adat kebangsawanan dari Pemkab Mandailing Natal.

  • Rabu, 07 Mar 2018 02:23

    Gemasu Dukung Korupsi Objek Wisata di Kabupaten Madina

    Puluhan massa berunjukrasa di depan gedung Kejati Sumut untuk‎ mempertanyakan proses hukum dugaan korupsi pembangunan objek wisata Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

  • Minggu, 11 Feb 2018 23:51

    Erry Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Panyabungan di Lahan 12 Hektar

    Gubernur Sumut meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sabtu 10 Februari 2018. RSUD itu akan dibangun di atas lahan seluas 12 hektar.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir